Artikel Qirsa

Search

Created by :

Pandji Kiansantang
Since 5 August 2010

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
PandjiKiansantang@gmail.com

Twitter :
@inspirasipanji


Other Websites

 

>> PandjiKiansantang.com <<
WebsiteTulisan Inspirasi
Pandji Kiansantang

 

>> Proklamasi1945.com <<
Segala hal tentang Proklamasi
Kemerdekaan dan Revolusi
Indonesia 1945-1950


Artikel Qirsa
Sejarah Islam di Negeri Belanda PDF Print E-mail
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Administrator   
Tuesday, 07 May 2013 23:15

Mengapa harus melawan banjir jika sebenarnya bisa bersahabat dengannya? Faktanya, banjir juga merupakan sebuah potensi yang sangat besar jika masyarakat dapat melihat sisi positifnya. Pembangunan rumah terapung merupakan sebuah teknologi yang ditemukan oleh para ilmuwan Belanda agar dapat “bersahabat” dengan banjir. Rumah ini memiliki prinsip kerja yang sama seperti dermaga terapung. Kubus beton berongga yang terletak di bagian bawah rumah dapat memberikan daya apung terhadap bangunan sehingga rumah akan terapung ketika banjir datang. Kemudian terdapat empat buah pilar vertikal yang dipasang di dekat sudut bangunan dan menghubungkan bangunan dengan tanah. Adanya pilar tersebut membuat  bangunan tidak dapat berpindah tempat ke arah horizontal ketika mulai terapung. Listrik dan air bersih disalurkan dari daratan melalui pipa fleksibel. Rumah ini dapat mengatasi peningkatan kenaikan permukaan air hingga mencapai 4 meter.

Last Updated on Tuesday, 07 May 2013 23:15
 
ISU KIAMAT 21 DESEMBER 2012 DALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN ISLAMI PDF Print E-mail
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Administrator   
Friday, 15 February 2013 18:31
Oleh : PANDJI KIANSANTANG (Corporate Culture & CSR Manager)

KHUTBAH  ”SHALAT JUMA’AT BERSAMA  KARYAWAN SUMMARECON”
21 DESEMBER 2012


Allah SWT berfirman Al Qur’an Surah Al Ahzab ayat 63, yang artinya :
”Manusia bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Hari Kiamat.
Katakanlah  : ’Pengetahuan tentang Hari Kiamat itu hanya disisi Allah’.
Dan tahukah engkau, BOLEH JADI HARI KIAMAT ITU SUDAH DEKAT WAKTUNYA”

Jamaah Shalat Jum’at yang mulia,
Hari Jum’at adalah Hari Istimewa
Para karyawan  menyambut Hari Jum’at dengan gembira, karena besoknya adalah hari libur dimana kita bisa berlibur dan beristirahat.
Setelah disibukkan bekerja selama 5 hari, kita merasa butuh hari libur untuk Re-freshing atau ”menyegarkan kembali” fisik dan mental kita agar dapat lebih bugar dan bersemangat ketika masuk di hari Senin.
Kegembiraan menyambut Hari Jum’at ini di Barat dikenal dengan perkataan ”Thank’s God, It’s Friday”. Terimakasih Tuhan, ”Hari ini adalah Hari Jum’at”

Bagi kita, ummat Islam ada ungkapan ”ALIF”, yaitu singkatan dari ”Alhamdulillah, It’s Friday”. Artinya bagi Karyawan Muslim, makna hari Jum’at menjadi ”Double Istimewa”. Tapi alasannya berbeda.
Di antara ke-7 hari yang ada dalam penanggalan Islam, Hari Jum’at memiliki posisi khusus, karena merupakan satu-satunya nama hari yang disebut dalam Al Qur’an. Bahkan ada surat dalam  Quran yang dinamakan Surat Al Jumu’ah.
Setiap agama punya hari khusus. Umat Yahudi menjadikan Hari Sabtu atau Sabbath sebagai hari sucinya dan umat Kristen menjadikan Hari Minggu sebagai hari peribadatan Jum’at yang berasal dari bahasa Arab : ”Jum’uah” berarti ”Berkumpul” karena pada hari itu diwajibkan Shalat Berjamaah.

Tentang Keutamaan Hari Jum’at ini, Rasululullah SAW bersabda :
”Sebaik-baik Hari dimana Matahari terbit adalah Hari Jum’at.
Pada hari Jum’at, Adam diciptakan;
Pada hari itu ia dimasukkan ke dalam Surga,
dan pada hari Jum’at itu juga, dia Dikeluarkan dari Surga.
Dan Hari Kiamat Tidaklah terjadi Kecuali pada Hari Jum’at”
(Hadits shohih riwayat Muslim dari Abi Hurairah r.a)

Jamaah Shalat Jum;at yang muliakan,
Hadits tentang Kiamat pada Hari Jum’at tadi akan mengawali inti khutbah Jum’at ini, yaitu Hot-issues hari ini, yaitu : Isu Kiamat pada Hari ini 21 Desember 2012.
Seperti kita tahu, sejak 2 tahun yang lalu, isu ini sudah ramai dibicarakan. Ramalan penangggalan kuno bangsa Maya di Amerika Selatan disinyalir menyatakan bahwa siklus penanggalan besar mereka jatuh pada Hari ini. Ada pihak yang menafsirkan ini sebagai akhir dunia atau Hari Kiamat.
Isu ini mendunia setelah Hollywood memproduksi sebuah film bencana dengan special-effect yang spektakuler, yang berjudul : 2 0 1 2.

Apakah Kiamat akan terjadi pada hari ini ?
Akankah dunia yang indah ini akan hancur pada hari ini ?
Apakah ini hari terakhir kita untuk hidup dan berkumpul bersama di sini ?

Mungkin hampir semua dari kita akan langsung bilang : Itu kan hanya isu. Nggak mungkinlah Kiamat Hari ini ....

Tapi sesungguhnya, jawaban yang tepat jika ditanyakan ”Apakah Hari Kiamat akan terjadi hari ini ?” adalah : Wallahu’alam, Hanya Allah yang Tahu.
Ucapan : Tidak mungkin ! adalah bernada Takabbur, karena kita BUKAN Tuhan yang tahu persis kapan Kiamat akan terjadi.

Majelis Ulama Indonesia, MUI menyatakan bahwa Haram untuk mempercayai ramalan Kiamat pada 21 Desember 2012.
Memang demikian, Kiamat adalah Rahasia Allah, tidak mungkin ada seorang manusiapun termasuk bangsa Maya yang suka meramal itu tahu persis kapan Kiamat terjadi.
Tapi kita-kita ini sebagai manusia juga tidak tahu apakah Kiamat akan terjadi hari ini, nanti malam, besok, lusa atau 100 tahun lagi.
 
Bagi Allah yang Maha Kuasa, membuat dunia Kiamat adalah hal yang mudah. Jika Allah sudah Berkehendak, Kun Fayakun... Yang akan terjadi, terjadilah.
Bukan kita yang memutuskan apakah Kiamat terjadi Hari ini atau Tidak. Jangan sok menjadi Tuhan, bahasa Inggrisnya : Don’t Play God, dengan jumawa mengatakan : Tidak mungkin hari ini Kiamat !
Jawaban yang lebih tepat adalah : ”Insya Allah, jika Allah mengizinkan, Hari ini belum Kiamat.

Kalau mau bersikap JUJUR, kenapa kita langsung spontan mengatakan Nggak mungkin Kiamat Hari ini, BUKAN karena berdasar Keimanan atau
juga bukan karena kita memiliki argumen ilmiah untuk menyangkal hal itu.

Sejujurnya, alasan penyangkalan kita terhadap Kiamat pada hari ini adalah karena Kita BELUM SIAP untuk menghadapi Hari Kiamat... karena saya dan Bapak dan Ibu sekalian BELUM SIAP untuk Mati.
Kita merasa belum cukup menikmati hidup di dunia... kita merasa belum cukup melakukan amal ibadah sebagai bekal untuk kehidupan akhirat. Intinya, kita masih CINTA DUNIA dan Takut untuk Mati.

Rasulullah SAW sudah memperingati hal ini sebagai salah satu tanda akhir zaman :
Beliau bersabda : ”Hampir datang suatu masa ketika umat Islam berjumlah sangat banyak, tapi bagaikan BUIH di Genangan Air, dan Allah mencabut dari dada musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian, serta akan menanamkan ke dalam hati kalian : AL-WAHAN.
Seorang Sahabat bertanya : Wahai Rasululloh, apakah itu Al Wahan ?
Beliau menjawab : Cinta Dunia dan Takut Mati”
(Hadits Riwayat Ahmad dan Abu Daud dari Tsauban r,a)

Penyakit Al Wahan adalah suatu penyakit hati yang melemahkan umat Islam dan membuat kita terpuruk.
Cinta Dunia bermakna : tamak dan rakus terhadap Nikmat dunia, berfoya-foya serta kikir untuk membagi rezeki yang dikaruniakan Allah. Bahasa populernya adalah : Materialistis, Konsumtif dan Hedonis : suatu hal yang sekarang banyak kita temui dalam kehidupan kita.
Sedangkan ”Takut Mati” adalah ketakutan yang berlebihan alias paranoid terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan kematian, tidak pernah mempersiapkan diri untuk menghadapi sesuatu yang tidak pasti terjadi, yaitu kematian.

Bukti bahwa Penyakit Al Wahan telah kronis menggerogoti negeri kita adalah merajalelanya korupsi. Kita patut sedih dan introspeksi, bahwa Indonesia adalah Negara Muslim terbesar di dunia, serta merupakan negara dengan Masjid dan Jamaah haji terbanyak di dunia. Tapi mengapa Indonesia masih terpuruk dalam peringkat korupsi. Begitu massif dan sistemiknya, korupsi di negeri kita sehingga dijuluki ”Korupsi Berjemaah”.

Sesungguhnya sikap ”aji mumpung” untuk melakukan korupsi jika mendapat kesempatan ini didorong oleh  sikap masyarakat kita yang mendewakan harta dan jabatan serta mengukur kesuksesan seseorang dari tingginya jabatan atau banyaknya harta.
Mayoritas penduduk Indonesia adalah orang Islam yang mengaku ”percaya pada Tuhan”, bahasa Inggrisnya ”Believe in God” -- tapi hanya SEDIKIT orang yang ”Takut pada Tuhan” atau ”God-fearing person”.

Ironisnya dalam bekerja dan mencari uang, sebagian besar dari kita lebih banyak meninggalkan Tuhan. Yaitu : ketika kita mulai bekerja di kantor, seakan-akan kita membuka laci dan memasukkan Tuhan ke dalam laci lalu menutupnya. Sesudah itu,  kita merasa bebas bergunjing, menipu, meminta suap, mengambil  yang bukan hak kita – dengan TIDAK MERASA BERSALAH -  seakan-akan TIDAK ADA yang melihat kita.
Barulah setelah terdengar Adzan Zhuhur, kita buka kembali laci, lalu memasukkan lagi keimanan ke hati kita dan Sholat. Dan seterusnya.

Esensi dari Agama adalah Iman pada hal yang Ghaib atau Tak Terlihat, yaitu Iman pada Allah, Malaikat, Hari Kiamat, Surga dan Neraka.
Tapi manusia lebih takut pada hal yang KASAT-MATA atau KELIHATAN.
Pandangan ini mendorong sikap menghalalkan segala cara karena tidak takut untuk berbuat dosa dan mendapat ganjaran siksa Neraka.
Ini yang mendorong fenomena sinis, yaitu ”Ibadah Rajin, tapi Maksiat jalan terus.
Naudzubillah min zalik. Semoga kita diijauhkan dari perbuatan tersebut.

Untuk itu, dalam kesempatan yang berbahagia ini, izinkan kami menyampaikan NASEHAT, termasuk untuk diri saya sendiri. Yaitu untuk selalu MENGHADIRKAN TUHAN dalam BEKERJA.
Yakin bahwa ALLAH SELALU BERSAMA KITA.
Sadar bahwa walaupun tidak ada orang lain yang melihat atau memergoki kita ketika kita melanggar peraturan dan berbuat dosa, sesungguhnya Allah SWT selalu Melihat Kita.
Haqqul yaqin bahwa setiap perbuatan dosa dan melanggar perintah agama, cepat akan lambat akan MENDAPAT BALASAN azab di dunia maupun balasan yang setimpal di Akhirat.

Mari kita membiasakan diri untuk Berdoa di awal dan di akhir kita bekerja.
Ketika datang di kantor, maka tindakan pertama setelah duduk di meja kerja, biasakan kita LANGSUNG BERDOA. Paling sedikit ucapkan ”Alhamdulillah” dan ”Bismillah”. Sebagai rasa bersyukur bahwa Allah masih memberikan karunia kita berupa pekerjaan, jabatan dan penghasilan rutin. Kita juga bermunajat mohon bimbingan Allah dalam bekerja, agar dimudahkan urusan, mampu menyelesaikan masalah dan tepat mengambil keputusan dalam bekerja.
Dan ketika akan pulang, sebaiknya aktivitas di kantor, kita akhiri dengan Berdoa pula untuk mengucapkan Syukur dan berdoa agar selamat pulang sampai di rumah.

Kesadaran bahwa Allah selalu Mengawasi dan membimbing kita SELAMA Bekerja, Insya Allah benar-benar menjadikan Bekerja kita sebagai Ibadah dan berpahala. Sebagaimana bacaan kita dalam Shalat, yaitu : ”Inna-sholati wanusuki wamayaya wama-mati  lillahi robbil-alamin”, yang artinya : Sesungguhnya Sholatku, Ibadahku - Hidup dan Matiku HANYALAH untuk Allah Tuhan Semesta Alam”
Amin ya robbal alamin.

”Kullu nafsin za-iqotul-maut, wa-innama tuwaffauna ujurokum
 yaumal-qiyamah, faman zuhziha ’anin-nari wa-udkhilal-jannata faqod fazaa, wamal hayatud-duniya illa mata’ul gurur”

Allah SWT berfirman :
”Setiap yang bernyawa akan merasakan MATI.
Dan hanya pada HARI KIAMAT sajalah diberikan dengan sempurna balasan. Barangsia dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, sungguh dia memperoleh KEMENANGAN.
(Sesungguhnya) Kehidupan Dunia hanyalah KESENANGAN YANG MEMPEDAYA”
(Al Qur’an, Surah Al Imran ayat 185)

Di akhir Khutbah ini, Khotib ingin mengajak kita semua untuk mengambil HIKMAH dari ramainya Isu Kiamat pada Hari ini, 21 Desember 2012.

Lebih baik lebih banyak beribadat dan  beramal soleh daripada terlalu memikirkan kapan kiamat. 

Time Management atau MANAJEMEN WAKTU ISLAMI telah diajarkan oleh
panutan kita, Nabi Muhammad SAW, dalam hadits yang terkenal tentang ”LIMA Perkara Sebelum LIMA Perkara”
Sabda Nabi : “Manfaatkan 5 Perkara sebelum Datang 5 Perkara lainnya
     - Pertama, Manfaatkan Masa MUDAMU sebelum Masa tuamu
-    Kedua, masa SEHATMU sebelum masa Sakitmu
-    Ketiga, masa  KAYAmu sebelum masa Miskinmu
-    Keempat, Masa LUANGmu sebelum datang masa Sibukmu,
-    dan Kelima, Masa HIDUPmu sebelum datang Matimu”
(Hadits Riwayat Muslim dan Tirmidzi dari Amru bin Maiumun)
Last Updated on Friday, 15 February 2013 20:34
 
Salam Online Islami PDF Print E-mail
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Administrator   
Thursday, 10 January 2013 01:14

Salam Online Islami

Salam Online

Last Updated on Thursday, 10 January 2013 14:05
 
PETUNJUK ALLAH KETIKA MENGHADAPI MUSIBAH PDF Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Administrator   
Monday, 04 June 2012 13:28

PETUNJUK ALLAH KETIKA MENGHADAPI MUSIBAH
Khutbah Sholat Jum'at Bersama
Oleh H. Agus Hermansyah – Purna Jual - Summarecon Serpong

 

Alhamdulillah, alladzi laa ilaaha illa huwa, lahul mulku wa lahu hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodir. Laa ilaa illa huwa al-malikul qudduus, as-salaamu, al-Mu’min, al Muhaimin, al-Aziiz, al-Jabbar, al Mutakabbir, subhanallahi ‘amma yusyrikuun.

Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa;alaa aali Muhammad

Qoolallahu ta’ala fi kitabihil kariim, sanurihiim aayatinaa fil aafaaqi wa fii anfusihi, hatta yatabayyana lahum annahul haq, awalam yakfi birobbika annahu ‘alaa kulli syaiin syahiid. (QS 41 : 53)


Wa qoola aidhon; Yaa ayyuhalladzina aamanuu ista’iinu bish-shobri wash-sholaati, innallaaha ma’ash-shoobirin. (QS 2 : 153)

Qoola an-Nabiyyu shallahu ‘alaihi wasallam; Allaahumma anta robbi laa ilaaha illa anta ‘alaika tawakkaltu wa amta robbul ‘arsyil azhiim, maa syaa-allahu kaana wa maa lam yasya’ lam yakun laa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim, a’lamu annallaaha ‘alaa kulli syai-in qodir wa annallaha qod ahaatho bi kulli syai-in ‘ilman, Allahumma inni a’udzu bika min syarru nafsii wa min syarri kulli daab-batin anta akhidzun binashiyatiha inna robbi ‘alaa shirootin mustaqiim.



KEKUASAAN DAN KEBESARAN ALLAH TAMPAK DI SEGENAP PENJURU DAN PADA SETIAP DIRI MANUSIA

Manakala kita memandang ke angkasa, ke penjuru alam semesta yang terhampar sedemikian luasnya, Nampak dihadapan mata kita bintang-bintang bertebaran sangat banyak jumlahnya, Sungguh indah dan menakjubkan pemandangan ini. Tapi sadarlah kita dibalik semua keindahan itu, sesungguhnya yang sedang kita lihat adalah kebesaran dan kekuasaan Allah yang maha agung.

Cobalah sejenak kita merenung, perhatikan keadaan sekeliling kita bukankah saat ini kita berada di wilayah kota jakarta, Jakarta yang luas, Jakarta yang mampu menampung  berjuta-juta jiwa, jika kita melihat kota Jakarta dari ketinggian di pesawat terbang kita tengok kebawah,kita lihat lagi jakarta ini, maka kita akan saksikan dengan mata kepala kita sendir i jakarta akan terlihat kecil, dan jika pesawat kitasemakin meninggi maka lama kelamaan jakarta  ini akan menghilang dari pandangan kita dan yang kita lihat sekarang bukan jakarta lagi melainkan seluruh planet bernama bumi. Planet bumi yang kita anggap sanggat besar ternyata saat kita pandang dari luar angkasa ia hanyalah sebesar bola kecil. Jika pesawat kita terbang lebih tinggi lagi maka bumipun lenyap dari pandangan kita. Sekarang yang tampak di depan mata kita adalah sekumpulan planet dan bintang yang kelihatannya seperti asap, kumpulan planet ini disebut Galaxy Bima Sakti. Apakah pesawat kita sudah sampai dibatas penerbangannya ? ternyata tidak. Masih tampak dihadapan kita hamparan alam semesta yang sedemikian luasnya. Kalau seandainya pesawat kita masih mampu terbang lebih tinggi lagi, kitapun yakin bahwa Galaxy Bima Sakti inipun akan lenyap lagi dari pandangan mata kita, dan berganti dengan kumpulan Galaxy-galaxy yang tampak seperti asap yang entah apa namanya.

Ternyata alam semesta ini luas sekali. Subhanallahi, wal hamdulillah, walaa ilahaa illallahu wallahu akbar.


Ternyata alam semesta yang sangat luas ini dengan planet dan bintang-bintang yang bertebaran sangat banyaknya semuanya tidak diam tak bergerak. Ternyata mereka masing-masing bergerak secara rotasi pada porosnya dan bergerak secara evolusi mengelilingi planet-planet yang lainnya dengan sangat cepatnya, secepat perputaran bumi pada porosnya, karena saking cepatnya kita tidak merasakannya. Kita hanya tahu dengan adanya pergantian siang dan malam sabagai bukti bumi berputar dengan cepat pada porosnya. Tapi coba perhatikan, adakah diantara semua planet dan bintang yang berputar sangat cepat itu yang keluar dari garis edarnya. Ternyata, walaupun planet dan bintang yang sangat banyak itu berputar dengan cepat, tak ada satupun yang berbenturan. Subhanallahi, wal hamdulillah, walaa ilahaa illallahu wallahu akbar.

Firman Allah : “Dan suatu tanda kekuasaan Allah adalah malam, kami tinggalkan siang dari malam itu, maka seketika mereka dalam kegelapan. Dan matahari berjalan cepat pada tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga kembalilah ia seperti tanda yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.”(QS 36 : 37-40)

Sekarang coba perhatikan diri kita masing-masing, bukankah kita dulu berasal dari air yang hina, air yang menjijikan. Sekarang kita telah berubah dari setetes air yang hina dan menjijikan, menjadi seorang manusia utuh dan sempurna, yang memiliki daging, kulit, tulang, rambut, darah, dan bahkan bias mendengar, bias melihat, bias berbicara dan bias berfikir. Subhanallah Maha Suci Allah  dari kelemahan dan kesalahan.

Firman Allah : “ Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya, dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian dia ciptakan keturunannya dari saripati yang hina. Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ruh-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati tetapi sedikit sekali kamu bersyukur.”(QS 32 : 7-9)


DOSA DAN MASYARAKAT YANG BERTUMPUK-TUMPUK AKAN MENYEBABKAN DATANGNYA PERINGATAN ALLAH BERUPA AZAB AGAR KITA KEMBALI KEPADA-NYA

Allah sungguh maha Pengasih, betapapun sering kali kita tidak menyembahnya. Dia tetap melimpahkan nikmat yang dibutuhkan oleh paru-paru kita, yaitu oksigen. Nikmat ini tetap diberikan kepada kita walaupun kita tidak pernah meminta kepada-Nya. Coba kita tutup hidung kita, tutup yang lama, maka kita akan sengsara karena paru-paru kita tidak mendapat oksigen. Coba bayangkan seandainya pada suatu saat karena kita sudah keterlaluan tidak menyembah-Nya, Dia mencabut nikmat ini dari kita maka kesengsaraan dan penderitaanlah yang kita alami.  

Allah sungguh Maha Pengasih, betapapun kita sering kali tidak mentaati-Nya. Dia tidak mencabut nikmat mata yang dengan mata ini kita bisa melihat, coba bayangkan jika saja nikmat ini Allah cabut dengan perantaraan musibah, mata kita tertusuk sebatang lidi seperti tertusuknya daging sate, maka  sakit dan penderitaan yang tak tertahankan akan kita alami, yaitu sakit dan penderitaan tidak mampu lagi melihat indahnya alam semesta, sakit dan penderitaan karena tidak mampu lagi melihat orang yang kita sayangi.

Allah Maha Penyayang, biarpun kita sering bermaksiyat dan berbuat dosa, Dia tidak langsung mengazab kita dengan siksa-Nya. Cobalah renungkan, Allah tak henti-hentinya melimpahkan nikmat mata bisa melihat, nikmat paru-paru dapat berfungsi dengan baik, nikmat jantung berdetak dengan normal dan niikmat-nikmat yang lainnya yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita, nikmat itu tetap diberikan-Nya kepada kita walaupun kita tidak pernah meminta kepada-Nya. Tapi apa yang telah kita lakukan ? Nikmat yang Allah karuniakan kita balas dengan berbuat maksiat, nikmat yang Allah limpahkan kita balas dengan tak henti-hentinya berbuat dosa Astagfirullah al-adzim, wa atuubu ilaih.

Bukankah maksiat dan dosa yang telah kita lakukan sudah melampaui batas dan sudah sangat keterlaluan, hari demi hari umur kita semakin berkurang tapi maksiat dan dosa kita semakin bertambah dan semakin menjadi-jadi. Maksiat dan dosa kepada Allah terus kita lakukan bahkan sambil menganiaya orang lain.

Pernahkah kita berbuat maksiat dan dosa kepada istri kita. Astagfirullah al-adzim, wa atuubu ilaih. Seorang istri dengan pekerjaanya yang berat, sepanjang siang dan malam dia mengurus anak dan rumah tangga kita, istri yang dulu ketika pengantin baru sangat kita puja dan kita sayangi. Masihkah kita berkata lembut kepadanya ? Masihkah kita sangat perhatian kepadanya ? Masih setiakah kita kepadanya ?

Cobalah lihat putra dan putri kita, merekalah harapan kita, merekalah yang kita tunggu-tunggu do’anya ketika kita sudah terbujur kaku didalam kubur. Kita menanti mereka melantunkan do’a “Roobigfirlii waliwalidayya warhamhuma kamaa robbayanii shogiro” . “Ya Allah ampuni dosaku, ampunilah kedua dosa orang tua ku, sayangilah mereka berdua seperti mereka telah menyayangiku diwaktu kecil.” Itulah do’a anak yang sholeh, itulah anak yang memberikan kebahagiaan kepada kedua orang tuanya ketika masih hidup ataupun ketika kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.

Masihkah kita mengasuh mereka dengan kasih sayang ? Sudahkah kita mendidik putra dan putrid kita dengan benar ? Sudahkah kita memberikan suri tauladan yang baik ? Ataukah sekarang ini sudah kita biarkan mereka menjadi anak yang liar, anak yang tak bermoral, anak yng tak bisa membaca Al-Qur’an, anak yang tidak pernah mengerjakan shalat, anak yang melawan dan membangkang kepada orang tuanya ? Alangkah sedihnya hati kita kalau ternyata kenyataan seperti itu karena mereka meniru perbuatan kita, karena mereka melihat kita jarang sekali bahkan tidak pernah membaca Al-Qur’an karena kita jarang sekali bahkan tidak pernah sholat dihadapan mereka, karena kita jarang sekali bahkan tidak pernah memberikan contoh akhlak yang baik kepada mereka, kita telah berbuat dosa kepada Allah dan telah berbuat zhalim kepada putra-putri kita.  Astagfirullah al-adzim, wa atuubu ilaih.

Masih hidupkah kedua orang tua kita ? mereka telah membesarkan kita sampai seperti sekarang ini, renungkanlah penderitaan ibu kita ketika kita masih didalam kandungannya, kita membuat mereka sengsara dengan perutnya yang membesar, kita membuat mereka menderita karena susah tidur untuk istirahat, tapi coba tengok wajah ibunda kita, nampakkah penderitaan itu diwajah ibu kita ? Nampakkah penderitaan itu dikerut kening ibu kita ? Ternyata tidak. Ibu kita merasa senang, ibu kita merasa bahagia dengan kandungannya, bahkan kebahagiaan nampak di wajah ibunda kita ketika kita lahir kedunia ini. Hilang sudah rasa sakit dan penderitaan ketika mengandung dan ketika melahirkan. Tengoklah wajah ibunda kita, senyum bahagia menghias wajahnya ketika menyambut kita lahir didunia ini. Tengoklah pula siapa orang yang berada disamping bunda kita. Diapun tersenyum dan tampak bahagia ketika melihat kita lahir didunia ini, dialah ayah kita. Dialah yang telah membanting tuilang mencari nafkah untuk membiayai kelahiran kita, dialah yang berusaha keras dengan memeras keringat untuk membelikan susu untuk kita, dialah yang telah membanting tulang menyekolahkan kita, dialah yang tak pernah kenal lelah menyediakan tempat tinggal yang nyaman untuk kita. Meraka telah mengasuh dan membesarkan kita, tapi sudahkan kita membalas kebaikan orang tua kita ?

Pernahkah kita berkata kasar kepada mereka, padahal mereka telah menciumi kita  dengan sayang ketika kita menyusahkan mereka, pernahkah kita bersikap buruk kepada mereka padahal mereka memanggil sayang kepada kita, pernahkah kita membangkang mereka dan membuat mereka marah kepada kita. Sudahkah kita berbakti kepada keduanya, sudahkah kita berusaha sabar membahagiakan mereka ketika keduanya masih hidup didunia ini, sudahkah lisan kita memanjatkan doa untuk mereka yang sudah meninggal dunia. Robbi firli waliwalidaya warhamhuma kama robbayana soghiroh. Ya Allah ampunilah dosaku, ampunilah dosa kedua orangtua ku, sayangilah mereka berdua seperti mereka telah menyayangiku diwaktu kecil.

Bahkan dosa dan kedzoliman kita lebih banyak dari itu, kita pun telah berbuat dosa dan berbuat dzolim kepada tetangga kita, kepada teman sekantor kita kepada atasan kita, kepada bawahan kita kepada rekanan kita, kepada masyarakat banyak. Lisan ini belum bisa dijaga dari menyakiti mereka bahkan banyak amanah masyarakat yang telah dikhianati kemaksiatan, kebejatan moral, korupsi dan kesewanang-wenangan merajalela tak terbendung.

Bagaimana pendapat kita ? Jika yang melakukan dosa, maksiat, dan kedzoliman itu adalah kita semua bahkan kebanyakan  masyarakat juga melakukannya, sementara amar makruf nahi munkar dan seruan kebajikan hanya orang orang tertentu saja yang melakukannya bukan kita, wajarkah jika Allah menegur kita yang sudah keterlaluan melakukan dosa, maksiat dan kedzoliman ini dengan adzabnya.

Simak firman Allah “peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak menimpa khusus orang orang yang dzolim saja diantara kamu. Dan ketahuilah Allah amat keras siksanya” (QS 8:25)         

Akan dating peringatan Allah kepada orang dzolim  baik perorangan apalagi kolektif setiap orang dzolim yang tidak terhenti dari kedzolimannya dan segera bertobat akan diperingati oleh Allah dengan adzabnya dan bila adzab Allah telah tiba maka musibah dashyat akan melanda kita. Ombak besar seperti tsunami akan menyapu habis semua harta, benda dan manusia. Badai topan seperti badai rita dan Katrina menghancurkan segala yang dilewatinya semua itu meninggalkan kepedihan dan kesengsaraan bagi yang mengalaminya.

Perhatikan kejadian kejadian bencana dan musibah baik bencana alam ataupun yang melalui tangan manusia jika kita telaah sebelum musibah terjadi maka akan kuta saksikan kedzoliman telah dilakukan oleh masyarakat setempat dan kedzoliman itu telah melampaui batas maka Allah akan turunkan bencanan sebaigai teguran bagi mereka dan bagi orang orang disekitar mereka agar sadar dan kembali kejalan Allah.

Masihkah kita menunggu datengnya adzab Allah yang lain agar segera kita sadar dan kembali kejalannya. Belumtibakah saatnya bagi orang orang beriman untuk bersujud dan tunduk keharibaan Allah SWT. Firman Allah “Belumkah dating waktunya bagi orang orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun kepada mereka dan janganlah mereka seperti orang orang yag sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepada mereka, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras dan kebanyakan mereka adalah orang yang fasih” (QS 57:16)



PETUNJUK ALLAH KETIKA MENGHADAPI MUSIBAH

1.Jadikan sabar dan solat sebagai penolong

Firman Allah “ Wahai orang orang yang beriman jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar. (QS 2:153)


2. Menyerahkan hasil kepada Allah dengan tawakal setelah berusaha keras

Firman Allah “Barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka Allah akan mencukupi kebutuhannya, sesungguhnya Allah mampu menyelesaikan kebutuhannya” (QS 5:3)


3. Senantiasa berdoa

Sabar adalah perpaduan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual yaitu sikap seseorang ketika menghadapi musibah dengan pandangan realistis dan rasional kemudian ia hadapi masalah tersebut dengan sikap tenang dan hati hati, Maksudnya : a. Hadapi musibah itusebagai kenyataan yang saat ini kita alami dengan segala kepahitan dan kegetirannya sebagai teguran Allah atas kesalahan kita yang dengan kesalahan kita dimaafkan oleh Allah atau musinah itu adalah ujian dari Allah yang dengannya kita akan dinaikan derajat kita. B. Kemudian kita rumuskan jalan keluarnnya yang sesuai dengan kondisi dan realita yang ada.

Solat adalah wujud kecerdasan spiritual seseorang yaitu sikap seseorang yang betul betul memahami bahwa musibah dan bencana yang dating tanpa mampu dibendungnya adalah bukti kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, maka sudah semestinya untuk keluar dari kepungan musibah dan semua dampak dari musibah itu adalah kembali menghadap Allah yang maha kuasa untuk memanjatkan permohonan pertolongan melalui solat yang kita lakukan.

Tawakal adalah perpaduan antara amalan fisik dan amalan hati yaitu seseorangbekerja keras dengan kesungguhan berupaya keluar dari musibah yang dialaminya sesuai dengan rumusan yang telah disusunnya kemudian ia memasrahkan hasil kerja kerasnya kepada Allah SWT.

Doa adalah rintihan seorang hamba kepada penciptanya dan doa adalah senjata orang yang beriman.

Marilah kita akhiri pertemuan kita dengan bermunajat kepada Allah SWT :

Ya Allah engkaulah tuhan yang kami sembah, tiada Tuhan selain Engkau, kepada-Mu lah kami memohon pertolongan. Kami ini adalah hamba hamba mu yang lemah, yang sedang berusaha agar tetap berada diatas jalanmu hingga maut menjemput kami, kami berlindung kepada Mu dari kebododhan diri kami. Kami berlindung kepada Mu dari kejahatan diri kami. Ya Allah tolonglah kami dari kesulitan yang kami alami karena engkaulah sebaik baiknya penolong kami. Ya Allah sukseskanlah usaha kami, karena engkaulah sebaik baiknya pemberi kesuksesan, Ya Allah ampunilah kesalahan dan dosa dosa yang telah kami lakukan karena engkaulah sebaik baiknya pengampun dosa dan kesalahan. Ya Allah sayangilah dan rahmatilah kami karena Engkaulah sebaik baiknya pemberi rahmat. Ya Allah limpahkan lah rezeki kepada kami karena Engkau lah sebaik baiknya pemberi rezeki, berilah kami petunjuk dan selamatkanlah kami dari kejahatan orang orang yang dzolim. Ya Allah sesungguhnya kami telah banyak berbuat maksiat dosa dan dzolim kepada diri kami sendiri, tidak ada yang dapat menghapuskan kesalahan dan dosa dosa kami kecuali Engkau ya Allah ampunilah dosa dosa kami dengan maghfiroh dari sisi-Mu, sayangilah kami karena sesungguhnya engkau maha pengampun dan maha penyayang, ya Allah perbaikilah agama kami yang dengan agama itu menjadi pelindung bagi semua urusan kami, ya Allah perbaikilah semua urusan dunia kami yang menjadi tempat penghidupan kami, perbaikilah urusan akhirat kami yang menjadi tempat kami kembali, jadikanlah kehidupan kami sebagai tambahan bagi kami dalam kebaikan, jadikanlah kematian kami sebagai peristirahatan kami dari setiap kejahatan, ya Allah karuniakanlah kepada kami pendamping hidup dan keturunan yang sholih, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang orang yang bertaqwa, ya Allah janganlah engkau palingkan hati kami kepada maksiat lagi setelah engkau karuniakan hidayah kepadanya dan karuniakanlah kami rahmat disisimu, engkaulah sebaik baiknya pemberi rahmat, Ya Allah karuniakan kepada kami kebahagiaan di dunia ini dan kebahagiaan di akhirat kami dan selamatkanlah kami dari adzab neraka jahanam. Amin…….

Last Updated on Friday, 15 February 2013 20:21
 
Energi Penyembuh dalam Alquran: Antara Sains dan Keyakinan (2) PDF Print E-mail
User Rating: / 2
PoorBest 
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Yusep Iskandar   
Tuesday, 18 October 2011 09:32

Kronologi Terapi Suara:

Alfred Tomatis, seorang dokter warga negara Prancis, membuat eksperimen-eksperimen selama lima puluh tahun mengenai indera manusia, dan ia membuat kesimpulan bahwa indera pendengaran merupakan indera yang paling penting! Ia menemukan bahwa pendengaran mengontrol seluruh tubuh, mengatur operasi-operasi vitalnya, keseimbangan, dan koordinasi gerakan-gerakannya. Ia juga menemukan bahwa telinga mengontrol sistem syaraf!

Selama eksperimennya, ia menemukan bahwa syaraf pendengaran terhubung dengan seluruh otot tubuh, dan ini adalah alasan mengapa keseimbangan dan fleksibilitas tubuh, serta indera penglihatan itu terpengaruh oleh suara. Telinga bagian dalam terhubung dengan seluruh organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati, perut, dan usus. Hal ini menjelaskan mengapa frekuensi-frekuensi suara itu memengaruhi seluruh tubuh.

Pada tahun 1960, ilmuwan Swiss yang bernama Hans Jenny menemukan bahwa suara dapat memengaruhi berbagai Artikelal dan membentuk partikular-partikularnya, dan bahwa masing-masing sel tubuh itu memiliki suaranya sendiri, dapat terpengaruh oleh suara, dan menyusun ulang Artikelal di dalamnya. Pada tahun 1974, peneliti Fabien Maman dan Sternheimer mengumumkan penemuan mengejutkan.

Mereka menemukan bahwa setiap organ tubuh itu memiliki sistem vibrasinya sendiri, sesuai dengan hukum fisika. Beberapa tahun kemudian, Fabien dan Grimal serta peneliti lain mengungkapkan bahwa suara dapat memengaruhi sel-sel, khususnya sel kanker, dan bahwa suara-suara tertentu memiliki efek yang lebih kuat. Hal ajaib yang ditemukan dua peneliti itu adalah bahwa suara yang memiliki efek paling kuat pada sel-sel tubuh adalah suara manusia itu sendiri!



Gambar: suara bergerak dari telinga ke otak dan memengaruhi sel-sel otak. Akhir-akhir ini para ilmuwan menemukan bahwa suara memiliki daya penyembuh yang ajaib dan afek mengagumkan terhadap sel-sel otak, dimana ia bekerja untuk mengembalikan keseimbangan ke seluruh tubuh! Bacaan al-Qur’an memiliki efek luar biasa terhadap sel-sel dan dapat mengembalikan keseimbangan. Otak merupakan organ yang mengontrol tubuh, dan darinya muncul perintah untuk relaksasi organ-organ tubuh, khususnya sistem kekebalan tubuh.

Last Updated on Tuesday, 18 October 2011 09:48
Read more...
 
« StartPrev123456789NextEnd »

Page 3 of 9

Who's Online

We have 5 guests online

SERUAN ISLAMI

TSJS
TSJS
Salam Online
Alif
SO

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday203
mod_vvisit_counterYesterday532
mod_vvisit_counterThis week3803
mod_vvisit_counterLast week4979
mod_vvisit_counterThis month16516
mod_vvisit_counterLast month22681
mod_vvisit_counterAll days659010

Online (20 minutes ago): 4
Your IP: 54.80.97.221
,
Today: May 25, 2018
Visitors Counter

Tips Islami

TIPS CARA MENGHAFAL NAMA-NAMA BULAN
DALAM PENANGGALAN ISLAM
:

Berdasarkan kata-kunci SUKU-KATA
dari Awal huruf nama bulan
(* untuk memudahkan,
hafalkan suku-kata per 2 bulan) :

Mu Sho, Rob-Rob, Jum-Jum,
Ro Sya, Rom Sya & Zul Zul


--» MUharrom SHOfar;
ROBiul awal -ROBi`ul akhir;
JUMadil awal - JUMadil akhir;
ROjab SYA`ban; ROMadhon SYAwal
& ZULqoidah ZULhijjah

@ Mudah kan?

»» Yuk Kita Hafalin (selagi kena
macet di jalan) dan
Diamalin (ajarkan teknik
hafalan ini kepada anak,
keluarga & teman2
sebagai da'wah) !

Seri Poster Islami

Jadwal Imsakiyah
2016 Qirsa

Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa - Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa

SERI DOA HARIAN RAMADHAN

 

 

Kalender Islam

Jadwal Sholat

Peringatan Ayat Quran




Powered by Pandji Kiansantang.