Artikel Qirsa

Search

Created by :

Pandji Kiansantang
Since 5 August 2010

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
PandjiKiansantang@gmail.com

Twitter :
@inspirasipanji


Other Websites

 

>> PandjiKiansantang.com <<
WebsiteTulisan Inspirasi
Pandji Kiansantang

 

>> Proklamasi1945.com <<
Segala hal tentang Proklamasi
Kemerdekaan dan Revolusi
Indonesia 1945-1950


Artikel Qirsa
Tips Meredam Marah PDF Print E-mail
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Yusep Iskandar   
Monday, 02 August 2010 08:04

Tips Meredam Marah
 


 
Marah dan emosi adalah tabiat manusia. Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. Dalam riwayat Abu Said al-Khudri Rasulullah saw bersabda Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridlai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridlai (H.R. Ahmad).

DAlam riwayat Abu Hurairah dikatakan Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah (H.R. Malik).
 


 
 
Menahan marah bukan pekerjaan gampang, sangat sulit untuk melakukannya. Ketika ada orang bikin gara-gara yang memancing emosi kita, barangkali darah kita langsung naik ke ubun-ubun, tangan sudah gemetar mau memukul, sumpah serapah sudah berada di ujung lidah tinggal menumpahkan saja, tapi jika saat itu kita mampu menahannya, maka bersyukurlah, karena kita termasuk orang yang kuat.

Cara-cara meredam atau mengendalikan kemarahan:

1. Membaca Ta'awwudz. Rasulullah bersabda Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A'uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk (H.R. Bukhari Muslim).

2. Berwudlu. Rasulullah bersabda Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah (H.R. Abud Dawud).

3. Duduk. Dalam sebuah hadist dikatakanKalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah (H.R. Abu Dawud).

4. Diam. Dalam sebuah hadist dikatakan Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah (H.R. Ahmad).

5. Bersujud, artinya shalat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuahhadist dikatakan Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud). (H.R. Tirmidzi)
 

 
Memakai jam tangan sunnahnya di tangan kanan PDF Print E-mail
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Yusep Iskandar   
Monday, 02 August 2010 08:01

Memakai jam tangan sunnahnya di tangan kanan
 
  
 
Syaikh Al-Bany ditanya:
Kami melihat sebagian orang memakai jam tangan di tangan kanan, dan mereka berkata bahwa yang demikian itu sunnah, apa dalilnya?
  
 
Syaikh Al-Bany ditanya:
Kami melihat sebagian orang memakai jam tangan di tangan kanan, dan mereka berkata bahwa yang demikian itu sunnah, apa dalilnya?

Jawaban:
Kami berpegang teguh dalam masalah ini dengan kaidah umum yang terdapat dalam hadits Aisyah di dalam Ash Shahih, ia berkata:

Rasulullah menyukai menggunakan (mendahulukan) kanan dalam segala sesuatu, yaitu ketika bersisir, bersuci, dan dalam setiap urusan.

Dan kami tambahkan dalam hal ini, hadits lain yang diriwayatkan dalam Ash Shahih, bahwa beliau bersabda:

Sesungguhnya Yahudi tidak mencelup (menyemir) rambut-rambut mereka, karena itu berbedalah dengan mereka, dengan cara menyemir rambut kalian.

Juga hadits-hadits yang lain yang di dalamnya terdapat perintah untuk berbeda dengan musyrikin.

Maka dari hadits-hadits tersebut dapat kami simpulkan bahwa disunnahkan bagi seorang muslim untuk bersemangat dalam membedakan diri dengan orang-orang kafir.

Dan sepatutnyalah untuk kita ingat bahwa membedakan diri dari orang kafir, mengandung arti bahwa kita dilarang mengikuti adat kebiasaan mereka. Maka tidak boleh bagi seorang muslim untuk menyerupai orang kafir, dan sudah selayaknya bagi kita wntuk selalu tampil beda dengan orang-orang kafir.

Di antara adat kebiasaan orang kafir adalah memakai jam tangan di tangan kiri, padahal kita mendapatkan pintu yang teramat luas di dalam syariat untuk menyelisihi adat ini. Walhasil mengenakan jam tangan di tangan kanan merupakan pelaksanaan kaidah umum, yaitu (mendahulukan) yang kanan, dan juga kaidah umum yang lain yaitu membedakan diri dengan orang-orang kafir.

Diambil dari Fatwa-Fatwa Syaikh Nashiruddin Al-Albany, Penerbit: Media Hidayah
 

 

MENGAPA JIL ( JARINGAN ISLAM LIBERAL )SEPERTI THERMOMETER

Ternyata, ASIA FOUNDATION, bukan hanya menyuntikkan dana kepada JIL, tetapi juga telah menyuntikkan pemikiran-pemikiran kepada JIL untuk menghancurkan Islam dari dalam.

1. YOSEPH L. BLAU
Yoseph L. Blau adalah Dosen Lintas agama di Columbia dan di sepuluh universitas di Amerika, dia mengatakan dalam bukunya :

?Dengan kehadiran Ilmu pengetahuan modern ini, maka semua agama mengalami suatu krisis ditinggal oleh pengikutnya., maka harus diadakan pembaharuan untuk tetap menjaga eksistensi agama itu. Maka semua agama harus menyesuaiakan ajarannya dengan perkembangan manusia modern, kalau tidak agama itu akan mati ?

Tidak heran kalau pemahaman JIL seperti Thermometer, rupanya JIL telah termakan pemikiran Yoseph L. Blau, yang mengharuskan agama menyesuaiakan perkembangan manusia modern.

2. HOLD HEIM (1806-1869 M)
Hold Heim adalah orang Yahudi dari gerakan Yahudi Liberal, dia berpendapat :

?Walaupun syariat Allah itu dasarnya wahyu dari Allah, wahyu itu diturunkan oleh Allah pada waktu tertentu dan situasi tertentu, maka, wahyu Allah itu tidak berlaku untuk selamanya.?

Pemikian Hold Heim ini juga sudah merasuk ke dalam pemahaman JIL, buktinya JIL dengan sangat tegas menolak hukum Allah SWT :

?Sedangkan hukum Tuhan yang diibaratkan kitab undang-undang pidana (KUHP) tak pernah ada, Walaupun pernah diterapkan pada masa nabi , hanya berlaku pada masa itu saja? Ulil Abshar Abdallah

Rupanya Ulil/JIL hanya mengekor pendapat dari orang Yahudi, yang memang ingin menghan-curkan Islam. Jadi sangat mungkin Ulil/JIL te-lah tercocok-hidungnya oleh orang Yahudi yang telah menggajinya, kalau tidak mengikuti pemikiran Yahudi nanti tidak akan digaji lagi.

3. ABRAHAM GEIGER (1810-1874 M)
Abraham Geiger seorang Yahudi yang menjadi tokoh dari Yahudi Liberal, dia berpendapat :

?Agama itu selalu berkembang sesuai perkembangan manusia, agama itu selalu berobah sesuai perubahan manusia.?

4. Prof. Dr. Givv dari Inggris.

?Bahwa di abad modern ini, kita dituntut untuk berfikir bebas yang seluas-luasnya. Kita harus berani menafsirkan Al-Qur?an dan Al-Hadist dengan pemikiran kita sendiri, dengan pemikiran modern ini, tidak usah anda terikat dengan ulama-ulama terdahulu.?

Pendapat dua orang kafir tersebut rupanya telah tertanam kuat dalam pemahaman JIL, lihat saja uraian pada hal 2-3, bagaimana JIL seenaknya sendiri menafsirkan QS.33:59 mengikuti perkembangan jaman yang amoral. Padahal dalam uraian tersebut masih satu contoh ayat saja, padahal JIL merencanakan menafsir ulang seluruh ayat dalam Al-Qur?an, tentu dunia ini semakin amoral.

Mari kita ambil satu contoh ayat lagi yang ditafsir ulang dengan seenaknya sendiri oleh JIL :

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamar? adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. QS. 5:90

Menurut Al-Qur?an, haram hukumnya Khamar, tetapi menurut JIL hukumnya bisa halal :

?Haramnya Khamar bersifat sekunder dan kontekstual, karena itu, vodka di Rusia bisa jadi dihalalkan, karena situasi daerah itu sangat dingin? Gatra 21-12-2002

Bila mengikuti pendapat JIL, jangan disalahkan kalau seseorang menafsirkan Khamar halal hu-kumnya di daerah puncak karena dingin, dan berzina juga menjadi halal kalau untuk menghangat-kan tubuh yang kedinginan, yang penting tidak ada yang dirugikan, justru akan membantu per-ekonomian para pelacur. Akan seperti itu jadinya, kalau kita dibiarkan bebas dalam menafsirkan Al-Qur?an, kehancuran moral yang akan terjadi.

Demikianlah kajian kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi akidah ketuhanan kita, amien.

 

Sumber :
1.Tafsir Ibnu Katsir ? Pustaka Imam Syafi?i
2.Tafsir Fi Zhilalil Qur?an ? Gema Insani Press
3.Fikih Lintas Agama ? Paramadina
4.Koran Kompas ? 30 Mei 2005

 
Agama Thermometer PDF Print E-mail
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Yusep Iskandar   
Monday, 02 August 2010 07:58

Agama Thermometer


al-islahonline.com : Thermometer menunjuk angka 30 derajat Celcius sebelum AC dinyalakan. Beberapa menit kemudian suhu udara mulai menurun dan penunjukan thermometer juga mulai menurun, 29, 28, 27, 26, 25, 24, 23, 22, dan terus menurun sesuai suhu udara dalam ruangan ber AC tersebut. Begitulah thermometer menunjukkan angka sesuai suhu lingkungan, hakekatnya thermometer hanya mengikuti kea-daan lingkungan.

Sementara itu, AC bekerja keras untuk mengkondisikan udara agar sesuai dengan suhu yang diinginkan. Bila Suhu luar semakin panas, semakin keras pula AC bekerja, dan bila suhu lingkungan belum sesuai dengan suhu yang diinginkan maka AC akan tetap bekerja, bila suhu ruangan sudah dingin, maka mesin AC mulai tenang dan damai.

Begitulah AC bekerja, menstabilkan suhu ruangan agar tetap nyaman untuk ditempati, sehingga sekarang ini tidak ada satu gedung perkantoranpun yang tanpa dipasangi AC, mereka akan lebih produktif bekerja dengan menggunakan AC, mereka senang dengan adanya AC, walaupun terik matahari menghujam ke gedung-gedung dan panas yang dihasilkan oleh mesin-mesin mobil mempertinggi suhu lingkungan, tetapi suhu dalam ruangan tetap dingin dan nyaman untuk digunakan bekerja. Tentu untuk mendinginkan suhu ruangan tersebut tidak bisa menggunakan thermometer, karena thermometer hanya sebagai pak turut terhadap suhu lingkungan bukan mengkondisikan. Harus AC.

Al-Qur?an, diturunkan ke dunia ini untuk mengkondisikan keadaan sosial dunia, merubah kondisi dunia dari keburukan menuju kebaikan, dari kekacauan menuju kedamaian, hampir seperti tujuan diciptakannya AC. Al-Qur?an diturunkan ke dunia ini bukan seperti Thermometer, yang hanya mengikuti keadaan sosial dunia. Tetapi, saat ini justru ada kelompok orang yang menjadikan Al-Qur?an berfungsi seperti Thermometer, Jaringan Islam Liberal (JIL) adalah salah-satunya, JIL menginginkan Al-Qur?an fleksible seperti thermometer, mengikuti keadaan dunia, artinya Al-Qur?an hanya dipakai sebagai stempel dari kondisi dunia ini, bila dunia ingin keburukan, Al-Qur?an dipaksa untuk membenarkannya, tentu agama seperti ini patut disebut sebagai Agama Thermometer.

Allah SWT berfirman :

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu... QS. 33:59

Last Updated on Monday, 02 August 2010 08:01
Read more...
 
Menjaga Lisan dari Mengutuk dan Melaknat PDF Print E-mail
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Yusep Iskandar   
Monday, 02 August 2010 07:56

Menjaga Lisan dari Mengutuk dan Melaknat       


 Kata laknat yang sudah menjadi bagian dari bahasa Indonesia memiliki dua makna dalam bahasa Arab yaitu bermakna mencerca, yang kedua  bermakna pengusiran dan penjauhan dari rahmat Allah.

Ucapan laknat ini mungkin terlalu sering kita dengar dari orang-orang di lingkungan kita dan sepertinya saling melaknat merupakan perkara yang biasa bagi sementara orang, padahal melaknat seorang Mukmin termasuk dosa besar. Tsabit bin Adl Dlahhak radhiallahu 'anhu berkata :

“Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : ‘Siapa yang melaknat seorang Mukmin maka ia seperti membunuhnya.’ ” (HR. Bukhari dalam Shahihnya 10/464)

Ucapan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam : ((“Fahuwa Kaqatlihi”/Maka ia seperti membunuhnya)) dijelaskan oleh Al Hafidh Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah dalam kitabnya Fathul Bari : “Karena jika ia melaknat seseorang maka seakan-akan ia mendoakan kejelekan bagi orang tersebut dengan kebinasaan.”Sebagian wanita begitu mudah melaknat orang yang ia benci bahkan orang yang sedang berpekara dengannya, sama saja apakah itu anaknya, suaminya, hewan atau selainnya.

Sangat tidak pantas bila ada seseorang yang mengaku dirinya Mukmin namun lisannya terlalu mudah untuk melaknat. Sebenarnya perangai jelek ini bukanlah milik seorang Mukmin, sebagaimana Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Bukanlah seorang Mukmin itu seorang yang suka mencela, tidak pula seorang yang suka melaknat, bukan seorang yang keji dan kotor ucapannya.” (HR. Bukhari dalam Kitabnya Al Adabul Mufrad halaman 116 dari hadits Abdullah bin Mas’ud radhiallahu 'anhu. Hadits ini disebutkan oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i hafidhahullah dalam Kitabnya Ash Shahih Al Musnad 2/24)

Dan melaknat itu bukan pula sifatnya orang-orang yang jujur dalam keimanannya (shiddiq), karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Tidak pantas bagi seorang shiddiq untuk menjadi seorang yang suka melaknat.” (HR. Muslim no. 2597)

Pada hari kiamat nanti, orang yang suka melaknat tidak akan dimasukkan dalam barisan para saksi yang mempersaksikan bahwa Rasul mereka telah menyampaikan risalah dan juga ia tidak dapat memberi syafaat di sisi Allah guna memintakan ampunan bagi seorang hamba. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Orang yang suka melaknat itu bukanlah orang yang dapat memberi syafaat dan tidak pula menjadi saksi pada hari kiamat.” (HR. Muslim dalam Shahihnya no. 2598 dari Abi Darda radhiallahu 'anhu)

Perangai yang buruk ini sangat besar bahayanya bagi pelakunya sendiri. Bila ia melaknat seseorang, sementara orang yang dilaknat itu tidak pantas untuk dilaknat maka laknat itu kembali kepadanya sebagai orang yang mengucapkan.

Imam Abu Daud rahimahullah meriwayatkan dari hadits Abu Darda radhiallahu 'anhu bahwasannya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Apabila seorang hamba melaknat sesuatu maka laknat tersebut naik ke langit, lalu tertutuplah pintu-pintu langit. Kemudian laknat itu turun ke bumi lalu ia mengambil ke kanan dan ke kiri. Apabila ia tidak mendapatkan kelapangan, maka ia kembali kepada orang yang dilaknat jika memang berhak mendapatkan laknat dan jika tidak ia kembali kepada orang yang mengucapkannya.”

Kata Al Hafidh Ibnu Hajar hafidhahullah tentang hadits ini : “Sanadnya jayyid (bagus). Hadits ini memiliki syahid dari hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu 'anhu dengan sanad yang hasan. Juga memiliki syahid lain yang dikeluarkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi dari hadits Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma. Para perawinya adalah orang-orang kepercayaan (tsiqah), akan tetapi haditsnya mursal.”

Ada beberapa hal yang dikecualikan dalam larangan melaknat ini yakni kita boleh melaknat para pelaku maksiat dari kalangan Muslimin namun tidak secara ta’yin (menunjuk langsung dengan menyebut nama atau pelakunya). Tetapi laknat itu ditujukan secara umum, misal kita katakan : “Semoga Allah melaknat para pembegal jalanan itu… .”

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam sendiri telah melaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambungkan rambutnya.

Beliau juga melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki dan masih banyak lagi. Berikut ini kami sebutkan beberapa haditsnya : “Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya (dengan rambut palsu/konde) dan wanita yang minta disambungkan rambutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya)

Beliau Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengabarkan :

“Allah melaknat wanita yang membuat tato, wanita yang minta dibuatkan tato, wanita yang mencabut alisnya, wanita yang minta dicabutkan alisnya, dan melaknat wanita yang mengikir giginya untuk tujuan memperindahnya, wanita yang merubah ciptaan Allah Azza wa Jalla.” (HR. Bukhari dan Muslim dari shahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu 'anhu)

“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhari dalam Shahihnya)

Dibolehkan juga melaknat orang kafir yang sudah meninggal dengan menyebut namanya untuk menerangkan keadaannya kepada manusia dan untuk maslahat syar’iyah. Adapun jika tidak ada maslahat syar’iyah maka tidak boleh karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Janganlah kalian mencaci orang-orang yang telah meninggal karena mereka telah sampai/menemui (balasan dari) apa yang dulunya mereka perbuat.” (HR. Bukhari dalam Shahihnya dari hadits ‘Aisyah radhiallahu 'anha)

Setelah kita mengetahui buruknya perangai ini dan ancaman serta bahayanya yang bakal diterima oleh pengucapnya, maka hendaklah kita bertakwa kepada Allah Ta’ala. Janganlah kita membiasakan lisan kita untuk melaknat karena kebencian dan ketidaksenangan pada seseorang. Kita bertakwa kepada Allah Ta’ala dengan menjaga dan membersihkan lisan kita dari ucapan yang tidak pantas dan kita basahi selalu dengan kalimat thayyibah. Wallahu a’lam bis shawwab.

(Dikutip dengan beberapa penambahan yang disesuaikan dari: MUSLIMAH Edisi 37/1421 H/2001 M Rubrik Akhlaq, MENJAGA LISAN DARI MELAKNAT Oleh : Ummu Ishaq Al Atsariyah. Terjemahan dari Kitab Nasihati lin Nisa’ karya Ummu Abdillah bintu Syaikh Muqbil Al Wadi’iyyah)
 

 

 
20 Kemuliaan di akhirat bagi hamba yang taat kepada Allah Swt. PDF Print E-mail
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Yusep Iskandar   
Monday, 02 August 2010 07:52


20 Kemuliaan di akhirat bagi hamba yang taat kepada Allah Swt.
 
Jika seorang hamba taat kepada-Nya dan selalu menggunakan waktunya untuk beribadah, serta selama hayatnya menekuni dan mengikuti jalan ini, niscaya dia akan menemukan empat puluh kemuliaan. Dua puluh kemuliaan diperoleh di dunia, dan dua puluh kemuliaan dia temukan di akhirat kelak.

Adapun dua puluh contoh kemuliaan di akhirat itu adalah sebagai berikut:

1. Allah Swt. memudahkannya pada saat sakaratul maut (mendekati ajal)

2. Tetap dalam makrifat dan iman

3. Allah Swt. melimpahkan kemenangan, kekuatan, kesenangan, kegembiraan dan keamanan

4. Kekal di dalam surga dan dekat dengan Yang Maha Pengasih

5. Ruhnya diiringi ke langit dengan penuh penghormatan

6. Selamat dari fitnah pertanyaan kubur, sehingga aman dari siksa kubur

7. Kuburnya diluaskan dan disinari

8. Jiwa dan ruhnya disayangi dan dimuliakan

9. Digiring ke padang mahsyar dengan kemuliaan dan kehormatan

10. Wajahnya bersinar dan berseri-seri

11. Selamat dari bencana hari kiamat

12. Buku catatan amalnya diberikan dengan tangan kanan

13. Kemudahan dalam perhitungan amal

14. Timbangan kebaikannya diberatkan

15. Dihadirkan telaga yang pernah diberikan kepada Nabi Muhammad Saw.

16. Mudah melewati shirath (jembatan) dan selamat dari api neraka yang menyala-nyala

17. Mampu memberikan syafaat, sebagaimana syafaat yang diberikan oleh para Nabi dan Rasul pada hari kiamat

18. Kekal di surga selamanya

19. Menerima keridhaan yang agung dari Allah Swt.

20. Bertemu dengan Allah Swt,. Tuhan semesta alam, Yang Tiada awal dan akhir

 

Keterangan:

Dikutip dari kitab minhajul 'aabidin karya Imam Ghazali

 
« StartPrev12345678NextEnd »

Page 8 of 8

Who's Online

We have 72 guests online

SERUAN ISLAMI

TSJS
TSJS
Salam Online
Alif
SO

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday78
mod_vvisit_counterYesterday445
mod_vvisit_counterThis week523
mod_vvisit_counterLast week3130
mod_vvisit_counterThis month7159
mod_vvisit_counterLast month0
mod_vvisit_counterAll days603560

Online (20 minutes ago): 11
Your IP: 54.226.76.27
,
Today: Feb 25, 2018
Visitors Counter

Tips Islami

TIPS CARA MENGHAFAL NAMA-NAMA BULAN
DALAM PENANGGALAN ISLAM
:

Berdasarkan kata-kunci SUKU-KATA
dari Awal huruf nama bulan
(* untuk memudahkan,
hafalkan suku-kata per 2 bulan) :

Mu Sho, Rob-Rob, Jum-Jum,
Ro Sya, Rom Sya & Zul Zul


--» MUharrom SHOfar;
ROBiul awal -ROBi`ul akhir;
JUMadil awal - JUMadil akhir;
ROjab SYA`ban; ROMadhon SYAwal
& ZULqoidah ZULhijjah

@ Mudah kan?

»» Yuk Kita Hafalin (selagi kena
macet di jalan) dan
Diamalin (ajarkan teknik
hafalan ini kepada anak,
keluarga & teman2
sebagai da'wah) !

Seri Poster Islami

Jadwal Imsakiyah
2016 Qirsa

Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa - Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa

SERI DOA HARIAN RAMADHAN

 

 

Kalender Islam

Jadwal Sholat

Peringatan Ayat Quran




Powered by Pandji Kiansantang.