Artikel Qirsa

Search

Created by :

Pandji Kiansantang
Since 5 August 2010

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
PandjiKiansantang@gmail.com

Twitter :
@inspirasipanji


Other Websites

 

>> PandjiKiansantang.com <<
WebsiteTulisan Inspirasi
Pandji Kiansantang

 

>> Proklamasi1945.com <<
Segala hal tentang Proklamasi
Kemerdekaan dan Revolusi
Indonesia 1945-1950


Artikel Qirsa
Agama Thermometer PDF Print E-mail
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Yusep Iskandar   
Monday, 02 August 2010 07:58

Agama Thermometer


al-islahonline.com : Thermometer menunjuk angka 30 derajat Celcius sebelum AC dinyalakan. Beberapa menit kemudian suhu udara mulai menurun dan penunjukan thermometer juga mulai menurun, 29, 28, 27, 26, 25, 24, 23, 22, dan terus menurun sesuai suhu udara dalam ruangan ber AC tersebut. Begitulah thermometer menunjukkan angka sesuai suhu lingkungan, hakekatnya thermometer hanya mengikuti kea-daan lingkungan.

Sementara itu, AC bekerja keras untuk mengkondisikan udara agar sesuai dengan suhu yang diinginkan. Bila Suhu luar semakin panas, semakin keras pula AC bekerja, dan bila suhu lingkungan belum sesuai dengan suhu yang diinginkan maka AC akan tetap bekerja, bila suhu ruangan sudah dingin, maka mesin AC mulai tenang dan damai.

Begitulah AC bekerja, menstabilkan suhu ruangan agar tetap nyaman untuk ditempati, sehingga sekarang ini tidak ada satu gedung perkantoranpun yang tanpa dipasangi AC, mereka akan lebih produktif bekerja dengan menggunakan AC, mereka senang dengan adanya AC, walaupun terik matahari menghujam ke gedung-gedung dan panas yang dihasilkan oleh mesin-mesin mobil mempertinggi suhu lingkungan, tetapi suhu dalam ruangan tetap dingin dan nyaman untuk digunakan bekerja. Tentu untuk mendinginkan suhu ruangan tersebut tidak bisa menggunakan thermometer, karena thermometer hanya sebagai pak turut terhadap suhu lingkungan bukan mengkondisikan. Harus AC.

Al-Qur?an, diturunkan ke dunia ini untuk mengkondisikan keadaan sosial dunia, merubah kondisi dunia dari keburukan menuju kebaikan, dari kekacauan menuju kedamaian, hampir seperti tujuan diciptakannya AC. Al-Qur?an diturunkan ke dunia ini bukan seperti Thermometer, yang hanya mengikuti keadaan sosial dunia. Tetapi, saat ini justru ada kelompok orang yang menjadikan Al-Qur?an berfungsi seperti Thermometer, Jaringan Islam Liberal (JIL) adalah salah-satunya, JIL menginginkan Al-Qur?an fleksible seperti thermometer, mengikuti keadaan dunia, artinya Al-Qur?an hanya dipakai sebagai stempel dari kondisi dunia ini, bila dunia ingin keburukan, Al-Qur?an dipaksa untuk membenarkannya, tentu agama seperti ini patut disebut sebagai Agama Thermometer.

Allah SWT berfirman :

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu... QS. 33:59

Last Updated on Monday, 02 August 2010 08:01
Read more...
 
Menjaga Lisan dari Mengutuk dan Melaknat PDF Print E-mail
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Yusep Iskandar   
Monday, 02 August 2010 07:56

Menjaga Lisan dari Mengutuk dan Melaknat       


 Kata laknat yang sudah menjadi bagian dari bahasa Indonesia memiliki dua makna dalam bahasa Arab yaitu bermakna mencerca, yang kedua  bermakna pengusiran dan penjauhan dari rahmat Allah.

Ucapan laknat ini mungkin terlalu sering kita dengar dari orang-orang di lingkungan kita dan sepertinya saling melaknat merupakan perkara yang biasa bagi sementara orang, padahal melaknat seorang Mukmin termasuk dosa besar. Tsabit bin Adl Dlahhak radhiallahu 'anhu berkata :

“Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : ‘Siapa yang melaknat seorang Mukmin maka ia seperti membunuhnya.’ ” (HR. Bukhari dalam Shahihnya 10/464)

Ucapan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam : ((“Fahuwa Kaqatlihi”/Maka ia seperti membunuhnya)) dijelaskan oleh Al Hafidh Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah dalam kitabnya Fathul Bari : “Karena jika ia melaknat seseorang maka seakan-akan ia mendoakan kejelekan bagi orang tersebut dengan kebinasaan.”Sebagian wanita begitu mudah melaknat orang yang ia benci bahkan orang yang sedang berpekara dengannya, sama saja apakah itu anaknya, suaminya, hewan atau selainnya.

Sangat tidak pantas bila ada seseorang yang mengaku dirinya Mukmin namun lisannya terlalu mudah untuk melaknat. Sebenarnya perangai jelek ini bukanlah milik seorang Mukmin, sebagaimana Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Bukanlah seorang Mukmin itu seorang yang suka mencela, tidak pula seorang yang suka melaknat, bukan seorang yang keji dan kotor ucapannya.” (HR. Bukhari dalam Kitabnya Al Adabul Mufrad halaman 116 dari hadits Abdullah bin Mas’ud radhiallahu 'anhu. Hadits ini disebutkan oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i hafidhahullah dalam Kitabnya Ash Shahih Al Musnad 2/24)

Dan melaknat itu bukan pula sifatnya orang-orang yang jujur dalam keimanannya (shiddiq), karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Tidak pantas bagi seorang shiddiq untuk menjadi seorang yang suka melaknat.” (HR. Muslim no. 2597)

Pada hari kiamat nanti, orang yang suka melaknat tidak akan dimasukkan dalam barisan para saksi yang mempersaksikan bahwa Rasul mereka telah menyampaikan risalah dan juga ia tidak dapat memberi syafaat di sisi Allah guna memintakan ampunan bagi seorang hamba. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Orang yang suka melaknat itu bukanlah orang yang dapat memberi syafaat dan tidak pula menjadi saksi pada hari kiamat.” (HR. Muslim dalam Shahihnya no. 2598 dari Abi Darda radhiallahu 'anhu)

Perangai yang buruk ini sangat besar bahayanya bagi pelakunya sendiri. Bila ia melaknat seseorang, sementara orang yang dilaknat itu tidak pantas untuk dilaknat maka laknat itu kembali kepadanya sebagai orang yang mengucapkan.

Imam Abu Daud rahimahullah meriwayatkan dari hadits Abu Darda radhiallahu 'anhu bahwasannya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Apabila seorang hamba melaknat sesuatu maka laknat tersebut naik ke langit, lalu tertutuplah pintu-pintu langit. Kemudian laknat itu turun ke bumi lalu ia mengambil ke kanan dan ke kiri. Apabila ia tidak mendapatkan kelapangan, maka ia kembali kepada orang yang dilaknat jika memang berhak mendapatkan laknat dan jika tidak ia kembali kepada orang yang mengucapkannya.”

Kata Al Hafidh Ibnu Hajar hafidhahullah tentang hadits ini : “Sanadnya jayyid (bagus). Hadits ini memiliki syahid dari hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu 'anhu dengan sanad yang hasan. Juga memiliki syahid lain yang dikeluarkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi dari hadits Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma. Para perawinya adalah orang-orang kepercayaan (tsiqah), akan tetapi haditsnya mursal.”

Ada beberapa hal yang dikecualikan dalam larangan melaknat ini yakni kita boleh melaknat para pelaku maksiat dari kalangan Muslimin namun tidak secara ta’yin (menunjuk langsung dengan menyebut nama atau pelakunya). Tetapi laknat itu ditujukan secara umum, misal kita katakan : “Semoga Allah melaknat para pembegal jalanan itu… .”

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam sendiri telah melaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambungkan rambutnya.

Beliau juga melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki dan masih banyak lagi. Berikut ini kami sebutkan beberapa haditsnya : “Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya (dengan rambut palsu/konde) dan wanita yang minta disambungkan rambutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya)

Beliau Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengabarkan :

“Allah melaknat wanita yang membuat tato, wanita yang minta dibuatkan tato, wanita yang mencabut alisnya, wanita yang minta dicabutkan alisnya, dan melaknat wanita yang mengikir giginya untuk tujuan memperindahnya, wanita yang merubah ciptaan Allah Azza wa Jalla.” (HR. Bukhari dan Muslim dari shahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu 'anhu)

“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhari dalam Shahihnya)

Dibolehkan juga melaknat orang kafir yang sudah meninggal dengan menyebut namanya untuk menerangkan keadaannya kepada manusia dan untuk maslahat syar’iyah. Adapun jika tidak ada maslahat syar’iyah maka tidak boleh karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Janganlah kalian mencaci orang-orang yang telah meninggal karena mereka telah sampai/menemui (balasan dari) apa yang dulunya mereka perbuat.” (HR. Bukhari dalam Shahihnya dari hadits ‘Aisyah radhiallahu 'anha)

Setelah kita mengetahui buruknya perangai ini dan ancaman serta bahayanya yang bakal diterima oleh pengucapnya, maka hendaklah kita bertakwa kepada Allah Ta’ala. Janganlah kita membiasakan lisan kita untuk melaknat karena kebencian dan ketidaksenangan pada seseorang. Kita bertakwa kepada Allah Ta’ala dengan menjaga dan membersihkan lisan kita dari ucapan yang tidak pantas dan kita basahi selalu dengan kalimat thayyibah. Wallahu a’lam bis shawwab.

(Dikutip dengan beberapa penambahan yang disesuaikan dari: MUSLIMAH Edisi 37/1421 H/2001 M Rubrik Akhlaq, MENJAGA LISAN DARI MELAKNAT Oleh : Ummu Ishaq Al Atsariyah. Terjemahan dari Kitab Nasihati lin Nisa’ karya Ummu Abdillah bintu Syaikh Muqbil Al Wadi’iyyah)
 

 

 
20 Kemuliaan di akhirat bagi hamba yang taat kepada Allah Swt. PDF Print E-mail
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Yusep Iskandar   
Monday, 02 August 2010 07:52


20 Kemuliaan di akhirat bagi hamba yang taat kepada Allah Swt.
 
Jika seorang hamba taat kepada-Nya dan selalu menggunakan waktunya untuk beribadah, serta selama hayatnya menekuni dan mengikuti jalan ini, niscaya dia akan menemukan empat puluh kemuliaan. Dua puluh kemuliaan diperoleh di dunia, dan dua puluh kemuliaan dia temukan di akhirat kelak.

Adapun dua puluh contoh kemuliaan di akhirat itu adalah sebagai berikut:

1. Allah Swt. memudahkannya pada saat sakaratul maut (mendekati ajal)

2. Tetap dalam makrifat dan iman

3. Allah Swt. melimpahkan kemenangan, kekuatan, kesenangan, kegembiraan dan keamanan

4. Kekal di dalam surga dan dekat dengan Yang Maha Pengasih

5. Ruhnya diiringi ke langit dengan penuh penghormatan

6. Selamat dari fitnah pertanyaan kubur, sehingga aman dari siksa kubur

7. Kuburnya diluaskan dan disinari

8. Jiwa dan ruhnya disayangi dan dimuliakan

9. Digiring ke padang mahsyar dengan kemuliaan dan kehormatan

10. Wajahnya bersinar dan berseri-seri

11. Selamat dari bencana hari kiamat

12. Buku catatan amalnya diberikan dengan tangan kanan

13. Kemudahan dalam perhitungan amal

14. Timbangan kebaikannya diberatkan

15. Dihadirkan telaga yang pernah diberikan kepada Nabi Muhammad Saw.

16. Mudah melewati shirath (jembatan) dan selamat dari api neraka yang menyala-nyala

17. Mampu memberikan syafaat, sebagaimana syafaat yang diberikan oleh para Nabi dan Rasul pada hari kiamat

18. Kekal di surga selamanya

19. Menerima keridhaan yang agung dari Allah Swt.

20. Bertemu dengan Allah Swt,. Tuhan semesta alam, Yang Tiada awal dan akhir

 

Keterangan:

Dikutip dari kitab minhajul 'aabidin karya Imam Ghazali

 
« StartPrev123456789NextEnd »

Page 9 of 9

Who's Online

We have 53 guests online

SERUAN ISLAMI

TSJS
TSJS
Salam Online
Alif
SO

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday312
mod_vvisit_counterYesterday581
mod_vvisit_counterThis week893
mod_vvisit_counterLast week5671
mod_vvisit_counterThis month17277
mod_vvisit_counterLast month20603
mod_vvisit_counterAll days698844

Online (20 minutes ago): 8
Your IP: 54.81.76.247
,
Today: Jul 23, 2018
Visitors Counter

Tips Islami

TIPS CARA MENGHAFAL NAMA-NAMA BULAN
DALAM PENANGGALAN ISLAM
:

Berdasarkan kata-kunci SUKU-KATA
dari Awal huruf nama bulan
(* untuk memudahkan,
hafalkan suku-kata per 2 bulan) :

Mu Sho, Rob-Rob, Jum-Jum,
Ro Sya, Rom Sya & Zul Zul


--» MUharrom SHOfar;
ROBiul awal -ROBi`ul akhir;
JUMadil awal - JUMadil akhir;
ROjab SYA`ban; ROMadhon SYAwal
& ZULqoidah ZULhijjah

@ Mudah kan?

»» Yuk Kita Hafalin (selagi kena
macet di jalan) dan
Diamalin (ajarkan teknik
hafalan ini kepada anak,
keluarga & teman2
sebagai da'wah) !

Seri Poster Islami

Jadwal Imsakiyah
2016 Qirsa

Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa - Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa

SERI DOA HARIAN RAMADHAN

 

 

Kalender Islam

Jadwal Sholat

Peringatan Ayat Quran




Powered by Pandji Kiansantang.