Artikel Qirsa

Search

Created by :

Pandji Kiansantang
Since 5 August 2010

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
PandjiKiansantang@gmail.com

Twitter :
@inspirasipanji


Other Websites

 

>> PandjiKiansantang.com <<
WebsiteTulisan Inspirasi
Pandji Kiansantang

 

>> Proklamasi1945.com <<
Segala hal tentang Proklamasi
Kemerdekaan dan Revolusi
Indonesia 1945-1950


Artikel Qirsa
"MAAF TUHAN, SAYA SEDANG LIBURAN ": Bersyukur dalam Traveling PDF Print E-mail
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Administrator   
Tuesday, 02 August 2016 08:30

"MAAF TUHAN, SAYA SEDANG LIBURAN ": Bersyukur dalam Traveling
(*Sebuah renungan untuk menasehati diri saya sendiri yang semoga bermanfaat bagi orang lain)
oleh Pandji Kiansantang

Hampir jam 5 pagi suara adzan Subuh terdengar syahdu di keheningan Pulau Pahawang,. Sepagi itu sudah terlihat aktivitas dari warga setempat yang mempersiapkan buka warung. Tampak dari rumah homestay, beberapa wisatawan muda berhijab keluar untuk shalat Subuh berjamaah di musholla.

Tapi pada dini hari ini kebanyakan wisatawan masih tidur lelap terbuai mimpi. Kontras dengan pemandangan tadi malam dimana puluhan orang hangout di pantai sampai larut malam.

Pahawang, pulau kecil di Lampung Selatan , yg dalam 5 tahun menjadi buah bibir para wisatawan domestik, terutama karena lokasi2 snorkeling yg menawan. Wisatawan menjulukinya "Pahawang, "a piece of paradise", sekeping Surga".

"Surga di dunia" : pulau tropis yg indah, adalah simbol pesona Daerah Tujuan Wisata. "Pulau Dewata" Bali adalah contoh idealnya. Pahawang dan pulau2 lainnya adalah "Bali-bali kecil" yang menjadi magnet bagi "wisatawan domestik" (Wisdom) maupun "wisatawan mancanegara" (wisman).Walaupun jauh, tapi berbondong2 orang kota mendatanginya utk re-freshing, melepaskan stress dari beban kehidupan. "Escapade to Paradise"

Tapi suasana Subuh di Pahawang juga menceritakan sisi lain gaya hidup (lifestyle) wisatawan di lokasi wisata. Tanpa bermaksud menghakimi, ini juga merupakan gambaran  perilaku sebagian wisatawan muslim ketika Traveling.

Banyaknya "godaan liburan", membuat mereka yang taat beribadah  di tempat asalnya, "berlibur" juga ibadahnya ketika sampai di tempat liburan. Mereka meninggalkan shalat dengan alasan musafir. Dengan alasan keakraban, ada yang ikut2an teman perjalanan yg nonmuslim utk minum bir dan makan masakan yang tak halal. Bisa dibilang,  kecuali yang memakai hijab, terlepas identitas mereka sebagai seorang muslim.

Padahal sebelumnya Kita rajin berdoa agar kita dikarunai rezeki, termasuk untuk traveling. Sesaat sebelum berangkat traveling, kita masih berdoa utk keselamatan. Semua ibadah dilaksanakan sampai...  tiba di lokasi traveling. Kita bukan hanya liburan dari bekerja, tapi juga "liburan dari Ibadah." Seakan-akan Doa  diganti dengan foto narsis dan selfie, sajadah berganti tongsis, zikir berganti tawa canda dengan teman-teman. Tiada yang salah dengan bersenang-senang. Yang salah adalah ketika kita melupakan yang mengkaruniakan kita kesempatan dan rezeki untuk bersenang-senang, yaitu Tuhan.

"Hidup adalah Perjalanan", tentunya kita semua tahu itu. Yang sering kita tidak sadar, bahwa kita-lah SANG MUSAFIR dalam perjalanan itu. Kita ambil contoh bahwa perjalanannya adalah MENDAKI GUNUNG seperti yang banyak dilakukan oleh pecinta alam ke Gunung Semeru, Gunung Gede, Gunung Rinjani sampai puncak tertinggi di Jayawijaya, Papua.

Perjalanan kita sebagai "Pendaki" (Climber) akan diwarnai suka-duka serta akan mengalami banyak hambatan selama perjalanan, seperti cuaca dingin yang membeku,  hujan deras, angin besar, jalan yang curam dan terjal, jurang yang menghadang dan sebagainya. Selalu ada resiko untuk cedera dan celaka. Tapi setelah tiba di Puncak gunung, semua jerih payah akan terbayar lunas. Melihat matahari terbit dan alam sekeliling dari puncak gunung adalah pemandangan spektakuler yang takkan dapat digambarkan dengan kata-kata.

Kalau kita anggap bahwa "Puncak Gunung" adalah lokasi tujuan wisata, seperti Bali atau Pahawang, layakkah kita berperilaku seperti ini : sepanjang pendakian kita berdoa untuk keselamatan kita. Tapi setelah sampai di Puncak, justru kita LUPA DIRI dan LUPA TUHAN. Lupakah kita bahwa setelah menikmati puncak gunung, kita harus pulang, yang artinya harus turun gunung dengan perjalanan yang juga memiliki resiko cedera dan celaka? Masihkan kita berani tidak berdoa untuk keselamatan kita? Kadang-kadang turun gunung lebih berbahaya dari mendakinya  karena stamina sudah drop karena keletihan,apalagi jika hujan deras yang menyebabkan jalan licin yang dapat membuat kita terpeleset jatuh. Masih kita berani melupakan Tuhan dengan tidak berdoa?

Gambaran di atas menunjukkan bahwa seharusnya kita selalu bersyukur, berdoa dan beribadah di setiap waktu dan di setiap tempat... di mana saja dan kapan saja... termasuk ketika liburan.

Justru di tempat wisata, kita harus LEBIH BANYAK BERSYUKUR bahwa kita termasuk "orang beruntung" yang dikaruniai Tuhan dalam Kesehatan, Waktu luang dan Rezeki uang untuk dapat Traveling. Alhamdulillah bisa dapat Traveling !

(*Renungan Pandji Kiansantang di Pulau Pahawang, Lampung Selatan, Ahad 31 Juli 2016 jam 7 pagi)

Last Updated on Tuesday, 02 August 2016 08:39
 
KUNCI SUKSES ZIARAH WALISONGO PDF Print E-mail
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Administrator   
Wednesday, 13 July 2016 13:57

oleh Pandji Kiansantang :

 

1) Pemilihan waktu yg tepat : yang terbaik adalah sesudah Lebaran dimana peziarah tidak membludak dan jalanan relatif sepi : nyaman dalam perjalanan,

2) Awali dengan Luruskan Niat untuk Ziarah Wali : lillahi ta'ala, jangan "ngalap berkah" dan minta dari manusia sekalipun Wali atau 'makam keramat",
yg akan jatuh pada syiriq : suatu dosa maha besar. Waspadalah!

3) Pelajari dulu sejarah dan info ttg tempat yg akan dikunjungi sehingga kita lebih paham dan apresiatif,

4) Selain ke Makam2 para Wali, harus kunjungi dan shalat di Masjid Demak sebagai Masjid jami pertama di Pulau Jawa  yang dibangun para Wali. Di luar Demak, sempatkan Shalat di Masjid yg ada di sekitar komplek makam (Tahiyatul Masjid dan Shalat Wajib} : Cinta Masjid, jangan tinggalkan Shalat utk ziarah,

5) Abadikan momen penting ini dg Berfoto secukupnya 1-2 X saja TANPA Blitz/Flash dan suara (Perhatikan : ada larangan berfoto/mengambil gambar di Masjid Demak dan makam2 tertentu). Di Menara Kudus ada jasa foto sekali jadi cetak. Mintalah softcopy-nya dg bawa USB sendiri,

6) Rencanakan apa yg akan kita lakukan ketika berziarah di makam : jangan ikut2an peziarah yg tahlil dan berdoa berjamaah karena bisa makan banyak waktu. Bacalah Doa utk mendoakan sang Wali dan agar kita dapat meneladani perilaku sang Wali, seperti Sunan Drajat yg menekankan membantu kaum dhuafa,

7) Bersikaplah hormat dan jaga perilaku di antara lingkungan makam (banyak nisan) : ucapkan "Assalamualaikum ya Ahli Qubur" dan jangan injak batu nisan sembarangan,

8) Bersikaplah khidmat dan khusyu : esenzi ziarah kubur adalah Ingat Mati & meminimalkan Cinta Dunia serta Bersyukur pada Nikmat karunia Kehidupan,  Umur, Kesehatan dan Rezeki yg memungkinkan kita berziarah),

9) Belilah "memorabilia" suvenir cenderamata (seperti gantungan kunci, kaos) dari SETIAP lokasi yg dikunjungi : khas yg takkan bisa dibeli di tempat lain,

10) Bawa perlengkapan shalat, kantung plastik utk bawa sandal yg harus dilepas (kalau ditaruh di depan pintu makam beresiko hilang). Jika ramai peziarah, jagalah dompet dan barang2 berharga Anda. Di beberapa tempat dipasang papan peringatan tentang resiko pencopetan dan pencurian. Janganlah jadi korban kejahatan,

11) Siapkan uang Shadaqah karena pada hampir pada semua makam Wali ada Kotak Amal bagi Peziarah. Di beberapa tempat, banyak pengemis, jika ingin derma siapkan uang receh, tapi ada resiko akan dikerubungi dan dikejar2 pengemis,

12) Catat Inspirasi dari setiap makam yg diziarahi dan buat RENCANA TINDAKAN seperti Perilaku para Wali yg akan diteladani utk memperbaiki hidup kita --> Jadikan Ziarah Wali Songo ini sebagai Perjalanan yang Insya Allah dapat "mengubah hidup" (Life-changing journey).



*** "Wisata Ziarah Lebaran" Hari ke-4 (Terakhir) oleh Pandji Kiansantang & Amalia, Surabaya, Selasa 12 Juli 2016 (7 Syawal 1437 Hijriah).

Last Updated on Wednesday, 13 July 2016 14:03
 
Selamat Menuntaskan Ibadah Puasa Ramadhan & Merayakan «Hari Kemenangan» Idul Fitri 1 Syawal 1437 H PDF Print E-mail
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Administrator   
Thursday, 30 June 2016 17:27

Last Updated on Thursday, 30 June 2016 17:38
 
“SEMANGAT RAMADHAN 210” PDF Print E-mail
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Administrator   
Thursday, 30 June 2016 11:27

Taushiyah Buka Puasa Bersama Karyawan Summarecon Unit Corporate
pada Jum’at 24 Juni 2016 (19 Ramadhan 1437 H)

 

“SEMANGAT RAMADHAN 210”

 

Oleh : Pandji Kiansantang

 

Arti 2-1-0 : Kami (We) - Anda (You) – Saya (I)

MAKNA ANGKA 2 : KAMI

Segala sesuatu diciptakan Berpasang2an : Langit-Bumi, Siang-Malam, Hidup-Mati, Pria-Wanita, dll.

Firman Allah SWT : “Dan dari tiap-tiap sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat kebesaran Allah.”

(Al-Qur'an, Surah Az-Zaariyaat : 49)

Habluminannas (Hubungan antara sesama manusia)

 

Kesadaran pada Kebersamaan "TEMAN Bicara" (bukan "LAWAN Bicara") yang sederajat : Suami-Istri, Orangtua-Anak, Atasan-Bawahan)

--> WE = TEAMWORK

- gotong royong

- kebersamaan

- silaturrahim

Budaya Summarecon :

a) Mengutamakan kepentingan tim dan perusahaan

b) Rendah hati, saling menghargai dan komunikatif

yang diutamakan adalah team-player.

Bersama.. KAMI Bisa !

TEAM: Together Everyone Achieve More

Bersama Semua Mencapai Lebih

 

MAKNA ANGKA 1 : ANDA (KAMU)

Angka 1 (SATU): dalam perspektif Barat yg individualis :

I (Saya) dalam Bahasa Inggris : orientasi ke-AKu-an (Ego sentris).

Berbeda dlm perspektif Agama dan Budaya Timur :

Angka 1 melambangkan sesuatu di luar kita yang

kita pentingkan "VVIP" :

a) Tuhan

b) VVIP(Very Very Important Person) : 1 orang yang kita anggap sangat penting bagi kesuksesan dan kebahagiaan kita :

- Customer

- Atasan

- Orang tua

- Suami, Istri

Cara memperlakukan VVIP :

Jangan "Duakan"

Fokus perhatikan ketika sedang berbicara

Berusaha untuk mengerti sebelum dimengerti

 

MAKNA ANGKA 0 : SAYA

Angka 0 (NOL) atau kosong : Angka ISTIMEWA dalam Matematika :

a) Angka sebesar apapun kalau dikalikan Nol pasti akan melebur dengannya : HABIS alias kembali lagi jadi Nol

b) Angka sebesar apapun kalau dibagi Nol menjadi besar tak terhingga. Sebaliknya jika angka 0 dibagi angka lainnya hasilnya PASTI NOL

c) Angka 0 kalau ditambahkan atau dikurangi, tidak akan mempengaruhi angka tsb (tetap sama: Netral)

--> HEBAT, Tidak ada yg bisa seperti itu selain angka 0.

Angka 0 bukanlah angka sepele yg tidak bernilai

karena sangat dibutuhkan dalam matematika :

kadang menguatkan, melemahkan, atau netral

--> Filosofi angka 0 dalam kehidupan sehari-hari : Simbol "Angka Istimewa" yg LOW PROFILE.

Fakta : Angka sebesar apapun kalau

di-PANGKATkan 0 pasti jadi 1.

Misal : 100 milyar dipangkatkan 0 hasilnya pasti angka 1

--> Filosofinya : janganlah kita SOMBONG dengan pangkat yang kita miliki, karena sesungguhnya kita 1 (sesama manusia)

*Bentuk angka 0 : SEPERTI telur (asal usul kehidupan "fitrah manusia")

Maknanya "Hampa, kosong, tapi punya nilai" --> Hilangkan Ego kesombongan pribadi : Rendah hati sebagai hamba Tuhan yg tak ada apa2nya.

Dihadapan Tuhan, kita bukanlah siapa2, we are NOTHING :

*Nol dlm bahasa Inggris khususnya dalam pertadingan Tennis disebut : LOVE = Cinta Kasih

*Angka 0 adalah Satu2nya ANGKA yg bentuknya sama dg HURUF, yaitu huruf O

ucapan Ooo : lambang ketidaktahuan kita

0 CELCIUS : titik beku (frozen) yang membuat semuanya tak bergerak.

Ada yang mengatakan “Angka 1-9 adalah milik manusia, sedangkan angka 0 adalah milik Tuhan

 

Perspektif Spritual angka 0:

Dalam beribadah, seharusnya manusia MENGOSONGKAN alam pikirannya dari berbagai hal agar FOKUS ditujukan semata-mata pada Tuhan : TITIK NOL

Pada pikiran yang Nol, manusia tidak lagi memikirkan angan-angan dan hawa nafsu sehingga mampu melepaskan diri dari belenggu keduniaan untuk BERSERAH DIRI sepenuhnya pada Allah SWT.

 caranya dengan : shalat, zikir, merenung, dll

 

GOOD – GOD = 0

(Kebaikan tanpa Tuhan = NOL)

Semua perbuatan baik harus karena Tuhan

(Lillahi ta’ala), jika tidak akan sia sia.

Ramadhan menjadikan Manusia kembali TITIK NOL :

mulai dari awal - Idul Fitri : kembali ke Fitrah

Puasa : Menghapus Dosa Bagaikan Lahir Kembali

ibadah yang sempurna pada bulan puasa akan menjadikan seorang muslim

suci kembali bagaikan bayi yang baru lahir.

Sesuai Hadist Shahih:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan introspeksi,

maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)

“Shalat lima waktu, dari jumat ke jumat, Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

Setelah 1 bulan berpuasa, umat Islam merayakan Hari Raya IDUL FITRI yang artinya "kembali ke fitrah kesucian Ulama salaf lainnya mengatakan kepada sebagian saudaranya ketika melaksanakan shalat ‘iedul fitri :

“Hari ini suatu kaum telah kembali dalam keadaan

sebagaimana ibu mereka melahirkan mereka.”

 

KESIMPULAN

Mari kita manfaatkan bulan suci Ramadhan ini dengan “semangat 210” :

2 : Semangat TEAMWORK dengan menyadari bahwa kita merupakan bagian dari tim dan harus meningkatkan kebersamaan dan silaturrahim.

1 : Semangat PEDULI dan memperhatikan orang lain termasuk orang tua dan suami/istri.

0 : Semangat untuk MENGECILKAN EGO: merendahkan diri di hadapan Tuhan dan rendah hati pada sesama manusia

 

Last Updated on Thursday, 30 June 2016 11:49
 
"BUKU 10 KEUTAMAAN JUM'AT" oleh QIRSA SMB PDF Print E-mail
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Administrator   
Wednesday, 29 June 2016 15:55

Oleh : QIRSA SMB


Hari Jumat adalah hari yang mulia, dan umat Islam di seluruh penjuru dunia memuliakannya. Keutamaan yang besar tersebut menuntut umat Islam untuk mempelajari petunjuk Rasulullah dan sahabatnya, bagaimana seharusnya menyambut hari tersebut agar amal kita tidak sia-sia dan mendapatkan pahala dari Allah ta’ala.

Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: “Hari ini dinamakan Jum’at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam’u yang berarti perkumpulan, karena umat
Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di tempat yang yang sangat besar dan luas (masjid). Allah SWT memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya.

Allah SWT berfirman:
ياا أايههاا الّذِي ا ن آ ا منوُا إذِاا نوُدِيا لِلصّلةِ مِنْ ياوْم الْجُمُعاةِ فااسْعاوْا إلِاى ذِكرِْ اللّهِ واذارُوا الْبايعْا ذالِكمُْ ا خيرٌْ لاكمُْ
إنِْ كنُتْمُْ تاعْلامُو ا ن

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS. 62:9)

Maksudnya, pergilah untuk melaksanakan shalat Jum’at dengan penuh ketenangan, konsentrasi dan sepenuh hasrat, bukan berjalan dengan cepatcepat,
karena berjalan dengan cepat untuk shalat itu dilarang. Al-Hasan Al-Bashri berkata: Demi Allah, sungguh maksudnya bukanlah berjalan kaki dengan cepat, karena hal itu jelas terlarang. Tapi yang diperintahkan adalah berjalan dengan penuh kekhusyukan dan sepenuh hasrat dalam hati. (Lihat
Tafsir Ibnu Katsir : 4/385-386).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Hari Jum’at adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan
Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab padahari Jum’at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan
Ramadhan. (Zadul Ma’ad: 1/398).

Berikut ini beberapa beberapa keutamaan-keutamaan serta amalan-amalan yang disyari’atkan pada hari jum’at. Semoga dengan kita memahami
keutamaan- nya, kita bisa lebih bersemangat untuk memaksimalkan dalam melaksanakan amalan-amalan yang di- syari’atkan pada hari itu, dan agar bisa meraih keutamaan-keutamaan tersebut.

Last Updated on Thursday, 30 June 2016 11:32
Read more...
 
« StartPrev123456789NextEnd »

Page 2 of 9

Who's Online

We have 12 guests online

SERUAN ISLAMI

TSJS
TSJS
Salam Online
Alif
SO

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday643
mod_vvisit_counterYesterday642
mod_vvisit_counterThis week643
mod_vvisit_counterLast week4031
mod_vvisit_counterThis month13206
mod_vvisit_counterLast month11772
mod_vvisit_counterAll days726523

Online (20 minutes ago): 5
Your IP: 54.198.52.82
,
Today: Sep 23, 2018
Visitors Counter

Tips Islami

TIPS CARA MENGHAFAL NAMA-NAMA BULAN
DALAM PENANGGALAN ISLAM
:

Berdasarkan kata-kunci SUKU-KATA
dari Awal huruf nama bulan
(* untuk memudahkan,
hafalkan suku-kata per 2 bulan) :

Mu Sho, Rob-Rob, Jum-Jum,
Ro Sya, Rom Sya & Zul Zul


--» MUharrom SHOfar;
ROBiul awal -ROBi`ul akhir;
JUMadil awal - JUMadil akhir;
ROjab SYA`ban; ROMadhon SYAwal
& ZULqoidah ZULhijjah

@ Mudah kan?

»» Yuk Kita Hafalin (selagi kena
macet di jalan) dan
Diamalin (ajarkan teknik
hafalan ini kepada anak,
keluarga & teman2
sebagai da'wah) !

Seri Poster Islami

Jadwal Imsakiyah
2016 Qirsa

Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa - Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa

SERI DOA HARIAN RAMADHAN

 

 

Kalender Islam

Jadwal Sholat

Peringatan Ayat Quran




Powered by Pandji Kiansantang.