Bagaimana Cara Menyambut Bulan Ramadhan?

Search

Created by :

Pandji Kiansantang
Since 5 August 2010

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
PandjiKiansantang@gmail.com

Twitter :
@inspirasipanji


Other Websites

 

>> PandjiKiansantang.com <<
WebsiteTulisan Inspirasi
Pandji Kiansantang

 

>> Proklamasi1945.com <<
Segala hal tentang Proklamasi
Kemerdekaan dan Revolusi
Indonesia 1945-1950


Islam di Indonesia

...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
Bagaimana Cara Menyambut Bulan Ramadhan? PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Administrator   
Wednesday, 11 August 2010 09:01

 madrasah ramadhan

Madrasah Ramadhan: Cara Menyambut dan Mengisi Bulan Ramadhan Agar Lebih Bermakna, Durus al-Masjid fi Ramadhan, Aidah Al-Qarni; Ibnu Junaidi, Yadi Indrayadi - - Jakarta: Qiathi Press, 2006. viii + 356 hlm.

Bagaimana Cara Menyambut Bulan Ramadhan?


Allah s.w.t. telah berfirman,

”Hai orang-orang yang beriman, diwajibabkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka orang diantara kamu yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Orang yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebaikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil. Karena itu, orang diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kekurangan bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagumkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. ” (QS.Al-Baqarah: 183-185)

    Saudaraku, telah datang kepada kalian bulan yang mulia dan tamu yang agung!

    Oleh karena itu, marilah kita hidup bersama Rasulullah s.a.w.! Marilah kita pelajari bagaimana Rasulullah s.a.w. menyambut bulan yang agung dan tamu yang mulia itu! Karena dialah yang ma’shum (terjaga dari kesalahan), dan seluruh perkataan dan perbuatannya dijadikan rujukan dan pedoman.

    Allah a.w.t. berfirman, ” Sungguh telah pada (diri) Rasuullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
 (QS. Al-Ahzab: 21)


    Alangkah beruntungnya orang yang mengikuti sunah Rasulullah dan menjadikan jejaknya sebagai petunjuk hidupnya. Dan alangkah meruginya orang yang mengucapkan sabda-sabda Nabi tetapi tidak mengikuti jejak dan sunnahnya.

    Sungguh, Nabi telah menyambut bulan Ramadhan dengan sambutan yang meriah.

    Dalam sebuah hadis disebutkan, ketika Rasulullah s.a.w. melihat Hilal, beliau mengucapkan,
”Ya Allah! Bulan Ramadhan telah datang, sedangkan kami dalam keadaan beruntung dan beriman, serta dalam keadaan selamat dan islam. Wahai hilal! Tuhanku dan tuhanmu adalah Allah. Dan sungguh, engkau adalah hilal yang baik dan telah memberi petunjuk kepada kami.”

    Alangkah antusiasnya Islam menyambut bulan Ramadhan! Sampai-sampai Rasulullah s.a.w. menyeruh kepada bulan dan langit, “Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.” tepat disaat orang-orang musyrik menyembah bulan dan menjadikannya Tuhan. Dengan demikian, seakan-akan Nabi bersabda kepada bulan, ”Wahai bulan! Engkau adalah mahluk seperti aku. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Engkau tidaklah mampu mendatangkan kemadharatan atau kemanfaatan, kematian atau kehidupan. Engkau tidak bisa memberikan reziki dan mengatur alam. Orang yang menyembah dan kesalahan yang sangat besar.”

    Ramadhan merupakan kesempatan yang sangat berharga. Di setiap malam pada bulan itu Alllah akan membebaskan 100 ribu orang yang berhak masuk neraka. Jika malam terakhir dari bulan Ramadhan tiba, Allah s.w.t. akan membebaskan manusia dari neraka sebanyak orang yang telah dibebaskan-nya sepanjang bulan Ramadhan.

    Adakah keutamaan lain yang melebihi keutamaan Ramadhan?

    Ibn Abbas r.a. berkata, ”Rasulullah s.a.w. adalah orang terbaik. Sedangkan waktu yang terbaik baginya di bulan Ramadhan adalah ketika Jibril menemuinya, lalu Jibril membacakan al-Qur’an kepada Rasulullah. Dan Sungguh Rasulullah s.a.w. adalah orang yang lebih baik daripada angin yang telah dikirim oleh Allah. Angin yang telah dikirim oleh Allah itu bisa dinamakan dengan angin ’Shaba’ (Angin Timur), atau angin ‘Nijdiyya’, yaitu angin yang bertiup sepoi-sepoi. Rasulullah s.a.w. adalah orang yang paling baik ketika berada di bulan Ramadhan. Rasulullah tidak pernah mengatakan ’tidak’ jika diminta sesuatu.

    Ketika memasuki bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memperbanyak amal kebijakkannya; beliau bersedekah, melakukan hal-hal yang baik, tersenyum ketika bertemu dengan kaum muslim, menyambung tali silahtuhrahmi, mengunjungi saudara-saudaranya, bersikap lembut, memberi dan berkorban.

    Beliau adalah manusia terbaik. Kebaikan dan keberaniannya tak tertandingi oleh siapa pun.
    
    Rasulullah juga seorang orator ulung yang kepandaiannya dalam berpidato tidak tertandingi oleh Qis’.

    Alangkah sempurnanya pribadi Rasulullah!

    Allah s.w.t. berfirman, ’Sungguh, engkau benar-benar berbudi pekerti mulia.’  (QS> Al-Qalam: 4)

    Allah s.w.t. juga berfirman, ’Maka disebabkan karena rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.’
 (QS. Ali ’Imran: 159)  

    Dalam ayat lain, Allah s.w.t. berfirman, ’Sungguh, telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kaum kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang yang mukmin.’ (Qs. At-Taubah: 128)”

    Maksudnya adalah bahwa Rasulullah s.a.w. telah menghususkan bulan Ramadhan untuk membaca Al-Qur’an. Dan para ulama telah memahami hal ini. mereka menghentikan kegiatan-kegiatan mereka seperti memberi fatwa, menghadiri majelis-majelis keilmuan, mengajar dan berbincang-bincang dengan orang lain. Mereka mengambil Al-Qur’an, lalu membacanya. Mereka mengoleskan Al-Qur’an di atas luka-luka yang ada di dalam dirinya. oleh karena itu, Tuhan bumi dan langit pun menyembuhkan mereka. Karena Al-Qur’an adalah obat, yang diturunkan pada malam Ramadhan dengan tujuan untuk menghidupkan kembali umat yang telah mati, untuk menuntun mata hati umat yang tidak dapat melihat lagi, untuk mengangkat kepala umat yang telah berpendam di dalam tanah.

    Di awal bulan Ramadhan, Nabi s.a.w. selalu menyampaikan kepada umatnya firman Tuhan mereka, ”Setiap perbuatan anak cucu Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya,” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

    Puasa merupakan Rahasia Allah. Tiada seorang pun yang mengetahui puasa yang Anda lakukan. Anda bisa saja makan atau minum sembunyi-sembunyi, akan tetapi Allah Maha Mengetahui segalanya.

    Adakah selain Allah yang mengetahui bahwa Anda telah minum, makan ataupun berhubungan badan dengan isteri Anda? Sungguh, dialah Penguasa kegelapan dan cahaya.

    Ketika kamu berduaan dengan wanita dan kegelapan

    Kemudian nafsumu mengajakmu melakukan hal-hal yang diharamkan

    Maka, malulah! Karena kamu telah dilihat Tuhan.

    Dan katakanlah kepada wanita itu, tuhan Sang Pencipta kegelapan benar-benar melihatku.
Shalat biasanya dilakukan secara berjamaah, zakat biasanya dilakukan di hadapan orang, dan haji biasanya dilakukan bersama banyak orang. Bagaimana dengan puasa? Subhanallah! Ketika puasa, Anda bisa saja bersembunyi lalu makan dan minum, sementara itu orang-orang menyangka bahwa Anda masih tetap berpuasa. Akan tetapi Allah mengetahui bahwa Anda tidak berpuasa. Karena itu, puasa merupakan rahasia antara Anda dan Allah.

    Perhatikanlah, betapa lembutnya redaksi yang digunakan Allah s.w.t. di atas., ”Karena dia meninggalkan makannan, minuman dan bahwa nafsunya demi Aku. Dia rela kelaparan demi Aku, dia rela kehausan karena Aku, dan dia mengharamkan untuk dirinya sendiri perbuatan bersenagn-senang dengan isterinya karena Aku. ” Lalu Rasulullah bersabda, ”Bau mulut orang yang sedang berpuasa lebih baik daripada harumnya minyak kasturi.”

    Setiap amal kebajikan akan dibalas dengan satu kebaikkan, atau akan dilipatgandakan hingga sepuluh sampai tujuh ratus, atau bahkan sampai kelipatan yang sangat banyak, kecuali puasa. Tiada seorang pun yang mengetahui besarnya pahala puasa kecuali Allah.

    Allah s.w.t. menyediakan satu pintu khusus di surga bagi orang-orang yang berpuasa. Orang-orang yang berpuasa akan masuk ke dalam surga, Allah akan mengambil mereka sudah berada di dalam surga, Allah akan memanggil mereka dengan suaranya sendiri, ”Makanlah wahai orang-orang yang tidak makan saat berpuasa! Minumlah orang-orang yang tidak minum saat berpuasa! Dan bersenang-senanglah pada bidadari wahai orang-orang yang tidak bersenang-senang dengan istrinya pada saat berpuasa!”

    Sahal Ibn Sa’ad meriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda,
”Di surga dan satu pintu yang diberi nama dengan pintu ’ar Rayyan’. Jika mereka telah masuk, pintu itu akan ditutup kembali, sehingga tidak ada orang lain selain mereka yang masuk ke Surga melalui pintu itu,”  (HR. Al-Bakhari dan Muslim)

    Abu Sa’id al-Khudri meriwayatkan bahwa Rasululaah s.a.w. bersabda, ”Orang yang berpuasa satu hari saat berjuang di jalan Allah, wajahnya akan dijauhakan Allah dari neraka sejauh 70 kali musim panas.”
(HR. Al- Bukhari dan Muslim)

    Ketika memahami hadis ini, para ulama Salaf mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ”Puasa saat berjuang di jalan Allah” adalah puasa yang Anda lakukan ketika Anda sedang berperang demi membela agama Allah, atau ketika Anda mengorbankan jiwa raga Anda dengan ikhlas di jalan Allah.

    Oleh karena itu, Ibn Katsir, Adz-Dzahabi, dan beberapa ulama lainnya mengaitkan hadis di atas dengan kisah Abdullah Ibn Rawahah r.a. yang terbunuh pada Perang Mu’tah. Saat itu, ia tengah berpuasa. Sebelumnya, Zad Ibn Haritsah dan Ja’far ath-Thayyar telah terbunuh. Dia pun di panggil untuk berperang menjelang matahari terbenam. Padahal saat itu dia sedang berpuasa, sehingga perutnya terasa lapar dan kerongkongannya kering. Maka ia pun berkata, ”Beri aku sesuatu yang dapat aku makan, agar aku kuat ketika perang nanti.

    Sementara itu, perang semakin dahsyat dan banyak pejuang muslim yang terbunuh. Takkala menyaksikan saudara-saudaranya terbunuh, Ibn Rawahah, yang saat itu sedang berpuasa, pun berkata, ”Beri aku sepotong daging untuk kumakan!” Setelah berdiri, ia bertanya, ”Sudahkah matahari terbenam?” Orang-orang menjawab, ”Belum”. Ibn Rawahah pun menunggu hingga matahari terbenam. Setelah matahari terbenam, dia mengambil sesuap makanan untuk dimakannya. Akan tetapi pada saat itu makanan sudah tidak terasa nikmat dan minuman sudah tidak berarti lagi baginya. Maka ia pun meletakkan makanannya dan langsung mencabut pandangannya. Lalu ia berperang hingga akhirnya tewas terkena tebasan pedang, sedangkan pada saat itu dia sedang berpuasa.

    Lihatlah, ruh orang-orang tersebut, bagaimana ia terbang menghadap Allah dan berhijrah menuju Zat Yang Maha Kuasa.

    Apa yang telah kita persembahkan untuk Islam? Sungguh, kita belum mepersembahkan apa-apa, baik dalam bentuk shalat malam, jihad, maupun berkorban dengan harta. Hal ini sangat berbeda dengan kaum Salaf yang mengetahui bahwa puasa merupakan madrasa spiritual yang merupakan ibadah yang dapat mengantarkan seseorang pada kehidupan yang kekal. Karena itulah mereka mengangkat pedang untuk berperang di jalan Allah.

    Demi Allah! Ketika bulan Ramadhan pergi meninggalkan kalian, tidak sedikit yang menyesal dan merasa rugi. Oleh karena itu, pergunakanlah kesempatan yang ada dengan baik agar Allah s.w.t. membebaskan kalian dari api neraka. Ketahuilah bahwa bulan Ramadhan adalah kesempatan bagi seseorang untuk bertaobat dan diterima amalnya oleh Allah. Perbanyak zikir, tahlil, tashbi, dan tahmid,  serta membaca Al-Qur’an! Hidupkan rumah-rumah kalian dengan membaca ayat-ayat Allah dan tinggalkan nyanyian-nyanyian yang di dendangkan wanita-wanita yang tidak menutup auratnya, serta wanita-wanita yang hina dan bodoh. Sebab, nyanyian-nyanyian tersebut bisa manjauhkan hati manusia dan Tuhannya.

    Pergunakan kesempatan itu untuk membebaskan diri dari apai neraka dan berseri-seri pada hari di mana akan kalian dihadapkan pada Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Perkasa. Beruntunglah perut-perut yang merasa kelaparan ketika sedang berjuang di jalan Allah dan demi mendapatkan keridhaanya. Selamat kepada kalian yang telah bertemu dengan bulan Ramadhan, lalu berpuasa dengan penuh keimanan dan harapan. Semoga Allah s.w.t. membangga-banggakan kalian di hadapan para malaikat-Nya yang ada di langit ketujuh.

    Hapuslah dosa-dosa kalian dan perbaikilah tobat kepada Allah. Semoga Allah memanjangkan umurmu, wahai bulan Ramadhan, sehingga dengan Karunianya kami dapat mengahapus setiap kesalahan dan kerugian yang menimpa kami, serta dapat berada ditelaga Rasulullah, lalu minumlah airnya hingga kami tidak akan pernah lagi kehausan.[]


Apa yang Harus Lakukan untuk Menyambut Kedatangan Bulan Ramadhan?

    Allah s.w.t. berfirman,

    ”Apakah orang yang sudah mati kemudian Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya?” (QS. Al-An’am: 122)

    Semoga Allah s.w.t. menghidupkan kita semua sebagaimana dia menghidupkan kakek-nenek kita pada suatu masa di mana mereka menyebarangi samudera, berlayar di lautan, dan naik ke tempat-tempat tinggi tanpa mau menyakini bahwa tiada Tuhan kecuali Allah. Maka bertanyalah kepada dunia, lautan, dan samudera tentang Allah! Pada masa-masa sebelumnya, dunia ini dipenuhi dengan penyembahan terhadap berhala, kemusyrikkan dan orang-orang yang melampaui batas. Tetapi, ketika Nabi Muhammad s.a.w. datang, kepala manusia ditegadahkan menghadap kearah Tuhannya.

    Wahai para pemuda!

    Pintu ar-Rayyan sedang menanti kalian. Buah-buahan surga telah siap dihidangkan dimeja makan Allah Yang Maha Penyayang untuk kalian.

    Saya akan memberikan kabar gembira kepada kalian, yaitu:

•    Bau mulut orang yang berpuasa lebih baik daripada wangi minyak kasturi.
•    Setiap hari, surga-surga dihiasi dengan hiasan tertentu, di mana surga-surga akan dipersiapkan bagi orang yang menjadi penolong agama Allah.
•    Ikan-ikan di lautan akan maminta ampunan kepada Allah untuk orang yang berpuasa hingga dia berbuka.
•    Allah akan membelenggu setan-setan sehingga tidak bisa masuk serta mengotori pikiran-pikiran dan hati seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya.

    Kami sedang menunggu dan menyambut kedatangan bulan penuh berkah dan harapan agar Tuhan mangampuni dosa dan kesalahan kami. Oleh karena itu. Pada hari ini kami datang untuk mengatakan, ”Tuhan, kami berdiri di hadapan-Mu, di depan pintu-Mu dan di dekat meja makan-MU, guna menunggu limpahan rahmat-Mu bukan ampunan zat lain selain Engkau. Engkaulah Zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

    Puasa jangan dipahami sebatas lapar dan haus saja. Sebab, sebelum seseorang berpuasa dengan matanya. Puasa yang harus dilakukan oleh mata adalah seperti puasa yang dilakukan oleh perut pada bulan Ramadhan. Mata harus berpuasa dengan menghindari perbuatan haram, tidak memandang hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah, serta tidak termasuk maksiat. Jika mata Anda tidak berpuasa sebagaimana perut, Anda dianggap tidak berpuasa!

    Hendakilah lidahmu tidak menyebut-nyebut kejelekan orang lain
    Karena setiap orang memiliki kejelekan, juga lidah.
    Ketika matamu melihat orang lain,
    Katakanlah, ”Wahai mata, orang lain juga memiliki mata.”

    Telingga juga harus berpuasa dari nyanyian yang merusak, yaitu nyanyian yang menananmkan naluri buruk dalam hati dan menumbuhkan keinginan melakukan perbuatan keji dalam jiwa.

    Sebagaimana diketahui, Allah s.w.t. akan memberikan berbagai kenikmatan kepada penduduk surga, diantaranya Dia akan memperdengarkan nyanyian surga.

    Kaki juga harus berpuasa, yaitu dengan tidak pergi ketempat yang di murkai Allah s.w.t., berkumpul di cafe-cafe, tempat-tempat hiburan, dan tempat-tempat rekreasi yang hanya akan membuang waktu percuma. Kita akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah tentang waktu yang telah kita lalui.

    ”Sungguh, kamu datang ka-pada kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu kami ciptakan pada mulanya, dan kaum tinggalkan di belakangmu apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan diantaramu. Sungguh, telah terputuslah pertalian antara kamu dan telah lenyap sesuatu yang dahulu kamu anggap sebagai sekutu Allah.” (QS. Al-an’am: 94)

    Dengan puasa, kita dituntut menjaga tangan dari tindak kekerasan, pengrusakan, penghinatan, memakan harta haram, mencuri dan suap mencuap.

    Inilah yang dimaksud dengan puasa dalam Islam.


    Setelah melakukan puasa dengan angota-anggota tubuh di atas, barulah kita puasa dengan perut. Yakni dengan cara meninggalkan makanan dan minuman agar tidak merasakan kehausan dan kelaparan ketika berada di sisi Allah nanti. Orang yang tidak bersabar dalam menjalankan puasa, tidak mungkin dapat bersabar dalam mengembangkan kewajiban lain.

    Tidaklah kalian tahu, ketika memimpin pasukkannya dalam peperangan melawan orang-orang murtad, Usamah ibn Zaid masih berusia 17 tahun.

    Umurnya yang masih muda itu telah dia persembahkan kepada Allah guna mendekatkan diri kepadanya.

    Hal ini sangat berbeda dengan kondisi kita. Meskipun telah berusia 43 tahun, kita masih tetap bodoh, baik dalam pemikiran, memilih mana yang baik dan buruk, maupun dalam menggunakan waktunya.

    Perhatikanlah pemuda yang bernama Haritsah ibn Saraqah! Ketika terjadi Perang Uhud, ia ikut serta dalam perang tersebut. Setelah mandi di waktu pagi, pemuda ini memakai kain kafan, lalu memakai wewangian dan obat yang  biasa di oleskan pada mayat. Setelah itu, dia masuk ke Medan Perang dan berkata kepada keluarganya, ”Aku titipkan kalian kepada Allah. Demi Allah, aku tidak akan kembali lagi.”

    Setelah mandi, memakai kain kafan dan wewangian, dia berperang hingga akhirnya terbunuh. Lalu ibunya mendatangi Rasulullah s.a.w. Dia berkata, ”Rasulullah, apakah putraku berada di surga setelah dia terbunuh, ataukah berada di tempat lain? Jika memang benar dia berda di tempat lain, apa yang harus aku lakukan? ”Rasulullah s.a.w. bersabda, ”Apakah karena memikirkan hal ini kamu menjadi gila? Demi Zat yang jiwaku berada ditangan-Nya, sungguh di sana ada surga yang banyak, dan putramu berada di surga Firdaus yang tertinggi. ( HR. Bukhari)

    Rasulullah s.a.w. menuturkan Allah mengumpulkan orang yang  mati sebagai syahid dalam perang Uhud, kemudian Dia berfirman kepada mereka, ”Mintalah sesuatu kepada-Ku.” Saat itu Allah s.w.t. berbicara langsung kepada mereka tanpa melalui perantara. Maka mereka pun menjawab, ”Kami berharap agar Engkau mengembalikan kami ke dunia sehingga kami pun dapat terbunuh kembali di jalan-Mu,” Allah s.w.t. berfirman lagi, ”Aku telah menyajikan kepada Zat-Ku sendiri bahwa orang-orang yang mati tidak dapat kembali lagi ke dunia. Maka, mintalah agar engkau meridhai kami sebagaimana kami meridhai-Mu sebagai Tuhan kami.” Allah s.w.t. berfirman, ”Sungguh, aku telah memberikan keridhaan-Ku untuk kalian, di mana Aku tidak akan pernah murka kepada kalian untuk selama-lamanya.”

    Kemudian Allah meletakkan ruh mereka di sarang burung yang berada di surga, sehingga mereka dapat makan dari permohonan dan minum dari air yang ada di dalamnya, dan pergi menuju lampu-lampu yang tergantung di atas ’Arsy. Mereka aka tetap berada di sana hingga Allah s.w.t. membangkitkan semua manusia pada Hari Kiamat. Mereka adalah kakek-kakek kalian yang rela berkorban dan menebus dirinya, yang telah mengibarkan panji Islam di belahan Timur dan Barat dunia. Dari kisah ini, dapat diambil pelajaran penting yaitu bahwa kita harus melakukan semua amal perbuatan dengan ikhlas, karena hal itulah yang akan menyebabkan kita dapat menerima karunia dari Allah pada hari Kiamat.[]  
      

 

Last Updated on Thursday, 12 August 2010 13:36
 

Who's Online

We have 14 guests online

SERUAN ISLAMI

TSJS
TSJS
Salam Online
Alif
SO

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday349
mod_vvisit_counterYesterday1143
mod_vvisit_counterThis week349
mod_vvisit_counterLast week7012
mod_vvisit_counterThis month12061
mod_vvisit_counterLast month3538
mod_vvisit_counterAll days756564

Online (20 minutes ago): 7
Your IP: 54.221.147.93
,
Today: Dec 16, 2018
Visitors Counter

Tips Islami

TIPS CARA MENGHAFAL NAMA-NAMA BULAN
DALAM PENANGGALAN ISLAM
:

Berdasarkan kata-kunci SUKU-KATA
dari Awal huruf nama bulan
(* untuk memudahkan,
hafalkan suku-kata per 2 bulan) :

Mu Sho, Rob-Rob, Jum-Jum,
Ro Sya, Rom Sya & Zul Zul


--» MUharrom SHOfar;
ROBiul awal -ROBi`ul akhir;
JUMadil awal - JUMadil akhir;
ROjab SYA`ban; ROMadhon SYAwal
& ZULqoidah ZULhijjah

@ Mudah kan?

»» Yuk Kita Hafalin (selagi kena
macet di jalan) dan
Diamalin (ajarkan teknik
hafalan ini kepada anak,
keluarga & teman2
sebagai da'wah) !

Seri Poster Islami

Jadwal Imsakiyah
2016 Qirsa

Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa - Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa

SERI DOA HARIAN RAMADHAN

 

 

Kalender Islam

Jadwal Sholat

Peringatan Ayat Quran




Powered by Pandji Kiansantang.