AMALIAH RAMADHAN DAN ETOS KERJA

Search

Created by :

Pandji Kiansantang
Since 5 August 2010

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
PandjiKiansantang@gmail.com

Twitter :
@inspirasipanji


Other Websites

 

>> PandjiKiansantang.com <<
WebsiteTulisan Inspirasi
Pandji Kiansantang

 

>> Proklamasi1945.com <<
Segala hal tentang Proklamasi
Kemerdekaan dan Revolusi
Indonesia 1945-1950


AMALIAH RAMADHAN DAN ETOS KERJA PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Administrator   
Friday, 05 August 2011 10:56

ISI KHUTBAH SHOLAT JUM’AT BERSAMA
5 Agustus 2011 ( 5 Ramadhan 1432 H)
Oleh Bpk Agus Hermansyah (Summarecon Serpong)


AMALIAH RAMADHAN DAN ETOS KERJA

            Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia dalam kesempatan khutbah ini kami ingin mengajak saudara-saudara untuk lebih meningkatkan taqwa kepada Allah ; Taqwa dalam arti yang sebenarnya yakni melaksanakan semua perintah Allah serta meninggalkan larangannya. Juga taqwa yang menumbuhkan rasa syukur atas karunia Allah yang tiada terhitung terutama karunia dan rahmat Allah yang dicurahkan pada saat-saat yang dimuliakan oleh Allah misalnya dalam bulan ramadhan, sebagai bukti rasa syukur itu sudah barang tentu adanya tindakan dan a’maliah yang nyata, sebab hakekat syukur bukan saja dengan ucapan tasyakur dan hamdalah.

            Sebagai imbalan dan ancaman bagi hamba Allah yang mau mensyukuri nikmat karunia Allah dan yang tidak, maka dalam Al-Qur’an (Surat Ibrahim Ayat 7) Allah berfirman

Artinya : “ Jika engkau sekalian bersyukur, niscaya akan kutambahkan bagimu beberapa kenikmatan, dan jika engkau ingkar, ingatlah siksaKu amat pedih” .

            Dalam ajaran islam kita mengenal adanya saat-saat yang dianggap mulia dan penuh keberkatan, satu diantaranya ialah bulan ramadhan. Sebagaimana kita maklumi, bulan ramadhan merupakan bulan ujian dan penggemblengan mental bagi segenap umat islam. Bulan Ramadhan itu pulalah sebagai pengukur keimanan seorang hamba sebab ketentuan-ketentuan yang wajib dilaksanakan pada saat itu benar-benar terasa berat. Lapar dan dahaga, larangan bercampur suami istri di siang hari, menjauhi segala perbuatan yang menggugurkan ibadah puasa, kesemuanya benar-benar terasa berat, apalagi bagi mereka yang termasuk lemah imannya.

            Akan tetapi Allah maha bijaksana lagi maha adil, oleh sebab itu Allah memberikan keistimewaan dalam bulan ramadhan sebagai mana firmannya dalam hadits Qudsi :

Artinya : “Semua amal manusia baginya, melainkan puasa, maka sesungguhnya bagiKu dan Aku akan memberikan pembalasannya” ( HR. Bukhari).

             Saudara-saudara kaum muslimin yg berbahagia keistimewaan dan keberkahan ramadhan yang semuanya itu merupakan karunia dari Allah bagi semua hambaNya. Sebagai hamba Allah yang lemah kita tidak dapat memperoleh kebahagiaan dan kesenangan baik di dunia maupun di akhirat, melainkan dengan karunia Allah sendiri. Akan tetapi karunia itu pun tidak akan datang tanpa ikhtiar dan memohonnya kepada Allah. Untuk itulah kita dituntut bekerja dan beramal, baik untuk urusan dunia maupun urusan akhirat. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran (Surat  Al-Qashash, ayat 77) :

Artinya : “Tuntutlah apa-apa yang telah ditentukan Allah mengenai urusan akhirat, tapi janganlah engkau melupakan urusan duniamu.”

            Amaliah-amaliah tersebut hendaknya kita buktikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bulan mulia seperti ramadhan, karena atsar dan fadhlilahnya akan berlipat ganda. Atsar dan fadhlilah amaliah-amaliah dalam bulan ramadhan akan langsung diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang beramal kebajikan sehingga seusai menjalani bulan ramadhan sebulan penuh bersihlah jiwanya dan kembalilah mereka kepada fitrah asal, sebagaimana bayi yang baru dilahirkan.

            Sabda Nabi Rasulullah SAW :

Artinya : Bulan Ramadhan adalah bulan yang Allah SWT telah mewajibkan atasmu berpuasa dan aku mensyariatkan bagimu ibadah pada malam harinya. Maka barang siapa yang berpuasa dalam bulan ramadhan dan beribadah dimalam harinya karena iman dan mengharap ridha Allah, keluarlah ia dari dosa-dosanya sebagaimana seorang bayi yang baru keluar dari perut ibunya” (HR. Ibnu Majah, Al-Baihaki).

            Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia kita menyadari, sebagai hamba yang do’if senantiasa mengharap rahmat dan karunia Allah, untuk itu marilah kita berusaha meningkatkan amaliah-amaliah yang dapat menyampaikan kepada pintu kebahagiaan dunia akhirat. Khususnya dalam bulan ramadhan seperti ini, marilah kita gunakan kesempatan dan waktu untuk lebih banyak berbuat kebajikan, baik dalam hubungannya dengan Allah SWT, yaitu ibadah-ibadah yang wajib, maupun dalam hubungannya dengan sesama hamba Allah (Hablun minnaas).

Sidang jum’at rohimatullah

            Kalau kita perhatikan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang sebagian besar karywannya adalah umat islam tetapi kualitas dan kuantitas produksinya menurun. Itu tidak benar, dikarenakan kalu kita bekerja kita niatkan terlebih dahulu bahwa bekerja itu adalah ibadah kedua kita coba lihat contoh-contoh umat terdahulu seperti pada zaman nabi Muhammad SAW dimana peperangan demi peperangan dimenangkan ketika dalam bulan suci ramadhan seperti  perang yang sangat besar dan sangat dashyat dilaksanakan pada bulan suci ramadhan ialah perang badar. Dalam perang ini nabi Muhammad SAW beserta para pasukannya hanya terdiri dari 313 bala tentara dengan satu orang menunggang kuda, sisanya jalan kaki. Tercatat 14 diantara mereka sebagai syuhada sementara pasukan kafir qurays berjumlah seribu orang, 80 orang pasukan berkuda, sisanya jalan kaki, 70 orang gugur, 70 lainnya menjadi tawanan perang. Perang Ba’dar qubra yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai Yaum Al-Furqan (Hari Pembeda) meletus pada hari jum’at tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijrah.

            Dalam peristiwa ini pasukan kaum muslim dibantu oleh malaikat (QS. Ali Imran [03];[125]). Dibulan suci ini pula Rasulullah beserta para sahabat berhasil menaklukan kota Mekkah, tepatnya pada bulan Ramadhan 8 Hijriah. Penaklukan kota Mekkah juga disebut penaklukan agung ( Al-fath al-a’dham) kaum kafir qurays pun berbondong-bondong masuk Islam, termasuk Abu Sofyan dan para pemuka kafir Qurays lainnya. Pada saat itulah turun perintah untuk menghancurkan berhala dari sekitar Ka’bah, karena itu bulan Ramadhan juga dikenal sebagai syahru al-jihad wa al-intishar (bulan jihad dan bulan kemenangan).

             Berikutnya kita liat contoh para pejuang-pejuang kusuma bangsa negri kita tercinta ini dari pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Cut nyak Dien dan yang lainnya peperangan melawan penjajah sering dimenangkan dalam bulan suci Ramadhan. Begitu pula kemerdekaan negara republic Indonesia ini pada tanggal 17 Agustus 1945 yang diprakasai oleh Bapak Ir Soekarno-Hatta juga terjadi pada bulan suci Ramadhan. Sehingga tidak ada alas an bagi kita di Bulan suci Ramadhan ini kita untuk menurunkan baik kualitas maupun kuantitas kerja kita. Yang penting dalam hati kita masing-masing di niatkan bahwa “BEKERJA ITU MERUPAKAN SEBAGIAN DARIPADA IBADAH” mudah-mudahan dengan dasar dan niat kita bekerja sebagai ibadah apalagi dibulan suci Ramadhan ini pahalanya berlipat ganda maka seberat apapun pekerjaan akan terasa ringan. Mari kita sama-sama berdoa pada Allah SWT mudah-mudahan apa yang kita kerjakan selama ini untuk kemajuan perusahaan dimana kita bekerja akan mendapat keberkahan dari Allah SWT.

Last Updated on Friday, 05 August 2011 11:05
 

Who's Online

We have 57 guests online

SERUAN ISLAMI

TSJS
TSJS
Salam Online
Alif
SO

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday151
mod_vvisit_counterYesterday211
mod_vvisit_counterThis week362
mod_vvisit_counterLast week1497
mod_vvisit_counterThis month5229
mod_vvisit_counterLast month19978
mod_vvisit_counterAll days706774

Online (20 minutes ago): 3
Your IP: 54.80.140.29
,
Today: Aug 20, 2018
Visitors Counter

Tips Islami

TIPS CARA MENGHAFAL NAMA-NAMA BULAN
DALAM PENANGGALAN ISLAM
:

Berdasarkan kata-kunci SUKU-KATA
dari Awal huruf nama bulan
(* untuk memudahkan,
hafalkan suku-kata per 2 bulan) :

Mu Sho, Rob-Rob, Jum-Jum,
Ro Sya, Rom Sya & Zul Zul


--» MUharrom SHOfar;
ROBiul awal -ROBi`ul akhir;
JUMadil awal - JUMadil akhir;
ROjab SYA`ban; ROMadhon SYAwal
& ZULqoidah ZULhijjah

@ Mudah kan?

»» Yuk Kita Hafalin (selagi kena
macet di jalan) dan
Diamalin (ajarkan teknik
hafalan ini kepada anak,
keluarga & teman2
sebagai da'wah) !

Seri Poster Islami

Jadwal Imsakiyah
2016 Qirsa

Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa - Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa

SERI DOA HARIAN RAMADHAN

 

 

Kalender Islam

Jadwal Sholat

Peringatan Ayat Quran




Powered by Pandji Kiansantang.