"BUKU 10 KEUTAMAAN JUM'AT" oleh QIRSA SMB

Search

Created by :

Pandji Kiansantang
Since 5 August 2010

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
PandjiKiansantang@gmail.com

Twitter :
@inspirasipanji


Other Websites

 

>> PandjiKiansantang.com <<
WebsiteTulisan Inspirasi
Pandji Kiansantang

 

>> Proklamasi1945.com <<
Segala hal tentang Proklamasi
Kemerdekaan dan Revolusi
Indonesia 1945-1950


"BUKU 10 KEUTAMAAN JUM'AT" oleh QIRSA SMB PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Administrator   
Wednesday, 29 June 2016 15:55

Oleh : QIRSA SMB


Hari Jumat adalah hari yang mulia, dan umat Islam di seluruh penjuru dunia memuliakannya. Keutamaan yang besar tersebut menuntut umat Islam untuk mempelajari petunjuk Rasulullah dan sahabatnya, bagaimana seharusnya menyambut hari tersebut agar amal kita tidak sia-sia dan mendapatkan pahala dari Allah ta’ala.

Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: “Hari ini dinamakan Jum’at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam’u yang berarti perkumpulan, karena umat
Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di tempat yang yang sangat besar dan luas (masjid). Allah SWT memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya.

Allah SWT berfirman:
ياا أايههاا الّذِي ا ن آ ا منوُا إذِاا نوُدِيا لِلصّلةِ مِنْ ياوْم الْجُمُعاةِ فااسْعاوْا إلِاى ذِكرِْ اللّهِ واذارُوا الْبايعْا ذالِكمُْ ا خيرٌْ لاكمُْ
إنِْ كنُتْمُْ تاعْلامُو ا ن

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS. 62:9)

Maksudnya, pergilah untuk melaksanakan shalat Jum’at dengan penuh ketenangan, konsentrasi dan sepenuh hasrat, bukan berjalan dengan cepatcepat,
karena berjalan dengan cepat untuk shalat itu dilarang. Al-Hasan Al-Bashri berkata: Demi Allah, sungguh maksudnya bukanlah berjalan kaki dengan cepat, karena hal itu jelas terlarang. Tapi yang diperintahkan adalah berjalan dengan penuh kekhusyukan dan sepenuh hasrat dalam hati. (Lihat
Tafsir Ibnu Katsir : 4/385-386).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Hari Jum’at adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan
Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab padahari Jum’at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan
Ramadhan. (Zadul Ma’ad: 1/398).

Berikut ini beberapa beberapa keutamaan-keutamaan serta amalan-amalan yang disyari’atkan pada hari jum’at. Semoga dengan kita memahami
keutamaan- nya, kita bisa lebih bersemangat untuk memaksimalkan dalam melaksanakan amalan-amalan yang di- syari’atkan pada hari itu, dan agar bisa meraih keutamaan-keutamaan tersebut.



1. Bahwasanya hari Jum’at adalah sebaik-baiknya hari.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu dari Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam beliau bersabda,

ا خيرُْ ياوْم طالاعاتْ فِيهِْ الشّمْسُ ياوْمُ الْجُمْعاةِو فِْيهِْ خُلِقاآدامُ عالايهِْ السّ ا لمُو وْافِيهِْ أدُْخِ ا ل الْاجن اّ ةو وْافِيهِْ
أخُْرِ ا ج مِنهْاا وا ا ل تاقُوْ ا م السّاعاةُ إلِّ فِي ياوْم الْجُمْعاةِ

”Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari Jum’at, (karena) pada hari ini Adam diciptakan, hari ini pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR Muslim, no.854).

Dari hadits ini jelaslah mengapa Jum’at dijadikan momentum yang tidak biasa. Jum’at adalah Hari Luar Biasa! Ada beberapa peristiwa dan keistimewaan besar dalam khazanah Islam terjadi pada hari Jum’at, diantaranya sebagai berikut.

A. Hari Adam Diciptakan
Kali pertama Nabi Adam, Bapak pertama manusia, diciptakan. Awal sebuah kehidupan. Bukan sebuah kebetulan Allah SWT memilih Jum’at sebagai hari Adam diciptakan.

Mengingat Jum’at, artinya juga mengingatkan pikiran kita akan saat manusia diciptakan. Siapa yang menciptakan? Dialah Allah subhanahuwata’ala. Mengingat Allah sebagai pencipta. Pada saat itulah, sejatinya kita ingat, bahwa manusia bersaksi Allah adalah Tuhan yang Esa. Dan manusia berpegang teguh kepada keyakinan hanya Allah, Tuhan satu-satu nya yang patut disembah.

B. Adam Dimasukkan ke Surga
Pada hari itu pula Adam dimasukkan kedalam surga. Menikmati indahnya surga. Manusia pertama yang menikmati surga sebelum masa kematiannya yaitu pada hari jum’at.

Dengan berbagai keindahan surga, dengan buah-buah yang tersedia dalam berbagai bentuk, warna dan aroma; sungai dengan air jernih, segar dan wangi; ada juga sungai madu dan susu. Menjadikan semua ini sebagai ingatan kita saat Jum’at tiba untuk mengendalikan syahwat, mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya agar tetap berada dijalan di ridhai-Nya untuk memasukkan kita ke dalam orang-orang yang shaleh dan mendapatkan surga.

C. Adam Dikeluarkan dari Surga
Karena kesalahan yang dilakukannya, Nabi Adam a.s dan Hawa dikeluarkan dari surga oleh Allah SWT. Sebab musabab kvejadiannya bermula ketika Adam dan Hawa memakan buah-buahan dari pohon abadi (khuldi) karena bujukan iblis yang menyesatkan.

Usai memakan buah pohon itu, peristiwa menakjubkan terjadi. Semua pakaian yang dipakainya menghilang, mereka menjadi telanjang dan terlihat aurat masing-masing. Mereka merasa malu dan bersalah, mereka sujud memohon maaf kepada Allah dengan penyesalan.

Allah memberikan rahmat-Nya kepada Adam dan Hawa. Namun untuk menyucikan semua pelanggaran itu, Allah memerintahkan mereka turun ke bumi. Semua itu terjadi pada hari Jum’at. Turunnya Adam dan Hawa ke bumi membekas pelajaran penting bahwa sesungguhnya manusia selalu digoda syaitan, seumur hidup, sepanjang hayat dikandung badan.

Dengan peristiwa tersebut, hari Jum’at akan mengingatkan seorang muslim betapa Nabi Adam pernah melakukan suatu pelanggaran dan dihukum Allah SWT. Apalagi kita. Untuk itu manusia hendaknya menjadikan Jum’at sebagai peringatan untuk selalu bertaqwa kepada Allah SWT, dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhkan diri dari segala larangan-Nya.

D. Terjadinya Kiamat
Dari hadits diatas sebelumnya jelas dikatakan bahwa akan terjadi di hari Jum’at. Peristiwa kiamat sebetulnya hanya penanda berakhirnya satu episode kehidupan di jagat raya menuju episode kehidupan berikutnya yang diberi jeda pertanggungjawaban perilaku manusia.

Sebagai momentum kiamat, kita memang perlu di- ingatkan oleh hari Jum’at bahwa harta yang kita kejar-kejar tidak bersifat kekal, kehidupan yang kita nikmati akan direnggut oleh kematian pada waktu yang kita tidak tahu. Hari jumat dapat menjadi semacam peringatan dini yang selalu mengingatkan kita bahwa semua perilaku harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT. Semua perilaku, sekecil apapun.


2. Hari ini mengandung kewajiban sholat Jum ’at.
Allah mewajibkan shalat Jum’at pada waktu shalat Zhuhur di hari Jum’at. Shalat Jum’at merupakan salah satu syiar Islam, dimana umat Islam berkumpul sekali dalam seminggu untuk mendengarkan nasihat dan arahan dari khatib shalat Jum’at, kemudian mengerjakan shalat Jum’at.
Syariat Islam mewajibkan semua umat Islam (Laki-laki Muslim yang sudah baligh dan berakal) agar datang menunaikan shalat Jum’at dan diharamkan menyibukkan diri dengan hal-hal keduniaan pada waktu shalat Jum’at.

Adapun dalil dari as-Sunnah, adalah hadits yang secara tegas menunjukkan wajibnya Jum’atan, yaitu hadits Thariq bin Syihab dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam,

الْجُمُعاةُ ا حقّ وااجِبٌ عالاى كلُّ مُسْلِم فِي ا ج ا ماعاةٍ إ أارْباعاةَة عْابأٌْ ا ممْلُوْكٌ، أاوِ امْ ا رأاةٌ، أاوْ ا صبيِّ، أاوْ
ا مرِيضٌْ

“(Shalat) Jum’at adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim dalam jama’ah kecuali bagi empat orang:
budak yang dimiliki, wanita, anak kecil dan orang yang sakit.” (HR. Abu Daud no. 1067. Kata Syaikh Al Albani, hadits ini shahih).

Meninggalkan shalat Jum’at adalah pertanda kefasikan dan kemunafikan yang mengantarkan pada kebinasaan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda,

لايانتْاهِيانّ أاقْواامٌ عانْ وادْعِهِمُ الْجُمُعااتِ أاوْ لاياخْتامِنّ اللهُ عالاى قُلُوْبهِِمْ ثمُّ لاياكوُْننُّ مِ ا ن الْغاافِلِي اْ ن

“Hendaklah orang yang suka meninggalkan shalat jumat menghentikan perbuatannya. Atau jika tidak Allah akan menutup hati-hati mereka, kemudian mereka benar-benar akan tergolong ke dalam orangorang yang lalai.” (HR. Muslim no. 865).

Dalam hadits lain disebutkan,

ا منْ تا ا ر ا ك ثال ا ا ث جُ ا معٍ تاهااوُناَ بهِاا طاباعا اللّهُ عالاى قالْبهِِ

“Barangsiapa meninggalkan shalat Jum’at sebanyak tiga kali karena lalai terhadap shalat tersebut, Allah akan tutupi hatinya.” (HR. Abu Daud no. 1052, An Nasai no. 1369, dan Ahmad 3: 424).


3. Hari Jum’at adalah hari ’Ied (perayaan) yang berulang-ulang setiap pekan.
Dalam sepekan ada satu hari yang spesial bagi umat Islam, yaitu hari yang berbeda dibanding hari-hari lainnya. Bukan hari Sabtu atau Minggu yang anak-anak muda sangat senang bila menjumpainya.

Dari Ibnu ’Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,

إنِّ هاذاا ياوْمُ عِيأٍ ا جعالاهُ اللّه لِلْمُسْلِمِي ا ن فا ا منْ ا جاءا إلِاى الْجُمُعاةِ فالْياغْتاسِلْ واإنِْ كاا ا ن طِيبٌ فالْيا ا مسّ مِنهُْ
واعالايكْمُْ باِلسّوااكِ

Dari Ibnu Abbas radhiyallohu anhuma berkata Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya hari ini (Jumat) Allah menjadi -kannya sebagai hari Ied bagi kaum muslimin, maka barangsiapa yang menghadiri shalat Jumat hendaknya mandi, jika ia memiliki wangi-wangian maka hendaknya dia memakainya dan bersiwaklah” (HR. Ibnu Majah dan haditsnya dinyatakan hasan oleh Al Albani).

Hari terbaik bagi umat Islam adalah hari Jum’at. Allah SWT telah merahasiakan hari Jum’at terhadap umat-umat sebelum kita. Jika orang-orang Yahudi memiliki hari Sabtu, orang-orang Nashrani hari Ahad sebagai hari besarnya. Maka Allah SWT menunjukan bahwa hari Jum’at merupakan hari besar, hari paling mulia bagi umat Islam.


4. Orang yang berjalan untuk menunaikan sholat Jum’at, pada tiap langkah kakinya ada pahala puasa dan shalat malam setahun.
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam hadits yang diriwayatkan dari Aus bin Aus Radliyallah 'Anhu, bersabda:

ا منْ غاسّ ا ل ياوْ ا م الْجُمُعاةِ وااغْتا ا س ا ل ثمُّ باك اّ ر واابتْاكا ا ر وا ا م ا شى والامْ يارْكابْ واداناا مِنْ الْ اِ مام فااسْتا ا معا والامْ يالْغُ كاا ا ن
لاهُ بكِلُّ خُطْواةٍ عا ا ملُ ا سناةٍ أاجْرُ صِياامِهاا واقِياامِهاا

“Barangsiapa mandi pada hari Jum'at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat yang sia-sia, maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun.” (HR. Abu Dawud no. 1077, al-Nasai no. 1364 Ahmad no. 15585. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 6405)

Hadits di atas menjelaskan bahwa shalat Jum'at memiliki pahala besar. Barangsiapa melaksanakannya sesuai dengan syarat-syaratnya, tata tertibnya,
sunnah-sunnahnya, maka dia akan memperoleh banyak pahala dan keutamaan, salah satunya adalah “berangkat lebih awal dengan berjalan kaki
ke masjid.” Di sini, bersegera mendatangi masjid pada hari Jum’at menjadi salah satu syarat bagi terpenuhinya seluruh syarat untuk meraih
kesempurnaan pahala shalat Jum’at.


5. Terdapat waktu dimana berdo’a di hari Jum’at akan di-ijabah.
Doa adalah senjata orang mukmin, ia penghilang kegundahan, pelenyap kesusahan dan solusi jitu untuk menyelesaikan berbagai problematika hidup,
karena memang pada saat berdoa kita sedang memohon kepada Dzat yang Menguasai dan Memiliki seluruh jagad raya ini; di tangan-Nya lah segala
perbendaharaan langit dan bumi. Pertanyaannya, kapankah waktu ketika doa dijamin akan dikabulkan pada hari Jum’at.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa
Salam bersabda,

إنِّ فِي الْجُمُعاةِ لا ا ساعاةَ ا ل يوُاافِقُهاا مُسْلِمٌ قاائمٌِ ي اُ صلّي ياسْأالُ اللّ ا ه ا خيرَْا إلِّ أاعْطااهُ إيِاّهُ

”Sesungguhnya di dalam hari Jum’at ini, ada suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya (hari Jum’at) sedangkan ia dalam keadaan berdiri sholat memohon sesuatu kepada Alloh, melainkan akan Allah berikan padanya.” (Muttafaq ’alaihi)

Terdapat dua pendapat dari beberapa hadits shahih. Yaitu, Pendapat pertama, bahwasanya (waktu ijabah tersebut) mulai dari duduknya imam hingga
ditunaikannya sholat, Pendapat kedua, yaitu setelah waktu ’Ashar. Diantara keduanya, mari tetap memuliakan dua waktu tersebut dengan banyak-banyak berdoa, sebagai penghapus dosa, atau menjadi simpanan di akhirat kelak.


6. Ia adalah hari yang menghapuskan dosa-dosa.
Dari Salman beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,

ا ل ياغْتاسِلُ ا رجُلٌ ياوْ ا م الْجُمُعاةِ واياتاطاهّرُ ا ما اسْتاطااعا مِنْ طُهْرٍ واياأّهِنُ مِنْ دُهْنهِِ أاوْ يا ا م ه س مِنْ طِيبِ بايتْهِِ ثمُّ
ياخْرُجُ فا ا ل يفُارّقُ باي اْ ن اثنْاينِْ ثمُّ ي اُ صلّي ا ما كتُ اِ ب لاهُ ثمُّ ينُصِْتُ إذِاا تاكالّ ا م الْ اِ مامُ إلِّ غُفِ ا ر لاهُ ا ما باينْاهُ واباي اْ ن
الْجُمُعاةِ الْخُْ ا رى

“Tidaklah seseorang mandi pada hari jum’at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyaknya atau mengoleskan minyak wangi yang di rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan dengan seksama ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara jum’at tersebut dan jum’at berikutnya.” (HR. Bukhari)

Pengampunan dosa dari satu Jum'at ke Jum'at berikutnya memiliki beberapa syarat. Yaitu dengan melaksanakan amalan-amalan yang disebutkan dalam
hadits, antara lain mandi, membersihkan diri, memakai minyak atau wewangian, memakai pakaian terbagus, berjalan ke masjid dengan tenang dan
berjalan kaki, tidak melangkahi dan memisahkan antara dua orang yang duduk bersebelahan, tidak menyakitinya, shalat nafilah sampai imam datang, tidak bicara dan tidak melakukan sesuatu yang sia-sia selama khutbah hingga selesai shalat. Dan masih ada satu syarat lagi, yaitu selama dia tidak
melakukan dosa besar di hari itu.


7. Bersedekah di hari Jum’at lebih baik daripada bersedekah pada hari lainnya.
Sedekah kapan saja, adalah baik. Tapi mengapa di hari Jumat kita dianjurkan untuk lebih banyak bersedekah? Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,

“Sesungguhnya shadaqah pada hari Jum’at itu memiliki kelebihan dari hari-hari lainnya. Shadaqah pada hari itu dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti shadaqah pada bulan Ramadhan jika dibandingkan dengan seluruh bulan lainnya.”

الصّأاقاةُ ت اُ ضاعافُ ياوْ ا م الْجُمْعاةِ

Dianjurkan memperbanyak sedekah dan beramal soleh di hari jumat atau malam jumat serta memperbanyak shalawat untuk Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam di malam atau siang hari jumat.


8. Perbanyak Shalawat di Hari Jum’at mendekatkan diri kepada Nabi Muhammad SAW
Hari jum’at adalah sayyidul ayyaam (pemimpin hari) dan hari yang paling agung dan paling utama di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Pada hari yang
mulia dan agung ini kita diperintahkan untuk memperbanyak shalawat untuk manusia yang paling mulia dan agung.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أاكثْرُِوا عالاىّ مِ ا ن الصّل ا ةِ فِى كلُّ ياوْم جُمُعاةٍ فاإنِّ ا صل ا ةا أمُّتىِ تعُْ ا رضُ عالاىّ فِى كلُّ ياوْم جُمُعاةٍ ، فا ا منْ كاا ا ن
أاكثْا ا رهُمْ عالاىّ ا صل ا ةَ كاا ا ن أاقْ ا رباهُمْ مِنىّ ا منزِْلاةَ

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro.)

Setiap kebaikan yang diperoleh seorang hamba dalam urusan agamanya adalah berkat jasa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau telah berjuang
dengan sungguh-sungguh untuk mendakwahkan dan menyebarkan Islam.

Berkat kerja keras beliau dalam dakwah, kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian dan tantangannya, Islam bisa sampai kepada kita. Sebagai
bentuk syukur dan terima kasih kita kepada beliau, Allah perintahkan bershalawat untuk beliau shallallahu 'alaihi wasallam.


9. Jahannam itu dikobarkan apinya setiap hari dalam sepekan kecuali pada hari Jum’at.
Api Neraka dipadamkan pada hari Jumat sesuai hadits dari Aabu Qatadah, bahwa nabi SAW bersabda,

إنّ ا جهان اّ م ت اُ سجّرُ إلِّ ياوْمُ الْجُمْعاةِ

”Sesungguhnya api neraka jahanam akan terus dinyalakan kecuali pada hari Jumat”
Hari Jumat merupakan hari yang paling agung di sisi Allah, yang pada hari ini banyak ketaatan dan ibadah dilakukan, sehingga menghalangi  dikobarkannya Jahanam. Olah sebab itu, kemungkaran orang yang ber- iman lebih sedikit pada hari Jumat dari pada hari-hari lain.

Sebagian ulama mengatakan,”Secara makna yang dikehendaki dari itu adalah bahwa neraka Jahanam menyala di dunia dan bahwa ia dinyalakan pada setiap harinya kecuali hari Jum’at.” Karena itulah dalam hadits lain disebutkan bahwa mengerjakan shalat pada tengah hari (waktu istimewa) itu dilarang dan hukumnya makruh tahrim kecuali hari Jum’at.

Artinya ini (panas yang menyengat dari uap mendidihnya neraka jahanam) hanya berlaku di dunia bukan di akhirat, sebab azab di jahanam pada hari
akhirat tidak pernah disela dan tidak diringankan dari orang-orang yang memang layak menerimanya.


10. Meninggal pada hari Jum’at atau malamnya merupakan tanda-tanda khusnul khotimah.
Dari Ibnu ’Amr radhiyallahu ’anhuma beliau berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Salam bersabda,

ا ما مِنْ مُسْلِم يامُوتُ ياوْ ا م الْجُمُعاةِ أاوْ لايلْا ا ة الْجُمُعاةِ إلِّ واقااهُ اللّهُ فِتنْا ا ة الْقابرِْ

”Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau pada malam Jum’at, kecuali Alloh Ta’ala lindungi dari fitnah kubur.” (HR Ahmad dan Turmudi, dishahihkan oleh al-Albani).

Beberapa ulama berpendapat hadits ini tidak menyebutkan seseorang yang mati di hari Jumat akan dibebaskan dari azab kubur, melainkan Allah SWT
lindungi dari azab kubur tersebut, dengan catatan jika seorang muslim atau muslimah meninggal dalam keadaan melakukan ketaatan pada hari Jum’at
atau malam Jum’at, maka bisa diyakini bahwa ia meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.

Kematian adalah rahasia yang hanya diketahui oleh Allah Ta’ala. Kematian datang secara tiba-tiba tanpa bisa disangka waktu dan tempatnya. Oleh
karenanya sudah seharusnya kita senantiasa mempersiapkan bekal amal shalih sebaik-baiknya untuk menghadap Allah Ta’ala, sebelum kematian datang
menjemput kita.

 


Amalan yang Disyariatkan pada Hari Jum’at

Hari Jumat merupakan hari yang sakral bagi pengikut setia Rasullah SAW, dimanapun berada. Betapa tidak, karena pada hari jumat itulah Allah SWT
menurunkan rahmat-Nya yang begitu melimpah. Setiap amalan yang dilakukan di hari Jumat, dinilai sebagai sesuatu yang penuh berkah dan nantinya bisa dimanfaatkan oleh kita sendiri dihari kiamat sebagai tabungan kebaikan selama kita hidup di dunia yang hanya sementara ini. Berikut beberapa amalan istimewa di hari Jumat:

1. Memperbanyak Shalawat Nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أاكثْرُِوا عالاىّ مِ ا ن الصّل ا ةِ فِى كلُّ ياوْم جُمُعاةٍ فاإنِّ ا صل ا ةا أمُّتىِ تعُْ ا رضُ عالاىّ فِى كلُّ ياوْم جُمُعاةٍ ، فا ا منْ كاا ا ن
أاكثْا ا رهُمْ عالاىّ ا صل ا ةَ كاا ا ن أاقْ ا رباهُمْ مِنىّ ا منزِْلاةَ

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu
hasan dilihat dari jalur lainnya-)

Di antara shalawat yang dianjurkan yang dapat kita amalkan adalah:
Dari Zaid bin Abdullah berkata bahwa sesungguhnya mereka dianjurkan mengucapkan,

اللّهُمّ ا صلّ عالاى مُ ا حمّأٍ النبّيِّ المُّيّ

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekatdenganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu
hasan dilihat dari jalur lainnya-)

Dari Ka’ab bin ‘Ujroh, beliau mengatakan, ” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ucapkanlah,

اللّهُمّ ل صلّ عالاى مُ ا حمّأٍ واعالاى آلِ مُ ا حمّأٍ كا ا ما ا صلّي اْ ت عالاى آلِ إبِ اْ راهِي اْ م انِ اّ ك ا حمِيأٌْ ا مجِيأٌْ

“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shollaita ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid” [Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya karena engkau memberi shalawat kepada kerabat Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia] (Fadhlu Ash Sholah ‘alan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam no. 56. Syaikh Al Albani mengomentari bahwa sanad hadits ini shohih)
Itulah bacaan shalawat yang dapat kita amalkan dan hendaknya kita mencukupkan diri dengan shalawat yang telah diajarkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam.

2. Memperbanyak do’a dan mendekatkan diri kepada Allah
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membicarakan mengenai hari Jum’at lalu ia bersabda,

فِيهِْ ا ساعاةٌ ل ا يوُاافِقُهاا عابأٌْ مُسْلِمٌ واهُوا قاائمٌِ ي اُ صلّي ياسْأالُ الل ا ه تاعاالاى ا شيئْاَ إلِ أاعْطااهُ إيِاّهُ واأا ا شا ا ر بيِاأِهِ
.يقُالّلُهاا

Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’ Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu.” [HR. Al-Bukhari no. 9300 dan Muslim no. 852][1]

3. Memperbanyak sedekah
“Sesungguhnya sedekah pada hari Jum’at itu memiliki kelebihan dari hari-hari lainnya. Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti sedekah pada bulan Ramadhan jika dibandingkan dengan seluruh bulan lainnya.” (Ibnul Qayyim, Zadul Ma’ad).

Sedekah d hari Jumat lebih baik daripada sedekah dihari lainnya. Ibnu Taimiyah jika keluar menuju Jumat beliau bawa apa yang ada dirumah lalu beliau
sedekahkan dalam perjalanannya menuju mesjid secara sembunyi-sembunyi.

4. Dianjurkan membaca Surat Al Kahfi
Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at akan diberikan cahaya
baginya di antara dua Jum’at.”[HR. Al-Hakim II/368 dan al-Baihaqi III/249 dishahihkan oleh Imam al-Albani dalam Irwaa-ul Ghaliil no. 626].

5. Amalan Shalat Jum'at
a. Mandi, Bersiwak, Memakai Wangi-wangian.
b. Memakai Pakaian Terbaik.
c. Berangkat Menghadiri Shalat Jumat Lebih Awal.
d. Shalat Sunnah Ketika Sampai Masjid.
e. Menyimak khatib berkhutbah. (tidak menyibukkan diri / berbicara saat khutbah)
f. Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat.

Dengan melakukan amal-amalan yang disyari’atkan di hari jum’at mudahmudahan
kita mendapatkan ampunan dan keberkahan dari Allah SWT.
Ampunan Allah SWT sendiri memang ada sepanjang kita mau bertaubat.

Keberkahan Allah SWT juga bisa diberikan kapan saja, bukan hanya pada hari
jum’at. Namun, sebagaimana Allah telah menjadikan kota Mekkah dan Madinah
sebagai kota suci, menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan paling mulia
diantara bulan-bulan lainnya, begitupun hari jum’at, Allah telah menjadikan
hari jum’at sebagai rajanya hari, sayyidul ayyam.

Last Updated on Thursday, 30 June 2016 11:32
 

Who's Online

We have 77 guests online

SERUAN ISLAMI

TSJS
TSJS
Salam Online
Alif
SO

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday278
mod_vvisit_counterYesterday335
mod_vvisit_counterThis week4213
mod_vvisit_counterLast week4979
mod_vvisit_counterThis month16926
mod_vvisit_counterLast month22681
mod_vvisit_counterAll days659420

Online (20 minutes ago): 20
Your IP: 23.20.240.193
,
Today: May 26, 2018
Visitors Counter

Tips Islami

TIPS CARA MENGHAFAL NAMA-NAMA BULAN
DALAM PENANGGALAN ISLAM
:

Berdasarkan kata-kunci SUKU-KATA
dari Awal huruf nama bulan
(* untuk memudahkan,
hafalkan suku-kata per 2 bulan) :

Mu Sho, Rob-Rob, Jum-Jum,
Ro Sya, Rom Sya & Zul Zul


--» MUharrom SHOfar;
ROBiul awal -ROBi`ul akhir;
JUMadil awal - JUMadil akhir;
ROjab SYA`ban; ROMadhon SYAwal
& ZULqoidah ZULhijjah

@ Mudah kan?

»» Yuk Kita Hafalin (selagi kena
macet di jalan) dan
Diamalin (ajarkan teknik
hafalan ini kepada anak,
keluarga & teman2
sebagai da'wah) !

Seri Poster Islami

Jadwal Imsakiyah
2016 Qirsa

Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa - Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa

SERI DOA HARIAN RAMADHAN

 

 

Kalender Islam

Jadwal Sholat

Peringatan Ayat Quran




Powered by Pandji Kiansantang.