”ALHAMDULILLAH, INI HARI JUM’AT”

Search

Created by :

Pandji Kiansantang
Since 5 August 2010

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
PandjiKiansantang@gmail.com

Twitter :
@inspirasipanji


Other Websites

 

>> PandjiKiansantang.com <<
WebsiteTulisan Inspirasi
Pandji Kiansantang

 

>> Proklamasi1945.com <<
Segala hal tentang Proklamasi
Kemerdekaan dan Revolusi
Indonesia 1945-1950


Islam di Indonesia

...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
”ALHAMDULILLAH, INI HARI JUM’AT” PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Artikel Qirsa - Artikel Qirsa
Written by Administrator   
Friday, 23 November 2018 15:43

 

Khutbah ”Shalat Jum’at Bersama” (SJB) Karyawan Summarecon Ke-97

23 November 2018 (14 Rabi’ul Awal 1440 H)

Topik Khutbah Jum’at :

”ALHAMDULILLAH, INI HARI JUM’AT”

Khotib : Pandji Kiansantang


Keutamaan Hari Jum’at

Hari Jumat adalah hari istimewa. Bagi karyawan, dikenal seruan ”Thanks God, It’s FRIDAY” atau disingkat TGIF. Jumat disambut gembira karena besoknya adalah hari libur, waktunya untuk berkumpul bersama keluarga, rekreasi atau istirahat.

Bagi kita ummat Islam, datangnya hari Jumat juga disambut gembira. Tapi dengan alasan yang berbeda.

Ada 3 keutamaan Hari Jum’at :

1) Rasululllah SAW bersabda : “Sesungguhnya hari Jum’at itu adalah PEMIMPIN seluruh hari atau “Sayyidul Ayyam”, dan merupakan hari yang PALING MULIA di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala” (Hadits Riwayat Ibnu Majah)

2) Rasululllah SAW bersabda : “Sebaik-baiknya hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jum’at, (karena) pada hari itu Adam diciptakan, hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan dari Surga,  dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jum’at." (HR Muslim).

3) Ketiga, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim disebutkan bahwa : hari raya orang Yahudi adalah Sabtu atau Sabbath, hari raya orang Nasrani adalah Minggu, sedangkan  Allah memberikan bimbingan pada kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jumat, Sabtu dan Minggu…”



Keutamaan Shalat Jum’at

Allah SWT  dalam Surah Al Jumu’ah ayat 9 dan 10  berfirman : "Hai orang-orang beriman, apabila diserukan untuk menunaikan shalat Jum'at, maka BERSEGERALAH kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu,  lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.  "Apabila TELAH ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan CARILAH karunia Allah  dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya  supaya kamu BERUNTUNG."

Ayat Al Qur’an di atas  menunjukkan hubungan erat antara Pekerjaan kita,   Shalat Jum’at dan Keberuntungan.  Intinya, Shalat Jum’at dan banyak mengingat Allah dalam bekerja adalah KUNCI REZEKI.

Dengan demikian, mereka yang tidak Shalat Jumat niscaya MERUGI, sedangkan kita yang menunaikan Shalat Jum’at, Insya Allah, adalah termasuk orang-orang yang BERUNTUNG, Aamiin ya rabbal alamin.


Keutamaan Khutbah Jum’at

Pelaksanaan Shalat Jum’at terdiri dari 2 bagian, yaitu Khutbah Jum’at dan Shalat Jumat.

Kali ini Khotib akan membahas suatu amalan utama di hari Jumat yang JARANG DIBAHAS, yaitu : Menyimak KHUTBAH JUMAT.

Mengapa Khutbah Jumat diadakan SEBELUM Shalat Jumat?

Tentu tujuannya agar ceramah atau nasihat taqwa yang disampaikan dalam Khutbah akan memperkuat ketaqwaan kita sehingga kita menunaikan Shalat Jumat dengan LEBIH KHUSYU.

Tapi sebagian orang, tanpa sadar meremehkan keutamaan Khutbah Jumat. Banyak yang datang terlambat dan ketinggalan Khutbah Jumat karena hanya mengejar pelaksanaan Shalat Jumat saja.

Merupakan KERUGIAN BESAR jika kita TIDAK menyadari pentingnya Khutbah Jumat. Padahal ini adalah cara cepat dan mudah untuk menambah ilmu agama.

Berapa banyak dari kita yang dalam seminggu sempat membaca buku agama atau mengikuti majelis taklim? Kesibukan duniawi menyebabkan ilmu agama kita tidak bertambah. Nah sebenarnya dengan menyimak Khutbah Jumah – hanya selama seperempat sampai setengah jam --  ilmu agama kita bertambah.

Salah satu keutamaan menyimak Khutbah Jumat adalah DIAMPUNI DOSANYA selama 10 hari, sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW :

“Barangsiapa yang berwudhu, lalu memperbagus wudhunya kemudian ia mendatangi (shalat) Jum’at, kemudian (DI SAAT KHUTBAH) ia betul-betul mendengarkan dan diam, maka dosanya antara Jum’at saat ini dan Jum’at sebelumnya ditambah tiga hari akan diampuni…”  (Hadits Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)


Sikap Meremehkan Khutbah Jum’at

Sudah tak terhitung banyaknya, sepanjang hidup, kita menunaikan Shalat Jumat dan mengikuti Khutbah Jumat.

Izinkan Khatib BERTANYA pada jamaah :   berapa banyak khutbah Jum’at yang benar-benar berkesan dan memberikan manfaat bagi kita ? Lalu pertanyaan berikutnya, masih INGATKAH kita dengan intisari Khutbah Jumat yang kita dengar minggu lalu?

Sejujurnya jawabannya adalah : Sedikit sekali !

Ada 2 fenomena Khutbah Jumat yang terjadi di kalangan masyarakat kita :

  1. Khutbah Jumat yang terlalu panjang dan cenderung monoton
  2. Ada sebagian kecil jamaah yang selama Khutbah Jumah bermain HP atau tertidur ! Ada juga yang melamun, ibaratnya isi khutbah hanya “numpang lewat” alias “masuk kuping kiri, keluar kuping kanan”


Kita semua tahu bahwa saat Khutbah Jumat BUKAN waktu untuk istirahat dan tidur siang!

Segala sesuatu ada tempat dan waktunya. Ada waktunya untuk tidur dan memakai HP. Masjid adalah “rumah Tuhan” tempat untuk beribadah dan berdialog dengan Tuhan Sang Maha Pencipta. Kita berada di masjid pada hari Jumat sekitar 1 jam. Selama itu, mari kita fokuskan pada Allah SWT dan untuk sementara waktu “memutuskan hubungan dengan dunia maya” dengan menon-aktifkan HP.

Salah satu kerugian besar jika kita tidak menyimak Khutbah Jumat adalah kehilangan saat mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu dimana Allah akan mengabulkan permohonan seorang muslim. Waktunya hanya singkat” (Hadis Riwayat Muslim).

Waktu MUSTAJAB itu terjadi ketika Khatib duduk istirahat DI ANTARA 2 KHUTBAH, yang waktunya hanya 1 sampai 2 menit. Jika kita tidak menyimak, maka momen berharga itu akan lewat begitu saja.

Sekaranglah waktunya kita mengubah dan memperbaiki sikap kita dalam mengikuti Khutbah Jumat. Dengan demikian, setiap hari Jumat, ilmu agama dan amalan kita bertambah


Penutup

Pada hari Jum’at ini sepantasnya kita mengucapkan ”Alhamdulillah, Ini HARI JUM’AT”. Jum’at adalah hari istimewa yang patut kita SYUKURI... hari dimana kita berkumpul bersama saudara-saudara seiman di rumah Allah untuk bersama-sama menunaikan Shalat Jum’at.

Hari di saat kita membulatkan niat untuk tholibil ’ilmi atau menuntut ilmu agama dengan MENYIMAK dan mengamalkan isi Khutbah Jumat.


Mari kita muliakan hari Jum’at dengan sikap gembira dan semangat bersyukur “Alhamdulillah, Ini Hari Jum’at” dengan memperbanyak amal ibadah. Jum’ah makin berkah dengan Sedekah.

 

Last Updated on Sunday, 25 November 2018 20:26
 

Who's Online

We have 14 guests online

SERUAN ISLAMI

TSJS
TSJS
Salam Online
Alif
SO

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday699
mod_vvisit_counterYesterday796
mod_vvisit_counterThis week3450
mod_vvisit_counterLast week7012
mod_vvisit_counterThis month15162
mod_vvisit_counterLast month3538
mod_vvisit_counterAll days759665

Online (20 minutes ago): 10
Your IP: 3.82.24.132
,
Today: Dec 19, 2018
Visitors Counter

Tips Islami

TIPS CARA MENGHAFAL NAMA-NAMA BULAN
DALAM PENANGGALAN ISLAM
:

Berdasarkan kata-kunci SUKU-KATA
dari Awal huruf nama bulan
(* untuk memudahkan,
hafalkan suku-kata per 2 bulan) :

Mu Sho, Rob-Rob, Jum-Jum,
Ro Sya, Rom Sya & Zul Zul


--» MUharrom SHOfar;
ROBiul awal -ROBi`ul akhir;
JUMadil awal - JUMadil akhir;
ROjab SYA`ban; ROMadhon SYAwal
& ZULqoidah ZULhijjah

@ Mudah kan?

»» Yuk Kita Hafalin (selagi kena
macet di jalan) dan
Diamalin (ajarkan teknik
hafalan ini kepada anak,
keluarga & teman2
sebagai da'wah) !

Seri Poster Islami

Jadwal Imsakiyah
2016 Qirsa

Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa - Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa

SERI DOA HARIAN RAMADHAN

 

 

Kalender Islam

Jadwal Sholat

Peringatan Ayat Quran




Powered by Pandji Kiansantang.