Fokus pada Persamaan, bukan Perbedaan : Mewujudkan Umat Islam yang lebih kuat

Search

Created by :

Pandji Kiansantang
Since 5 August 2010

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
PandjiKiansantang@gmail.com

Twitter :
@inspirasipanji


Other Websites

 

>> PandjiKiansantang.com <<
WebsiteTulisan Inspirasi
Pandji Kiansantang

 

>> Proklamasi1945.com <<
Segala hal tentang Proklamasi
Kemerdekaan dan Revolusi
Indonesia 1945-1950


Fokus pada Persamaan, bukan Perbedaan : Mewujudkan Umat Islam yang lebih kuat PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Berita Qirsa - Berita Qirsa
Written by Administrator   
Sunday, 17 July 2016 09:22

Oleh : Pandji Kiansantang

 

Mengutip tulisan : menjawab pertanyaan "Manakah Kelompok Islam yang lebih baik di antara umat Islam?  Salafy yang berjuang dengan fokus Tholabul Ilmi, atau Jamaah Tabligh yang menyeru orang untuk sholat di Masjid, atau Hizbut Tahrir yang memperjuangkan Kekhalifahan, atau PKS yang berjuang di Parlemen, atau NU yang Islam kultural, atau Muhammadiyah yang berjuang di sektor pendidikan"?

Pertanyaan itu sama dengan menanyakan manakah yang lebih baik, apakah tangan lebih baik dari kaki, apakah mata lebih baik dari pada mulut, apakah telinga lebih baik dari pada hidung? "Bukankah Rasulullah SAW mengatakan  : "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim)

Seperti anggota tubuh, umat Islam ini diberi ilham oleh Allah SWT untuk cenderung fokus menjalankan fungsi yang berbeda beda sehingga mereka punya medan jihad (perjuangan) yang berbeda pula.
Namun sayangnya sebagian umat Islam ini ada yang membanggakan kelompoknya masing-masing dan lupa bahwa sebenarnya mereka adalah satu tubuh.

Logikanya kalau satu tubuh, mana mungkin tangan kanan itu memukul tangan kirinya, mana mungkin kaki kiri menendang kaki kanannya. Kalaupun ada anggota tubuh itu merugikan tubuh yang lain, yaa itu namanya Kanker yang harus diamputasi dibuang dari tubuh. Anggota tubuh itu selayaknya saling bekerja sama. Coba kalau mulut mau makan, kan tangan yang mengambil makanan. Lihat kalau mau ambil barang yang tinggi letaknya, kan kaki yang melompat supaya tangannya sampai.

Bukankah indah, kalau kita saling melengkapi. Umat Islam ini seperti sebuah "Puzzle" yang kalau digabungkan bagian demi bagiannya maka barulah menjadi satu gambaran yang utuh dan saling melengkapi.

Sudah saatnya umat Islam bersinergi dan bersatu...
Hormati perbedaan, utamakan ukhuwah jangan sampai kita terpecah belah.
STOP menjelekkan/menyalahkan/menghasut sesama umat Islam, kebenaran hakiki hanya milik Allah SWT semata.


Ini adalah "Pesan persaudaraan Islam" yang penting.
Harus disadari bahwa yang menyebabkan umat Islam sekarang LEMAH dan dipandang remeh umat lain walau mayoritas adalah TERPECAH BELAH dalam berbagai aspek/ kelompok. Ada kecenderungan masing-masing kelompok menganggap diri "PALING BENAR" dan mencela kelompok lain. Gejala ini dapat disebut "FANATISME GOLONGAN" (Ashabiyah). Padahal Allah SWT sudah secara tegas memperingati hal ini :

1) Dan janganlah kalian termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah (kaum musyrikin), yaitu orang-orang yang MEMECAH BELAH agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa BANGGA dengan apa yang ada pada golongan mereka. [QS. ar-Rum/30: 31-32].

2) "Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kalian saling BERBANTAH-BANTAHAN, yang akan menyebabkan kalian LEMAH dan hilangnya kekuatan kalian dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. [QS. Al-Anfal/ 8: 46].

3) Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki MENCELA sekelompok yang lain, boleh jadi yang dicela itu LEBIH BAIK dari mereka.
Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung EJEKAN. Seburuk-buruk PANGGILAN adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim “ (QS. Al Hujuraat :11)

Suatu hal yang IRONIS, terkadang umat Islam LEBIH TOLERAN pada umat agama-agama lain dibanding terhadap "kelompok" muslim lain yang "BERBEDA".

Padahal menurut Islam, sesama muslim adalah "BERSAUDARA" (Ikhwanul Muslimin berdasarkan Ukhuwah Islamiyah)
Ibaratnya, mengapa bisa bersikap damai dan menerima perbedaan dengan "tetangga", tapi bersikap gontok-gontokan dan bermusuhan dengan "Kakak/ Adik sendiri" yang tidak sependapat dengan kita?

KEBERAGAMAN (istilah positif untuk "perbedaan") dalam masyarakat muslim adalah FAKTA dan harus dapat kita terima. SIKAP KUNCI  yang harus ditekankan untuk menyikapi keberagaman adalah melihat/ menekankan/ FOKUS pada KESAMAAN yang pastinya lebih banyak daripada "mencari-cari PERBEDAAN"  yang sesungguhnya "tidak seberapa". Kalau kita sadar bahwa kita sama-sama beragama Islam, percaya rukun Iman, menjalankan rukun Islam dan berbagai persamaan lainnya, maka kita akan sadar bahwa PADA DASARNYA kita SAMA dan Bersaudara.

Ayo kita latih mempraktekkan pola pikir (mindset) FOKUS pada "Apa yang SAMA di antara kita" dan bukan pada pada "Apa yang BERBEDA di antara kita". Insya Allah, dalam hubungan sosial apapun akan LEBIH HARMONIS, termasuk dalam hubungan perkawinan (suami-istri) maupun HUBUNGAN KERJA (pengusaha-karyawan, atasan-bawahan, sesama rekan kerja). Ini akan menciptakan lingkungan yang BERKAH.

Sebaliknya kalau kita masih saja memakai pola pikir lama yaitu FOKUS pada PERBEDAAN dan menganggap diri PALING BENAR, maka yang ada adalah KONFLIK rumah tangga (yang berujung pada perceraian dan broken-home) dan konflik dalam  hubungan kerja (dari demo dan mogok kerja sampai "klik-klikan" dan "politik kantor").  Dalam ruang lingkup yang lebih besar, pola pikir inilah yang menimbulkan saling-menghujat, konflik sosial, kerusuhan, terorisme dan Perang. Pola pikir inilah yang bertanggungjawab pada terciptanya penderitaan dan "Neraka Dunia".

Sebagaimana pernyataan Allah SWT bahwa "Tidak akan BERUBAH Nasib suatu kaum sampai kaum itu MERUBAH Nasibnya sendiri", Yuk mulai dengan MERUBAH Pola pikir (Mindset) kita dengan men-setelnya pada "Default" fokus pada Persamaan, bukan pada Perbedaan.

Sadarilah bahwa ternyata masing-masing kita BISA BERPERAN untuk merubah keadaan umat Islam menjadi LEBIH BAIK dengan merubah pola pikir kita masing-masing. Alhamdulillah

Last Updated on Monday, 18 July 2016 01:05
 

Who's Online

We have 318 guests online

SERUAN ISLAMI

TSJS
TSJS
Salam Online
Alif
SO

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday13
mod_vvisit_counterYesterday883
mod_vvisit_counterThis week2729
mod_vvisit_counterLast week5537
mod_vvisit_counterThis month11445
mod_vvisit_counterLast month18470
mod_vvisit_counterAll days672409

Online (20 minutes ago): 13
Your IP: 54.196.42.146
,
Today: Jun 19, 2018
Visitors Counter

Tips Islami

TIPS CARA MENGHAFAL NAMA-NAMA BULAN
DALAM PENANGGALAN ISLAM
:

Berdasarkan kata-kunci SUKU-KATA
dari Awal huruf nama bulan
(* untuk memudahkan,
hafalkan suku-kata per 2 bulan) :

Mu Sho, Rob-Rob, Jum-Jum,
Ro Sya, Rom Sya & Zul Zul


--» MUharrom SHOfar;
ROBiul awal -ROBi`ul akhir;
JUMadil awal - JUMadil akhir;
ROjab SYA`ban; ROMadhon SYAwal
& ZULqoidah ZULhijjah

@ Mudah kan?

»» Yuk Kita Hafalin (selagi kena
macet di jalan) dan
Diamalin (ajarkan teknik
hafalan ini kepada anak,
keluarga & teman2
sebagai da'wah) !

Seri Poster Islami

Jadwal Imsakiyah
2016 Qirsa

Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa - Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa

SERI DOA HARIAN RAMADHAN

 

 

Kalender Islam

Jadwal Sholat

Peringatan Ayat Quran




Powered by Pandji Kiansantang.