Dakwah Online "Qalbu Islami Karyawan Summarecon"

Search

Created by :

Pandji Kiansantang
Since 5 August 2010

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
PandjiKiansantang@gmail.com

Twitter :
@inspirasipanji


Other Websites

 

>> PandjiKiansantang.com <<
WebsiteTulisan Inspirasi
Pandji Kiansantang

 

>> Proklamasi1945.com <<
Segala hal tentang Proklamasi
Kemerdekaan dan Revolusi
Indonesia 1945-1950


Khutbah Shalat Jum'at Bersama : "Ramadhan Bersyukur" pada 16 Juni 2017 oleh Pandji Kiansantang
Monday, 19 June 2017 09:02

 

 
Pelaksanaan Rangkaian Kegiatan "Ramadhan Bersyukur" 1438 H
Thursday, 15 June 2017 14:40

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Poster Rangkaian Acara "Ramadhan Bersyukur 1438 H"
Friday, 26 May 2017 20:25

 

 

 

 

 

 

 

 
Marhaban ya Ramadhan 1438 H
Friday, 26 May 2017 20:22

 

 

 

 
Puisi Nasihat Kematian
Monday, 01 May 2017 09:53

PUISI "Surat Cinta untuk Sesuatu yang pasti akan menimpa kita semua" :

* Didedikasikan pada Bang Jem, alm, H, Djajaputra Masjhur yang wafat pada 21 Maret yang bertepatan dengan "Hari Puisi Sedunia, dan dibacakan pada Tahlilan 100 hari pada 29 April 2017.


Kaulah yang ditakuti seluruh manusia karena mencabut kenikmatan dunia. Sesungguhnya kau selalu ada di SEKELILING KAMI : Tak terhitung kita membaca dan melihat berita duka di seluruh dunia. Bisa ingatkah berapa kali kita mengikuti Tahlil dan membaca surat Yasin? Takkan teringat betapa banyak kita mengucapkan kalimat Istirja' "Innalillahi wa inna lillahi rojiun" (Sesungguhnya kami adalah KEPUNYAAN Allah, dan kepada Allah jugalah kami KEMBALI).

 

Tanda-tandamu sudah terlihat, tapi kami tidak pernah siap. Kaulah pengubah Nasib.  Dari ada menjadi tiada. Dari nyata tinggal menjadi kenangan. Kau disambut dengan tangis kesedihan ratapan dan kehilangan.

 

Tapi sesungguhnya Kaulah jalan Illahi untuk kembali padaNya.  Kau menyadarkan bahwa tiada yang kekal. Hidup di dunia hanya persinggahan dan kita semua adalah Musafir. Harta itu sesungguhnya hanya titipan, sedangkan Pangkat hanyalah sematan, serta Nyawa cuma pinjaman.

 

Sabda Nabi "Cukuplah Kematian sebagai NASEHAT". Mari bertanya pada diri sendiri, "Sudah siapkan kita jika itu terjadi sekarang, Hal yang tak terelakan dan pasti terjadi?  Sudah cukupkah bekal amal pahala kita untuk menghadap kembali pada Sang Pencipta? Sudahkah kita mempersiapkan KELUARGA kita secara mental dan material untuk menghadapinya? Sudahkah berpikir dimana kita akan dimakamkan? Mau dikenang sebagai apa kita setelah tiada?

 

Pada kenyataannya, Semua orang ingin masuk Surga, tapi hanya sedkit saja yang siap mati sekarang juga.

 

Kedatanganmu menentukan AKHIR dari Awal, dan AWAL dari Akhir perjalanan hidup kita. Ketika usia berhenti dan waktu menjadi keabadian.

 

Apakah kita menjadikanya Tamu tak diundang atau Tamu yang telah dinantikan kedatangannya.

 

Kau mengajarkan untuk lebih mensyukuri kehidupan dan Memanfaatkan sisa usia. Kau menyadarkan bahwa kita baru menghargai sesuatu setelah kita kehilangannya.

 

Takdir manusia sudah ditentukan Illahi. Suka duka dan hidup mati sudah digariskan. Musibah atau Berkah, tergantung cara kita memandangnya.

 

Ya Allah, hidupkanlah kami dengan rezeki yang berkah, Ya Allah, ampuni kami dengan Taubatan Nasuha. Ya Allah, akhiri  hidup kami dengan HUSNUL KHOTIMAH. Amin ya Robbal alamin.

 

*Pandji Kiansantang, TPU Tanah Kusir, 21 Maret 2017

 
"Pengamalan makna Zikir dalam Kehidupan rumah tangga"
Saturday, 29 April 2017 07:04

NASIHAT PERKAWINAN DARI ZIKIR YANG KITA BACA SEHARI-HARI

( Nasehat bagi diriku sendiri dan bagi saudara-saudaraku, oleh: Pandji Kiansantang)

 

Assalamu'alaikum warrahmatulahi wabarakatuh.

 

Sabda Nabi Muhammad SAW " Zikir adalah Shadaqah (= Pemberian kebaikan)". Allah SWT Maha Kaya, maka zikir yang kita baca bukan "pemberian" kita pada Sang Pencipta, tapi "pemberian" bagi diri kita sendiri, yaitu memberi NASEHAT bagi kita sendiri.

Bagaimana Zikir dapat berguna dlm kehidupan kita sehari2?

Pahami dan AMALKAN yang kita baca!

Amalkan MAKNA ZIKIR (pujian-pujian pada Allah) dengan meneladani sifat-sifat agung Sang Pencipta dalam kehidupan kita sehari-hari, termasuk dalam kehidupan rumah tangga kita :

 

1) Subhanallah (Maha suci Allah) : menjaga kesucian perkawinan kita. Menjadikannya sebagai Ibadah, jangan justru menjadi sumber dosa : jangan zhalim pada istri/suami. Jika melakukan kesalahan pada pasangan hidup, segeralah meminta maaf. Demikian pula mau berjiwa besar memaafkan pasangan. Ingat, manusia adalah tempatnya salah. Manusia terbaik adalah yg mau memperbaiki kesalahan mereka dan mau memaafkan orang lain. Ini adalah pancaran sifat Penyayang Allah SWT.

 

2) Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) : Bersyukurlah pada suami/istri kita. Begitu banyak kebaikan yg telah mereka lakukan sebelumnya, jangan dilupakan/tertutup hanya karena sikap tertentu yg tidak anda sukai saat ini. Biasakan berterimakasih dengan tulus atas apa yg mereka lakukan pada kita - walau sekecil apapun (seperti "hanya" membuatkan teh /kopi). Puji dg tulus "pelayanan" mereka (seperti masakan yg mereka buat).

Nabi Muhammad SAW bersabda : " Barang siapa yang tidak bersyukur pada (pemberian/kebaikan) manusia berarti TIDAK akan bersyukur pada Allah. Barangsiapayang tidak bersyukur untuk (pemberian/ kebaikan) yang sedikit, TIDAK akan bersyukur pada yang banyak".

 

3) Allahu Akbar (= Allah Maha Besar). "Kunci sukses Hablumminallah (hubungan kita dengan Allah) adalah merendahkan diri di hadapan Sang Pencipta. Kunci sukses Hablumminannas (hubungan kita dengan Allah) adalah  bersikap rendah hati pada sesama manusia". Bersikap rendah hatilah pada istri/suami kita. Nasihat bagi para suami, jangan karena mentang-mentang kita pencari nafkah utama, kita merendahkan dan meremehkan istri kita, apalagi kalau "hanya" istri rumah tangga. Tugas Ibu Rumah Tangga sesungguhnya berat dan terhormat. Walau suami adalah "Imam keluarga" dan kepala rumah tangga, jadilah Pemimpin yang demokratis (mau melibatkan dan mendengar pendapat istri), jangan jadi pemimpin yang otoriter atau bersikap sebagai "Boss" yang maunya menang sendiri dan dilayani saja.

Sabda Nabi : "Jangan Zhalim dan jangan mau Dizhalimi".

Janganlah kita para suami "menyalahgunakan kekuasaan" kita dengan - sadar atau tanpa sadar - "menzhalimi" (menganiaya) istri kita secara psikis apalagi fisik (KDRT) karena ini akan alih-alih tercipta perkwinan yang "Sa-ma-ra", yang terjadi adalah "Neraka Dunia" dalam Rumah tangga. Naudzubillah min zalik.

Al Qur'an sebagaj "petunjuk kehidupan" dalam Surat Al 'Ashr (= Waktu) sesungguhnya  memberikan pedoman bagi suami-istri. Penafsiran surah ini untuk konteks rumah tangga ini adalah sebagai berikut : "Demi waktu kehidupan yg singkat. Suami-istri (Keluarga) yang Beruntung (Bahagia) adalah yang : Beriman, Beramal shaleh serta  saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran".

 

4) La illaha ilallah (= Tiada Tuhan selain Allah).

Kalimat Tauhid (mengesakan Tuhan)  ini menegaskan bahwa setiap muslim wajib selalu meng-esakan Tuhan dalam segala aspek kehidupannya. Pelanggaran atas ketentuan no. 1 dalam aqidah Islam ini adalah SYRIQ, yaitu Dosa besar yg tidak diampuni. Pelaksanaannya adalah dilarang untuk "mempersekutukan / menduakan Tuhan" dengan "menyembah" kekuatan-kekuatan selain Allah. Juga  jangan "mempertuhankan" (menomorsatukan) hal-hal lain di atas Allah, seperti : Uang, Harta, Jabatan, termasuk orang yg anda PALING Kasihi (Istri, Suami, Anak). Yang harus kita lakukan adalah  "Cinta karena Allah & Benci karena Allah".

Ketika membaca zikir "Tiada Tuhan selain Allah" ini, segala pikiran dan hati kita harus FOKUS KONSENTRASI (Memusatkan pikiran) hanya pada Allah SWT. Kalau mulut mengucapkan zikir ini tapi pikiran melayang kemana-mana, itu artinya kita hanya berzikir di mulut dan  "mendua-kan" Tuhan dgn hal-hal keduniaan yang kita pikirkan. Artinya kita - tanpa sadar - mengingkari apa yang kita baca. Tanpa KHUSYU (fokus konsentrasi) akan mustahil bagi kita untuk "menjalin hubungan"  dengan Sang Maha Pencipta (Hablumminallah).

Pengamalannya dalam kehidupan perkawinan :  FOKUSKAN hati kita pada Pasangan kita saat ini.  Jadikanlah mereka sebagai "belahan jiwa" ( soul mate) anda.

Mereka adalah "VVIP kita" karena mereka adalah orang yang menentukan apakah hidup kita bahagia atau sengsara. Jangan biarkan hati kita tertarik apalagi berpindah ke lain hati. Belajarlah untuk bersikap SETIA. Jika kita menuntutnya Setia, seharusnya kita juga melakukan yang sama.

Sabda Nabi : "Jika kau tertarik melihat seorang wanita, maka pulanglah. Sesungguhnya yang ada pada wanita itu ada juga pada istrimu".

Suatu Penelitian menunjukkan bahwa 75% (3/4) Kebahagiaan orang yang sudah menikah ditentukan oleh kehidupan perkawinannya.

Sulit untuk bahagia, jika perkawinan bermasalah.

Berapapun lama usia perkawinan kita saat ini, BELUM TERLAMBAT untuk memperbaikinya. Daripada menuntut pasangan untuk Berubah, MULAILAH MERUBAH sikap kita mulai sekarang

Kita sendirilah yang menentukan kebahagiaan hidup, termasuk memperbaiki kondisi perkawinan kita saat ini.

Kini semua terserah tergantung kita, apakah ingin menjadikan Perkawinan kita sebagai "Surga Dunia" atau justru "Neraka Dunia".

Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

(Pandji Kiansantang, 3 Sya'ban 1438 H, 29 April 2017)

 
Isra Mi'raj "Hari Raya Shalat"
Friday, 21 April 2017 13:35

 

 

 
Pesan Dakwah dalam Merchandise Ceramah Umum Dr. Zakir Naik
Monday, 10 April 2017 09:14

 
Semua muslim - termasuk kita - adalah pendakwah
Sunday, 09 April 2017 21:42

 
"Shalat Jum'at Bersama" ke-77 pada 7 April 2017 dengan topik "7 dalam Islam"
Sunday, 09 April 2017 21:31

 
7 Nasihat untuk Merubah Hidup Lebih Baik
Sunday, 09 April 2017 14:11

 
Arti sebutan untuk Allah, Rasulullah, Nabi & Sahabat
Friday, 31 March 2017 09:57

 
Miracle of Shalat
Friday, 31 March 2017 09:54

 
3 Kunci Rezeki yang dijanjikan Allah
Friday, 31 March 2017 09:53

 
Kalau mau Kaya, Bantulah yang Miskin
Friday, 31 March 2017 09:51

 
Jangan lupa Bersyukur ketika Gajian
Friday, 31 March 2017 09:42

 
Wisata Religi Tahun Baru Islam 1438 H - QIRSA
Friday, 07 October 2016 17:31

 

 
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1438 H
Friday, 30 September 2016 21:40

 
Selamat Hari Raya Idul Adha 1437 H
Saturday, 10 September 2016 10:27

 

 
"MAAF TUHAN, SAYA SEDANG LIBURAN ": Bersyukur dalam Traveling
Tuesday, 02 August 2016 08:30

"MAAF TUHAN, SAYA SEDANG LIBURAN ": Bersyukur dalam Traveling
(*Sebuah renungan untuk menasehati diri saya sendiri yang semoga bermanfaat bagi orang lain)
oleh Pandji Kiansantang

Hampir jam 5 pagi suara adzan Subuh terdengar syahdu di keheningan Pulau Pahawang,. Sepagi itu sudah terlihat aktivitas dari warga setempat yang mempersiapkan buka warung. Tampak dari rumah homestay, beberapa wisatawan muda berhijab keluar untuk shalat Subuh berjamaah di musholla.

Tapi pada dini hari ini kebanyakan wisatawan masih tidur lelap terbuai mimpi. Kontras dengan pemandangan tadi malam dimana puluhan orang hangout di pantai sampai larut malam.

Pahawang, pulau kecil di Lampung Selatan , yg dalam 5 tahun menjadi buah bibir para wisatawan domestik, terutama karena lokasi2 snorkeling yg menawan. Wisatawan menjulukinya "Pahawang, "a piece of paradise", sekeping Surga".

"Surga di dunia" : pulau tropis yg indah, adalah simbol pesona Daerah Tujuan Wisata. "Pulau Dewata" Bali adalah contoh idealnya. Pahawang dan pulau2 lainnya adalah "Bali-bali kecil" yang menjadi magnet bagi "wisatawan domestik" (Wisdom) maupun "wisatawan mancanegara" (wisman).Walaupun jauh, tapi berbondong2 orang kota mendatanginya utk re-freshing, melepaskan stress dari beban kehidupan. "Escapade to Paradise"

Tapi suasana Subuh di Pahawang juga menceritakan sisi lain gaya hidup (lifestyle) wisatawan di lokasi wisata. Tanpa bermaksud menghakimi, ini juga merupakan gambaran  perilaku sebagian wisatawan muslim ketika Traveling.

Banyaknya "godaan liburan", membuat mereka yang taat beribadah  di tempat asalnya, "berlibur" juga ibadahnya ketika sampai di tempat liburan. Mereka meninggalkan shalat dengan alasan musafir. Dengan alasan keakraban, ada yang ikut2an teman perjalanan yg nonmuslim utk minum bir dan makan masakan yang tak halal. Bisa dibilang,  kecuali yang memakai hijab, terlepas identitas mereka sebagai seorang muslim.

Padahal sebelumnya Kita rajin berdoa agar kita dikarunai rezeki, termasuk untuk traveling. Sesaat sebelum berangkat traveling, kita masih berdoa utk keselamatan. Semua ibadah dilaksanakan sampai...  tiba di lokasi traveling. Kita bukan hanya liburan dari bekerja, tapi juga "liburan dari Ibadah." Seakan-akan Doa  diganti dengan foto narsis dan selfie, sajadah berganti tongsis, zikir berganti tawa canda dengan teman-teman. Tiada yang salah dengan bersenang-senang. Yang salah adalah ketika kita melupakan yang mengkaruniakan kita kesempatan dan rezeki untuk bersenang-senang, yaitu Tuhan.

"Hidup adalah Perjalanan", tentunya kita semua tahu itu. Yang sering kita tidak sadar, bahwa kita-lah SANG MUSAFIR dalam perjalanan itu. Kita ambil contoh bahwa perjalanannya adalah MENDAKI GUNUNG seperti yang banyak dilakukan oleh pecinta alam ke Gunung Semeru, Gunung Gede, Gunung Rinjani sampai puncak tertinggi di Jayawijaya, Papua.

Perjalanan kita sebagai "Pendaki" (Climber) akan diwarnai suka-duka serta akan mengalami banyak hambatan selama perjalanan, seperti cuaca dingin yang membeku,  hujan deras, angin besar, jalan yang curam dan terjal, jurang yang menghadang dan sebagainya. Selalu ada resiko untuk cedera dan celaka. Tapi setelah tiba di Puncak gunung, semua jerih payah akan terbayar lunas. Melihat matahari terbit dan alam sekeliling dari puncak gunung adalah pemandangan spektakuler yang takkan dapat digambarkan dengan kata-kata.

Kalau kita anggap bahwa "Puncak Gunung" adalah lokasi tujuan wisata, seperti Bali atau Pahawang, layakkah kita berperilaku seperti ini : sepanjang pendakian kita berdoa untuk keselamatan kita. Tapi setelah sampai di Puncak, justru kita LUPA DIRI dan LUPA TUHAN. Lupakah kita bahwa setelah menikmati puncak gunung, kita harus pulang, yang artinya harus turun gunung dengan perjalanan yang juga memiliki resiko cedera dan celaka? Masihkan kita berani tidak berdoa untuk keselamatan kita? Kadang-kadang turun gunung lebih berbahaya dari mendakinya  karena stamina sudah drop karena keletihan,apalagi jika hujan deras yang menyebabkan jalan licin yang dapat membuat kita terpeleset jatuh. Masih kita berani melupakan Tuhan dengan tidak berdoa?

Gambaran di atas menunjukkan bahwa seharusnya kita selalu bersyukur, berdoa dan beribadah di setiap waktu dan di setiap tempat... di mana saja dan kapan saja... termasuk ketika liburan.

Justru di tempat wisata, kita harus LEBIH BANYAK BERSYUKUR bahwa kita termasuk "orang beruntung" yang dikaruniai Tuhan dalam Kesehatan, Waktu luang dan Rezeki uang untuk dapat Traveling. Alhamdulillah bisa dapat Traveling !

(*Renungan Pandji Kiansantang di Pulau Pahawang, Lampung Selatan, Ahad 31 Juli 2016 jam 7 pagi)

 
Dunia Pesantren dan Dunia Bisnis : Sharing Pandji Kiansantang
Monday, 01 August 2016 09:03

 
Fokus pada Persamaan, bukan Perbedaan : Mewujudkan Umat Islam yang lebih kuat
Sunday, 17 July 2016 09:22

Oleh : Pandji Kiansantang

 

Mengutip tulisan : menjawab pertanyaan "Manakah Kelompok Islam yang lebih baik di antara umat Islam?  Salafy yang berjuang dengan fokus Tholabul Ilmi, atau Jamaah Tabligh yang menyeru orang untuk sholat di Masjid, atau Hizbut Tahrir yang memperjuangkan Kekhalifahan, atau PKS yang berjuang di Parlemen, atau NU yang Islam kultural, atau Muhammadiyah yang berjuang di sektor pendidikan"?

Pertanyaan itu sama dengan menanyakan manakah yang lebih baik, apakah tangan lebih baik dari kaki, apakah mata lebih baik dari pada mulut, apakah telinga lebih baik dari pada hidung? "Bukankah Rasulullah SAW mengatakan  : "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim)

Seperti anggota tubuh, umat Islam ini diberi ilham oleh Allah SWT untuk cenderung fokus menjalankan fungsi yang berbeda beda sehingga mereka punya medan jihad (perjuangan) yang berbeda pula.
Namun sayangnya sebagian umat Islam ini ada yang membanggakan kelompoknya masing-masing dan lupa bahwa sebenarnya mereka adalah satu tubuh.

Logikanya kalau satu tubuh, mana mungkin tangan kanan itu memukul tangan kirinya, mana mungkin kaki kiri menendang kaki kanannya. Kalaupun ada anggota tubuh itu merugikan tubuh yang lain, yaa itu namanya Kanker yang harus diamputasi dibuang dari tubuh. Anggota tubuh itu selayaknya saling bekerja sama. Coba kalau mulut mau makan, kan tangan yang mengambil makanan. Lihat kalau mau ambil barang yang tinggi letaknya, kan kaki yang melompat supaya tangannya sampai.

Bukankah indah, kalau kita saling melengkapi. Umat Islam ini seperti sebuah "Puzzle" yang kalau digabungkan bagian demi bagiannya maka barulah menjadi satu gambaran yang utuh dan saling melengkapi.

Sudah saatnya umat Islam bersinergi dan bersatu...
Hormati perbedaan, utamakan ukhuwah jangan sampai kita terpecah belah.
STOP menjelekkan/menyalahkan/menghasut sesama umat Islam, kebenaran hakiki hanya milik Allah SWT semata.


Ini adalah "Pesan persaudaraan Islam" yang penting.
Harus disadari bahwa yang menyebabkan umat Islam sekarang LEMAH dan dipandang remeh umat lain walau mayoritas adalah TERPECAH BELAH dalam berbagai aspek/ kelompok. Ada kecenderungan masing-masing kelompok menganggap diri "PALING BENAR" dan mencela kelompok lain. Gejala ini dapat disebut "FANATISME GOLONGAN" (Ashabiyah). Padahal Allah SWT sudah secara tegas memperingati hal ini :

1) Dan janganlah kalian termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah (kaum musyrikin), yaitu orang-orang yang MEMECAH BELAH agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa BANGGA dengan apa yang ada pada golongan mereka. [QS. ar-Rum/30: 31-32].

2) "Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kalian saling BERBANTAH-BANTAHAN, yang akan menyebabkan kalian LEMAH dan hilangnya kekuatan kalian dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. [QS. Al-Anfal/ 8: 46].

3) Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki MENCELA sekelompok yang lain, boleh jadi yang dicela itu LEBIH BAIK dari mereka.
Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung EJEKAN. Seburuk-buruk PANGGILAN adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim “ (QS. Al Hujuraat :11)

Suatu hal yang IRONIS, terkadang umat Islam LEBIH TOLERAN pada umat agama-agama lain dibanding terhadap "kelompok" muslim lain yang "BERBEDA".

Padahal menurut Islam, sesama muslim adalah "BERSAUDARA" (Ikhwanul Muslimin berdasarkan Ukhuwah Islamiyah)
Ibaratnya, mengapa bisa bersikap damai dan menerima perbedaan dengan "tetangga", tapi bersikap gontok-gontokan dan bermusuhan dengan "Kakak/ Adik sendiri" yang tidak sependapat dengan kita?

KEBERAGAMAN (istilah positif untuk "perbedaan") dalam masyarakat muslim adalah FAKTA dan harus dapat kita terima. SIKAP KUNCI  yang harus ditekankan untuk menyikapi keberagaman adalah melihat/ menekankan/ FOKUS pada KESAMAAN yang pastinya lebih banyak daripada "mencari-cari PERBEDAAN"  yang sesungguhnya "tidak seberapa". Kalau kita sadar bahwa kita sama-sama beragama Islam, percaya rukun Iman, menjalankan rukun Islam dan berbagai persamaan lainnya, maka kita akan sadar bahwa PADA DASARNYA kita SAMA dan Bersaudara.

Ayo kita latih mempraktekkan pola pikir (mindset) FOKUS pada "Apa yang SAMA di antara kita" dan bukan pada pada "Apa yang BERBEDA di antara kita". Insya Allah, dalam hubungan sosial apapun akan LEBIH HARMONIS, termasuk dalam hubungan perkawinan (suami-istri) maupun HUBUNGAN KERJA (pengusaha-karyawan, atasan-bawahan, sesama rekan kerja). Ini akan menciptakan lingkungan yang BERKAH.

Sebaliknya kalau kita masih saja memakai pola pikir lama yaitu FOKUS pada PERBEDAAN dan menganggap diri PALING BENAR, maka yang ada adalah KONFLIK rumah tangga (yang berujung pada perceraian dan broken-home) dan konflik dalam  hubungan kerja (dari demo dan mogok kerja sampai "klik-klikan" dan "politik kantor").  Dalam ruang lingkup yang lebih besar, pola pikir inilah yang menimbulkan saling-menghujat, konflik sosial, kerusuhan, terorisme dan Perang. Pola pikir inilah yang bertanggungjawab pada terciptanya penderitaan dan "Neraka Dunia".

Sebagaimana pernyataan Allah SWT bahwa "Tidak akan BERUBAH Nasib suatu kaum sampai kaum itu MERUBAH Nasibnya sendiri", Yuk mulai dengan MERUBAH Pola pikir (Mindset) kita dengan men-setelnya pada "Default" fokus pada Persamaan, bukan pada Perbedaan.

Sadarilah bahwa ternyata masing-masing kita BISA BERPERAN untuk merubah keadaan umat Islam menjadi LEBIH BAIK dengan merubah pola pikir kita masing-masing. Alhamdulillah

 
« StartPrev12345678NextEnd »

Inspirasi Islami

DOA SEBELUM PRESENTASI/ BERBICARA DI DEPAN UMUM :
Doa Nabi Musa AS : "Ya Tuhanku, Lapangkanlah untukku urusanku, dan Lepaslah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku" (Robbisrohlii Shodrii wa-yassirlii amri, wahlul ‘uqdatam mil-lisaanii yafqohu Qoulii). QS.Thoha 25-28.


DOA KELANCARAN BEKERJA
Ya Allah, permudahkanlah urusanku, jangan dipersulitkan. Ya Allah, akhiri urusanku dengan baik. Dengan RahmatMu yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (Allahumma Yassir wala tu'assir. Robbi tammim bilkhoir. Birokhmatika Yaa Arhamarrohimin).


DOA PERLINDUNGAN DARI BAHAYA BANJIR (Dibaca Ketika Hujan Lebat Pada Musim Hujan) :
Ya Allah, jadikan hujan ini membawa manfaat
(Allaahumma Shoyyiban Naafi'an) HR. Bukhari


MANUSIA TERBAIK :
Sabda Nabi : "Sebaik-baiknya manusia adalah yang PALING BERMANFAAT bagi orang lain" (Khoirunnas Anfa ‘Uhum Linnas") HR. Tirmidzi


MENYAYANGI SEMUA :
Sabda Nabi, “Irhamu man fil ardli yarhamkum man fis samaa wati’. Sayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu.”


TUJUAN HIDUP MUSLIM :
Sabda Nabi : "HIDUPLAH DENGAN MULIA DAN MATILAH DENGAN SYAHID" (….‘Isy hamidan wa mut Syahidan) HR. Ibn Majah dari Ibn Umar


DOA SAYYIDUL ISTIGHFAR (Bacaan Istighfar yang paling utama, diantaranya disunnahkan dibaca sebelum tidur) :
"Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji-Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, Aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat. Aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan mengakui Dosaku pada-Mu maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau".
(Allahuma angta robbii Laa ilaaha ilaa angta. Kholaqtanii wa anaa 'abduka. Wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatho'tu. A'udzu bika ming syari maa shona'tu, Abuu-u laka bini'matika 'alayya. Abu'u bidzambii Faghfirlii fainnahuu laa ya'ghfirudz dzunuuba illa angta).


DOA NUR
(Dibaca Sesudah Sholat Subuh untuk Kelancaran Rizki) :
"Ya Allah, jadikanlah CAHAYA di dalam Hatiku" (Allohumaj ‘ali Nurron Fi Qolbi) HR. Bukhari


DOA MOHON NAIK HAJI :
"Ya Allah, karuniakanlah kami Rezeki untuk dapat mengunjungi 2 Kota Suci, Mekkah dan Madinah. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala Sesuatu". (Allohummar-zuqnaa ziyaa-rota al-haromayni Makkata wa Madiinata. Innaka 'alaa kulli syai'in qodiir).


Who's Online

We have 105 guests online

SERUAN ISLAMI

TSJS
TSJS
Salam Online
Alif
SO

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday135
mod_vvisit_counterYesterday239
mod_vvisit_counterThis week135
mod_vvisit_counterLast week1497
mod_vvisit_counterThis month5002
mod_vvisit_counterLast month19978
mod_vvisit_counterAll days706547

Online (20 minutes ago): 3
Your IP: 54.92.182.0
,
Today: Aug 19, 2018
Visitors Counter

Tips Islami

TIPS CARA MENGHAFAL NAMA-NAMA BULAN
DALAM PENANGGALAN ISLAM
:

Berdasarkan kata-kunci SUKU-KATA
dari Awal huruf nama bulan
(* untuk memudahkan,
hafalkan suku-kata per 2 bulan) :

Mu Sho, Rob-Rob, Jum-Jum,
Ro Sya, Rom Sya & Zul Zul


--» MUharrom SHOfar;
ROBiul awal -ROBi`ul akhir;
JUMadil awal - JUMadil akhir;
ROjab SYA`ban; ROMadhon SYAwal
& ZULqoidah ZULhijjah

@ Mudah kan?

»» Yuk Kita Hafalin (selagi kena
macet di jalan) dan
Diamalin (ajarkan teknik
hafalan ini kepada anak,
keluarga & teman2
sebagai da'wah) !

Seri Poster Islami

Jadwal Imsakiyah
2016 Qirsa

Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa - Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa

SERI DOA HARIAN RAMADHAN

 

 

Kalender Islam

Jadwal Sholat

Peringatan Ayat Quran




Powered by Pandji Kiansantang.