Dakwah Online "Qalbu Islami Karyawan Summarecon"

Search

Created by :

Pandji Kiansantang
Since 5 August 2010

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
PandjiKiansantang@gmail.com

Twitter :
@inspirasipanji


Other Websites

 

>> PandjiKiansantang.com <<
WebsiteTulisan Inspirasi
Pandji Kiansantang

 

>> Proklamasi1945.com <<
Segala hal tentang Proklamasi
Kemerdekaan dan Revolusi
Indonesia 1945-1950


Wisata Religi Tahun Baru Islam 1438 H - QIRSA
Friday, 07 October 2016 17:31

 

 
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1438 H
Friday, 30 September 2016 21:40

 
Selamat Hari Raya Idul Adha 1437 H
Saturday, 10 September 2016 10:27

 

 
"MAAF TUHAN, SAYA SEDANG LIBURAN ": Bersyukur dalam Traveling
Tuesday, 02 August 2016 08:30

"MAAF TUHAN, SAYA SEDANG LIBURAN ": Bersyukur dalam Traveling
(*Sebuah renungan untuk menasehati diri saya sendiri yang semoga bermanfaat bagi orang lain)
oleh Pandji Kiansantang

Hampir jam 5 pagi suara adzan Subuh terdengar syahdu di keheningan Pulau Pahawang,. Sepagi itu sudah terlihat aktivitas dari warga setempat yang mempersiapkan buka warung. Tampak dari rumah homestay, beberapa wisatawan muda berhijab keluar untuk shalat Subuh berjamaah di musholla.

Tapi pada dini hari ini kebanyakan wisatawan masih tidur lelap terbuai mimpi. Kontras dengan pemandangan tadi malam dimana puluhan orang hangout di pantai sampai larut malam.

Pahawang, pulau kecil di Lampung Selatan , yg dalam 5 tahun menjadi buah bibir para wisatawan domestik, terutama karena lokasi2 snorkeling yg menawan. Wisatawan menjulukinya "Pahawang, "a piece of paradise", sekeping Surga".

"Surga di dunia" : pulau tropis yg indah, adalah simbol pesona Daerah Tujuan Wisata. "Pulau Dewata" Bali adalah contoh idealnya. Pahawang dan pulau2 lainnya adalah "Bali-bali kecil" yang menjadi magnet bagi "wisatawan domestik" (Wisdom) maupun "wisatawan mancanegara" (wisman).Walaupun jauh, tapi berbondong2 orang kota mendatanginya utk re-freshing, melepaskan stress dari beban kehidupan. "Escapade to Paradise"

Tapi suasana Subuh di Pahawang juga menceritakan sisi lain gaya hidup (lifestyle) wisatawan di lokasi wisata. Tanpa bermaksud menghakimi, ini juga merupakan gambaran  perilaku sebagian wisatawan muslim ketika Traveling.

Banyaknya "godaan liburan", membuat mereka yang taat beribadah  di tempat asalnya, "berlibur" juga ibadahnya ketika sampai di tempat liburan. Mereka meninggalkan shalat dengan alasan musafir. Dengan alasan keakraban, ada yang ikut2an teman perjalanan yg nonmuslim utk minum bir dan makan masakan yang tak halal. Bisa dibilang,  kecuali yang memakai hijab, terlepas identitas mereka sebagai seorang muslim.

Padahal sebelumnya Kita rajin berdoa agar kita dikarunai rezeki, termasuk untuk traveling. Sesaat sebelum berangkat traveling, kita masih berdoa utk keselamatan. Semua ibadah dilaksanakan sampai...  tiba di lokasi traveling. Kita bukan hanya liburan dari bekerja, tapi juga "liburan dari Ibadah." Seakan-akan Doa  diganti dengan foto narsis dan selfie, sajadah berganti tongsis, zikir berganti tawa canda dengan teman-teman. Tiada yang salah dengan bersenang-senang. Yang salah adalah ketika kita melupakan yang mengkaruniakan kita kesempatan dan rezeki untuk bersenang-senang, yaitu Tuhan.

"Hidup adalah Perjalanan", tentunya kita semua tahu itu. Yang sering kita tidak sadar, bahwa kita-lah SANG MUSAFIR dalam perjalanan itu. Kita ambil contoh bahwa perjalanannya adalah MENDAKI GUNUNG seperti yang banyak dilakukan oleh pecinta alam ke Gunung Semeru, Gunung Gede, Gunung Rinjani sampai puncak tertinggi di Jayawijaya, Papua.

Perjalanan kita sebagai "Pendaki" (Climber) akan diwarnai suka-duka serta akan mengalami banyak hambatan selama perjalanan, seperti cuaca dingin yang membeku,  hujan deras, angin besar, jalan yang curam dan terjal, jurang yang menghadang dan sebagainya. Selalu ada resiko untuk cedera dan celaka. Tapi setelah tiba di Puncak gunung, semua jerih payah akan terbayar lunas. Melihat matahari terbit dan alam sekeliling dari puncak gunung adalah pemandangan spektakuler yang takkan dapat digambarkan dengan kata-kata.

Kalau kita anggap bahwa "Puncak Gunung" adalah lokasi tujuan wisata, seperti Bali atau Pahawang, layakkah kita berperilaku seperti ini : sepanjang pendakian kita berdoa untuk keselamatan kita. Tapi setelah sampai di Puncak, justru kita LUPA DIRI dan LUPA TUHAN. Lupakah kita bahwa setelah menikmati puncak gunung, kita harus pulang, yang artinya harus turun gunung dengan perjalanan yang juga memiliki resiko cedera dan celaka? Masihkan kita berani tidak berdoa untuk keselamatan kita? Kadang-kadang turun gunung lebih berbahaya dari mendakinya  karena stamina sudah drop karena keletihan,apalagi jika hujan deras yang menyebabkan jalan licin yang dapat membuat kita terpeleset jatuh. Masih kita berani melupakan Tuhan dengan tidak berdoa?

Gambaran di atas menunjukkan bahwa seharusnya kita selalu bersyukur, berdoa dan beribadah di setiap waktu dan di setiap tempat... di mana saja dan kapan saja... termasuk ketika liburan.

Justru di tempat wisata, kita harus LEBIH BANYAK BERSYUKUR bahwa kita termasuk "orang beruntung" yang dikaruniai Tuhan dalam Kesehatan, Waktu luang dan Rezeki uang untuk dapat Traveling. Alhamdulillah bisa dapat Traveling !

(*Renungan Pandji Kiansantang di Pulau Pahawang, Lampung Selatan, Ahad 31 Juli 2016 jam 7 pagi)

 
Dunia Pesantren dan Dunia Bisnis : Sharing Pandji Kiansantang
Monday, 01 August 2016 09:03

 
Fokus pada Persamaan, bukan Perbedaan : Mewujudkan Umat Islam yang lebih kuat
Sunday, 17 July 2016 09:22

Oleh : Pandji Kiansantang

 

Mengutip tulisan : menjawab pertanyaan "Manakah Kelompok Islam yang lebih baik di antara umat Islam?  Salafy yang berjuang dengan fokus Tholabul Ilmi, atau Jamaah Tabligh yang menyeru orang untuk sholat di Masjid, atau Hizbut Tahrir yang memperjuangkan Kekhalifahan, atau PKS yang berjuang di Parlemen, atau NU yang Islam kultural, atau Muhammadiyah yang berjuang di sektor pendidikan"?

Pertanyaan itu sama dengan menanyakan manakah yang lebih baik, apakah tangan lebih baik dari kaki, apakah mata lebih baik dari pada mulut, apakah telinga lebih baik dari pada hidung? "Bukankah Rasulullah SAW mengatakan  : "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim)

Seperti anggota tubuh, umat Islam ini diberi ilham oleh Allah SWT untuk cenderung fokus menjalankan fungsi yang berbeda beda sehingga mereka punya medan jihad (perjuangan) yang berbeda pula.
Namun sayangnya sebagian umat Islam ini ada yang membanggakan kelompoknya masing-masing dan lupa bahwa sebenarnya mereka adalah satu tubuh.

Logikanya kalau satu tubuh, mana mungkin tangan kanan itu memukul tangan kirinya, mana mungkin kaki kiri menendang kaki kanannya. Kalaupun ada anggota tubuh itu merugikan tubuh yang lain, yaa itu namanya Kanker yang harus diamputasi dibuang dari tubuh. Anggota tubuh itu selayaknya saling bekerja sama. Coba kalau mulut mau makan, kan tangan yang mengambil makanan. Lihat kalau mau ambil barang yang tinggi letaknya, kan kaki yang melompat supaya tangannya sampai.

Bukankah indah, kalau kita saling melengkapi. Umat Islam ini seperti sebuah "Puzzle" yang kalau digabungkan bagian demi bagiannya maka barulah menjadi satu gambaran yang utuh dan saling melengkapi.

Sudah saatnya umat Islam bersinergi dan bersatu...
Hormati perbedaan, utamakan ukhuwah jangan sampai kita terpecah belah.
STOP menjelekkan/menyalahkan/menghasut sesama umat Islam, kebenaran hakiki hanya milik Allah SWT semata.


Ini adalah "Pesan persaudaraan Islam" yang penting.
Harus disadari bahwa yang menyebabkan umat Islam sekarang LEMAH dan dipandang remeh umat lain walau mayoritas adalah TERPECAH BELAH dalam berbagai aspek/ kelompok. Ada kecenderungan masing-masing kelompok menganggap diri "PALING BENAR" dan mencela kelompok lain. Gejala ini dapat disebut "FANATISME GOLONGAN" (Ashabiyah). Padahal Allah SWT sudah secara tegas memperingati hal ini :

1) Dan janganlah kalian termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah (kaum musyrikin), yaitu orang-orang yang MEMECAH BELAH agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa BANGGA dengan apa yang ada pada golongan mereka. [QS. ar-Rum/30: 31-32].

2) "Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kalian saling BERBANTAH-BANTAHAN, yang akan menyebabkan kalian LEMAH dan hilangnya kekuatan kalian dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. [QS. Al-Anfal/ 8: 46].

3) Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki MENCELA sekelompok yang lain, boleh jadi yang dicela itu LEBIH BAIK dari mereka.
Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung EJEKAN. Seburuk-buruk PANGGILAN adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim “ (QS. Al Hujuraat :11)

Suatu hal yang IRONIS, terkadang umat Islam LEBIH TOLERAN pada umat agama-agama lain dibanding terhadap "kelompok" muslim lain yang "BERBEDA".

Padahal menurut Islam, sesama muslim adalah "BERSAUDARA" (Ikhwanul Muslimin berdasarkan Ukhuwah Islamiyah)
Ibaratnya, mengapa bisa bersikap damai dan menerima perbedaan dengan "tetangga", tapi bersikap gontok-gontokan dan bermusuhan dengan "Kakak/ Adik sendiri" yang tidak sependapat dengan kita?

KEBERAGAMAN (istilah positif untuk "perbedaan") dalam masyarakat muslim adalah FAKTA dan harus dapat kita terima. SIKAP KUNCI  yang harus ditekankan untuk menyikapi keberagaman adalah melihat/ menekankan/ FOKUS pada KESAMAAN yang pastinya lebih banyak daripada "mencari-cari PERBEDAAN"  yang sesungguhnya "tidak seberapa". Kalau kita sadar bahwa kita sama-sama beragama Islam, percaya rukun Iman, menjalankan rukun Islam dan berbagai persamaan lainnya, maka kita akan sadar bahwa PADA DASARNYA kita SAMA dan Bersaudara.

Ayo kita latih mempraktekkan pola pikir (mindset) FOKUS pada "Apa yang SAMA di antara kita" dan bukan pada pada "Apa yang BERBEDA di antara kita". Insya Allah, dalam hubungan sosial apapun akan LEBIH HARMONIS, termasuk dalam hubungan perkawinan (suami-istri) maupun HUBUNGAN KERJA (pengusaha-karyawan, atasan-bawahan, sesama rekan kerja). Ini akan menciptakan lingkungan yang BERKAH.

Sebaliknya kalau kita masih saja memakai pola pikir lama yaitu FOKUS pada PERBEDAAN dan menganggap diri PALING BENAR, maka yang ada adalah KONFLIK rumah tangga (yang berujung pada perceraian dan broken-home) dan konflik dalam  hubungan kerja (dari demo dan mogok kerja sampai "klik-klikan" dan "politik kantor").  Dalam ruang lingkup yang lebih besar, pola pikir inilah yang menimbulkan saling-menghujat, konflik sosial, kerusuhan, terorisme dan Perang. Pola pikir inilah yang bertanggungjawab pada terciptanya penderitaan dan "Neraka Dunia".

Sebagaimana pernyataan Allah SWT bahwa "Tidak akan BERUBAH Nasib suatu kaum sampai kaum itu MERUBAH Nasibnya sendiri", Yuk mulai dengan MERUBAH Pola pikir (Mindset) kita dengan men-setelnya pada "Default" fokus pada Persamaan, bukan pada Perbedaan.

Sadarilah bahwa ternyata masing-masing kita BISA BERPERAN untuk merubah keadaan umat Islam menjadi LEBIH BAIK dengan merubah pola pikir kita masing-masing. Alhamdulillah

 
Terimakasih untuk Kegiatan "IT IS BEST Ramadhan" & "Shadaqah Ramadhan" 1437 H
Friday, 15 July 2016 18:56

 
KUNCI SUKSES ZIARAH WALISONGO
Wednesday, 13 July 2016 13:57

oleh Pandji Kiansantang :

 

1) Pemilihan waktu yg tepat : yang terbaik adalah sesudah Lebaran dimana peziarah tidak membludak dan jalanan relatif sepi : nyaman dalam perjalanan,

2) Awali dengan Luruskan Niat untuk Ziarah Wali : lillahi ta'ala, jangan "ngalap berkah" dan minta dari manusia sekalipun Wali atau 'makam keramat",
yg akan jatuh pada syiriq : suatu dosa maha besar. Waspadalah!

3) Pelajari dulu sejarah dan info ttg tempat yg akan dikunjungi sehingga kita lebih paham dan apresiatif,

4) Selain ke Makam2 para Wali, harus kunjungi dan shalat di Masjid Demak sebagai Masjid jami pertama di Pulau Jawa  yang dibangun para Wali. Di luar Demak, sempatkan Shalat di Masjid yg ada di sekitar komplek makam (Tahiyatul Masjid dan Shalat Wajib} : Cinta Masjid, jangan tinggalkan Shalat utk ziarah,

5) Abadikan momen penting ini dg Berfoto secukupnya 1-2 X saja TANPA Blitz/Flash dan suara (Perhatikan : ada larangan berfoto/mengambil gambar di Masjid Demak dan makam2 tertentu). Di Menara Kudus ada jasa foto sekali jadi cetak. Mintalah softcopy-nya dg bawa USB sendiri,

6) Rencanakan apa yg akan kita lakukan ketika berziarah di makam : jangan ikut2an peziarah yg tahlil dan berdoa berjamaah karena bisa makan banyak waktu. Bacalah Doa utk mendoakan sang Wali dan agar kita dapat meneladani perilaku sang Wali, seperti Sunan Drajat yg menekankan membantu kaum dhuafa,

7) Bersikaplah hormat dan jaga perilaku di antara lingkungan makam (banyak nisan) : ucapkan "Assalamualaikum ya Ahli Qubur" dan jangan injak batu nisan sembarangan,

8) Bersikaplah khidmat dan khusyu : esenzi ziarah kubur adalah Ingat Mati & meminimalkan Cinta Dunia serta Bersyukur pada Nikmat karunia Kehidupan,  Umur, Kesehatan dan Rezeki yg memungkinkan kita berziarah),

9) Belilah "memorabilia" suvenir cenderamata (seperti gantungan kunci, kaos) dari SETIAP lokasi yg dikunjungi : khas yg takkan bisa dibeli di tempat lain,

10) Bawa perlengkapan shalat, kantung plastik utk bawa sandal yg harus dilepas (kalau ditaruh di depan pintu makam beresiko hilang). Jika ramai peziarah, jagalah dompet dan barang2 berharga Anda. Di beberapa tempat dipasang papan peringatan tentang resiko pencopetan dan pencurian. Janganlah jadi korban kejahatan,

11) Siapkan uang Shadaqah karena pada hampir pada semua makam Wali ada Kotak Amal bagi Peziarah. Di beberapa tempat, banyak pengemis, jika ingin derma siapkan uang receh, tapi ada resiko akan dikerubungi dan dikejar2 pengemis,

12) Catat Inspirasi dari setiap makam yg diziarahi dan buat RENCANA TINDAKAN seperti Perilaku para Wali yg akan diteladani utk memperbaiki hidup kita --> Jadikan Ziarah Wali Songo ini sebagai Perjalanan yang Insya Allah dapat "mengubah hidup" (Life-changing journey).



*** "Wisata Ziarah Lebaran" Hari ke-4 (Terakhir) oleh Pandji Kiansantang & Amalia, Surabaya, Selasa 12 Juli 2016 (7 Syawal 1437 Hijriah).

 
Selamat Menuntaskan Ibadah Puasa Ramadhan & Merayakan «Hari Kemenangan» Idul Fitri 1 Syawal 1437 H
Thursday, 30 June 2016 17:27

 
Buka Puasa Bersama Panitia QIRSA 2016
Thursday, 30 June 2016 17:44

 
“SEMANGAT RAMADHAN 210”
Thursday, 30 June 2016 11:27

Taushiyah Buka Puasa Bersama Karyawan Summarecon Unit Corporate
pada Jum’at 24 Juni 2016 (19 Ramadhan 1437 H)

 

“SEMANGAT RAMADHAN 210”

 

Oleh : Pandji Kiansantang

 

Arti 2-1-0 : Kami (We) - Anda (You) – Saya (I)

MAKNA ANGKA 2 : KAMI

Segala sesuatu diciptakan Berpasang2an : Langit-Bumi, Siang-Malam, Hidup-Mati, Pria-Wanita, dll.

Firman Allah SWT : “Dan dari tiap-tiap sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat kebesaran Allah.”

(Al-Qur'an, Surah Az-Zaariyaat : 49)

Habluminannas (Hubungan antara sesama manusia)

 

Kesadaran pada Kebersamaan "TEMAN Bicara" (bukan "LAWAN Bicara") yang sederajat : Suami-Istri, Orangtua-Anak, Atasan-Bawahan)

--> WE = TEAMWORK

- gotong royong

- kebersamaan

- silaturrahim

Budaya Summarecon :

a) Mengutamakan kepentingan tim dan perusahaan

b) Rendah hati, saling menghargai dan komunikatif

yang diutamakan adalah team-player.

Bersama.. KAMI Bisa !

TEAM: Together Everyone Achieve More

Bersama Semua Mencapai Lebih

 

MAKNA ANGKA 1 : ANDA (KAMU)

Angka 1 (SATU): dalam perspektif Barat yg individualis :

I (Saya) dalam Bahasa Inggris : orientasi ke-AKu-an (Ego sentris).

Berbeda dlm perspektif Agama dan Budaya Timur :

Angka 1 melambangkan sesuatu di luar kita yang

kita pentingkan "VVIP" :

a) Tuhan

b) VVIP(Very Very Important Person) : 1 orang yang kita anggap sangat penting bagi kesuksesan dan kebahagiaan kita :

- Customer

- Atasan

- Orang tua

- Suami, Istri

Cara memperlakukan VVIP :

Jangan "Duakan"

Fokus perhatikan ketika sedang berbicara

Berusaha untuk mengerti sebelum dimengerti

 

MAKNA ANGKA 0 : SAYA

Angka 0 (NOL) atau kosong : Angka ISTIMEWA dalam Matematika :

a) Angka sebesar apapun kalau dikalikan Nol pasti akan melebur dengannya : HABIS alias kembali lagi jadi Nol

b) Angka sebesar apapun kalau dibagi Nol menjadi besar tak terhingga. Sebaliknya jika angka 0 dibagi angka lainnya hasilnya PASTI NOL

c) Angka 0 kalau ditambahkan atau dikurangi, tidak akan mempengaruhi angka tsb (tetap sama: Netral)

--> HEBAT, Tidak ada yg bisa seperti itu selain angka 0.

Angka 0 bukanlah angka sepele yg tidak bernilai

karena sangat dibutuhkan dalam matematika :

kadang menguatkan, melemahkan, atau netral

--> Filosofi angka 0 dalam kehidupan sehari-hari : Simbol "Angka Istimewa" yg LOW PROFILE.

Fakta : Angka sebesar apapun kalau

di-PANGKATkan 0 pasti jadi 1.

Misal : 100 milyar dipangkatkan 0 hasilnya pasti angka 1

--> Filosofinya : janganlah kita SOMBONG dengan pangkat yang kita miliki, karena sesungguhnya kita 1 (sesama manusia)

*Bentuk angka 0 : SEPERTI telur (asal usul kehidupan "fitrah manusia")

Maknanya "Hampa, kosong, tapi punya nilai" --> Hilangkan Ego kesombongan pribadi : Rendah hati sebagai hamba Tuhan yg tak ada apa2nya.

Dihadapan Tuhan, kita bukanlah siapa2, we are NOTHING :

*Nol dlm bahasa Inggris khususnya dalam pertadingan Tennis disebut : LOVE = Cinta Kasih

*Angka 0 adalah Satu2nya ANGKA yg bentuknya sama dg HURUF, yaitu huruf O

ucapan Ooo : lambang ketidaktahuan kita

0 CELCIUS : titik beku (frozen) yang membuat semuanya tak bergerak.

Ada yang mengatakan “Angka 1-9 adalah milik manusia, sedangkan angka 0 adalah milik Tuhan

 

Perspektif Spritual angka 0:

Dalam beribadah, seharusnya manusia MENGOSONGKAN alam pikirannya dari berbagai hal agar FOKUS ditujukan semata-mata pada Tuhan : TITIK NOL

Pada pikiran yang Nol, manusia tidak lagi memikirkan angan-angan dan hawa nafsu sehingga mampu melepaskan diri dari belenggu keduniaan untuk BERSERAH DIRI sepenuhnya pada Allah SWT.

 caranya dengan : shalat, zikir, merenung, dll

 

GOOD – GOD = 0

(Kebaikan tanpa Tuhan = NOL)

Semua perbuatan baik harus karena Tuhan

(Lillahi ta’ala), jika tidak akan sia sia.

Ramadhan menjadikan Manusia kembali TITIK NOL :

mulai dari awal - Idul Fitri : kembali ke Fitrah

Puasa : Menghapus Dosa Bagaikan Lahir Kembali

ibadah yang sempurna pada bulan puasa akan menjadikan seorang muslim

suci kembali bagaikan bayi yang baru lahir.

Sesuai Hadist Shahih:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan introspeksi,

maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)

“Shalat lima waktu, dari jumat ke jumat, Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

Setelah 1 bulan berpuasa, umat Islam merayakan Hari Raya IDUL FITRI yang artinya "kembali ke fitrah kesucian Ulama salaf lainnya mengatakan kepada sebagian saudaranya ketika melaksanakan shalat ‘iedul fitri :

“Hari ini suatu kaum telah kembali dalam keadaan

sebagaimana ibu mereka melahirkan mereka.”

 

KESIMPULAN

Mari kita manfaatkan bulan suci Ramadhan ini dengan “semangat 210” :

2 : Semangat TEAMWORK dengan menyadari bahwa kita merupakan bagian dari tim dan harus meningkatkan kebersamaan dan silaturrahim.

1 : Semangat PEDULI dan memperhatikan orang lain termasuk orang tua dan suami/istri.

0 : Semangat untuk MENGECILKAN EGO: merendahkan diri di hadapan Tuhan dan rendah hati pada sesama manusia

 

 
IT IS BEST RAMADHAN : Jadikan Tahun ini sebagai Ramadhan terbaik kita
Friday, 17 June 2016 13:11

 

”IT IS BEST RAMADHAN”

KHOTIB : PANDJI KIANSANTANG

 

KHUTBAH ”SHALAT JUMA’AT BERSAMA (SJB)” KARYAWAN SUMMARECON KE-68
17 JUNI 2016 (12 Ramadhan 1437 H) DI PLAZA SUMMARECON

 

Kita patut bersyukur bahwa kita tahun ini masih dikaruniai kesempatan untuk bertemu lagi dengan bulan suci Ramadhan

Kalau kita lihat sekeliling, ada beberapa keluarga, saudara, tetangga dan teman, yang pada tahun lalu masih ada di antara kita, tapi kini telah dipanggil oleh Tuhan.

Hal ini mengingatkan kita bahwa tidak ada yang abadi. Kita tidak akan tahu kapan giliran kita

Mengutip dari buku terbaru saudara kita Bpk. Bima Himawan yang berjudul ”Mutiara Hikmah : Perjalanan Meraih Kebeningan Hati”, usia harapan hidup orang Indonesia adalah 70,8 tahun. Mari kita menghisab diri, berapa sisa usia yang masih ada? Ibaratnya, dalam kehidupan ini, kita sedang ANTRI di depan loket kematian. Pasti akan tiba waktunya bagi kita sampai di deoan loket itu.

Untuk itu, selagi masih dipercayakan karunia usia, keimanan, kesehatan dan rezeki, marilah kita MEMANFAATKAN SEBAIK mungkin bulan Ramadhan tahun ini. Seandainya tahun ini adalah RAMADHAN TERAKHIR kita, maka nantinya tidak ada lagi rasa menyesal, karena kita telah melakukan amal ibadah yang terbaik di tahun ini,

Jadikanlah tahun ini sebagai RAMADHAN TERBAIK dalam hidup kita.

”IT IS BEST RAMADHAN for Us”, itulah tema Khutbah Jum’at di bulan Ramadhan ini.

Jamaah Shalat Jum’at yang kami muliakan,

Kita semua tahu bahwa kini Summarecon memiliki budaya IT IS BEST @ Summarecon.

7 budaya perusahaan ini merupakan KIAT SUKSES dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan bekerja, sehingga layak menjadi PANDUAN bagi kita karyawan Summarecon

Dalam kesempatan yang mulia ini, khotib akan memaparkan IT IS BEST dari pandangan Islam dan kaitannya dengan bulan Ramadhan.

IT IS BEST. Budaya yang pertama adalah I : Integritas, yaitu : Keselarasan antara perkataan dan perbuatan, Seia Sekata. Intinya adalah Kejujuran.

KEJUJURAN adalah dasar dari Kebaikan yang akan membawa kita ke Surga. Tapi juga dalam Dunia kerja, kejujuran itu yang membuat seorang pegawai DIPERCAYA dan meningkat karirnya,

.

Nabi Muhammad SAW dimasa mudanya ketika berdagang dijuluki ”Al Amin” artinya Yang Dapat Dipercaya karena amanah. Reputasi ini yang membuatnya dipercaya menjadi ”tokoh masyarakat”.

Demikian pula kita sebagai karyawan harus membangun Reputasi Amanah sehingga Dapat Dipercaya

Kita karyawan patut menyadari bahwa ” Membangun kepercayaan dari atasan atau ”Building Trust” atau adalah kunci kemajuan karir kita

Sebaliknya, KETIDAKJUJURAN adalah awal dari Dosa Kejahatan yang mengarahkan kita bukan hanya ke Neraka, tapi juga kehancuran karir kita.

KORUPSI berasal dari kata ”corrupt”, yang artinya : Bengkok dan Rusak

Pada hakekatnya Korupsi adalah Pencurian, dan Koruptor adalah Pencuri, orang yang bengkok dan Rusak. ”Korupsi adalah Jalan bengkok” yang Jelas bertolakbelakang dengan ”Jalan Lurus” yang selalu kita minta dalam bacaan Al fatihah : Ihdinasshirotol mustaqim : Tunjukilah kami jalan yang Lurus”

Untuk itu, Kiita semua harus INTROSPEKSI, apakah kita termasuk yang Orang Jujur ? Kita harus mewaspada Kondisi sulit belakangan ini bisa membuat kita ”kepepet” dan ”gelap mata” sehingga ”menghalalkan segala cara”

Memang yang dikorup bukan milyaran atau ratusan juta rupiah, tapi yang ditilep hanya ratusan ribu, bahkan puluhan ribu. Tapi ingat, berapapun jumlahnya, uang haram tetap uang haram. Dan itu akan menjadi MUDHARAT jika diberikan sebagai nafkah pada anak istri kita

Kita Harus Jujur dan Amanah jika dipercaya dan bekerja.

Ingat peribahasa ”Sekali Lancang ke Ujian, Seumur Hidup takkan dipercaya” Jangan sampai karena sekedar tergoda, kita terjerumus di dunia koruptor, sehingga berakibat kita dipecat dari pekerjaan, atau bahkan dipenjara karena kejahatan ini. Naudzubillah min zalik

Puasa Ramadhan adalah latihan terbaik untuk melatih Kejujuran. Beda dengan Shalat, Zakat dan Naik Haji yang terlihat oleh orang lain, maka Puasa adalah IBADAH TERSEMBUNYI. Kita bisa saja bilang pada orang lain bahwa kita berpuasa, ikut makan sahur dan berbuka puasa, namun kita bisa saja makan atau minum secara diam-diam

Hanya kita dan Tuhan yang tahu apakah kita BENAR-BENAR Berpuasa.

Di sinilah arti penting Puasa Ramadhan dalam menguji Kejujuran pada Diri sendiri dan MELATIH INTEGRITAS.

Jamaah Shalat Jum’at yang kami muliakan,

Budaya IT IS lainnya adalah Team Work, Improvement dan Service Excellence.

Teamwork atau yang dalam budaya Indonesia dikenal sebagai ”Gotong Royong” sesuai dengan ajaran Islam. Agama kita sangat menekankan prinsip ”Ukhuwah Islamiyah” atau ”persaudaraan sesama muslim”.

Dalam sebuah hadits Nabi, dijelaskan bahwa sesama muslim itu bagaikan satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota-anggota tubuh lainnya akan menderita juga.

Salah satu sikap perilaku terpenting dalam Team Work adalah RENDAH HATI, Low Profile atau yang dalam Islam dikenal dengan TAWADHU

Dalam Al Qur’an surat asy-Syuara Ayat 215, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW :

“Dan Rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman

Kita harus menghindarkan diri dari sikap Sombong, yang mengandung 2 hal :

- Memandang diri paling benar, paling hebat, tidak ada salahnya

- Memandang rendah dan meremehkan orang lain, tidak mau dikritik

Kita harus sadar bahwa Kesombongan itu merupakan sifat Iblis yang durhaka pada perintah Tuhan untuk menghormati penciptaan Adam dengan dalih merasa lebih mulia karena diciptakan dari api dibandingkan manusia yang diciptakan dari tanah.

Dulu Kesombongan mengakibatkan Iblis diusir dari Surga. Dan kesombongan pula yang akan menghalangi manusia sombong untuk masuk Surga karena sombongan merupakan wujud dari syiriq atau mensekutukan Tuhan.



Jamaah Shalat Jum’at yang kami muliakan,

Sepanjang hidupnya, manusia selalu menjalin hubungan vertical, ke atas dengan Tuhan, dan hubungan horizontal, ke samping dengan sesama manusia,

Ternyata Kunci Sukses Habluminallah, hubungan dengan Allah, adalah MERENDAHKAN DIRI di hadapan Allah SWT dengan menghamba dan berserah diri, yang disimbolkan dengan gerakan Rukuk dan Sujud.

Sedangkan kunci sukses Hablumninannas, hubungan dengan Manusia adalah RENDAH HATI kepada siapapun, baik pada atasan, sesama rekan maupun bawahan.

Bulan Suci Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan Teamwork sesuai dengan prinsip ”saling tolong menolong dalam berbuat kebaikan”.

Di kantor, kita mengenal acara ”Bukber” buka puasa bersama atau IFTHOR JAMA’I yang baik sekali dalam mengembangkan kebersamaan dan toleransi antar karyawan yang berbeda agama.

Teamwork harus dimulai dari lingkungan RUMAH. Untuk itu mari jadikan bulan suci ini merekatkan hubungan keluarga, dengan shalat bersama, makan sahur bersama dan jika bisa berbuka bersama keluarga. I

Jamaah Shalat Jum’at yang kami muliakan,

Budaya IMPROVEMENT dalam Islam dikenal dengan sebutan ”Fastabiqul khoirot”, yaitu berlomba dalam kebaikan.

Bulan suci Ramadhan adalah saatnya kita harus melakukan IMPROVEMENT baik dalam bekerja dan amal ibadah.

Dalam hal ibadah, kita harus targetkan agar amal ibadah pada Ramadhan tahun ini LEBIH BAIK dari tahun lalu. Misalnya dalam hal membaca Al Qur”an dan Terjemahannya, memperbanyak Shalat Sunnah malam dan Bersedekah.

Dalam dunia kerja, Sudah bukan waktunya lagi, karyawan muslim yang berpuasa terlihat 5 L : Lesu, Letih, Loyo, Lemah dan Lambat. Kita harus tunjukkan bahwa walaupun kita sedang berpuasa selam 13 jam, karyawan muslim harus TETAP BERSEMANGAT, Disiplin dan Produktif.

Kita patut sadari bahwa semua Bdaya Summarecon harus dimulai pelaksanaannya dari kehidupan pribadi, dari rumah.

Termasuk Budaya SERVICE EXCELLENCE.

Pengamalan prinsip ”Pelayanan Terbaik” dalam kehidupan sehari-hari adalah BERBAKTI PADA ORANGTUA.

Dalam Al Qur’an ditegaskan bahwa ”BIRRUL WALIDAYN atau Berbakti pada Orangtuan adalah perintah kedua sesudah Bertakwa pada Tuhan

Ridho orangtua adalah Ridho Tuhan. Karenanya, Nabi Muhammad SAW bersabda ”Sungguh merugi seseorang yang masih memiliki orang tua yang masih hidup, tapi TIDAK DAPAT Masuk Surga”

Bagi di antara kita yang masih memiliki orang tua yang masih hidup, patut bersyukur. Mari kita MANFAATKAN Ramadhan tahun ini dengan lebih berbakti pada Orang tua, dengan lebih memperhatikannya, lebih sering mengunjungi dan berdialog dengan mereka. Setelah mendapat THR, memberikan hadiah bagi orangtua kita.

Bagi yang orangtuanya di kampung halaman, mari kita niatkan untuk PULANG KAMPUNG untuk memberikan KENANGAN TERINDAH merayakan Hari Raya Idul Fiitri

Bagi yang orangtuanya sudah tiada, agar lebih banyak berdoa untuk mereka dan mengenang segala kebaikan mereka.

Dengan menjadi ANAK BERBAKTI sesungguhnya kita mengajarkan anak-anak kita untuk menjadi anak yang berbakti pula bagi kita sebagai orangtuanya,

Jamaah Shalat Jum’at yang kami muliakan,

Di akhir Khutbah ini, Khotib ingin sedikit melanjutkan pebahasan tentang IT IS BEST Ramadhan.

3 budaya terbaru Summarecon adalah : Balanced Life & Family Values, Efficient, Effective & Speedy dan Commitment

Prinsip Kehidupan yang seimbang dan Nilai-nilai Keluarga, jelas sekali sesuai dengan ajaran Islam. Setiap muslim diharuskan untik memperjuangan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

HAPPINESS atau Kebahagiaan di dunia hanya dapat dicapau dengan 3 hal, yang disingjat SMART, yaitu : Sehat – Makmur – Tentram. Makmur kita peroleh dengan Bekeja, sedangkan Sehat dan Tentram baru dapat diraih diluar jam bekerja, yaitu menyediakan waktu untuk menjaga kesehatan, menjalin hubungan yang harmonis dengan keluarga dan beribadah pada Tuhan.

Bersyukurlah kita karyawan Summarecon yang bekerja di suatu perusahaan yang menekankan pentinngnya KELUARGA dan BERIBADAH

Pimpinan Summarecon menegaskan “Kesuksesan dalam Bekerja dimulai dari Keharmonisan Rumah tangga”.

Bersyukur dan Berdoa juga merupakan bagian dari keseharian dunia kerja di Summarecon. Semua acara di Summarecon pastilah ada DOA BERSAMA.

Karyawan Summarecon diberikan keleluasan untuk melaksanakan Ibadah, seperti perusahaan yang memfasilitasi pelaksanaan SHALAT JUMAT BERSAMA sekarang ini maupun mendukung acara-acara karyawan di bulan Ramadhan.

Ditambah lagi dengan berbagi acara bersyukur dengan berbagi, seperti : pembarian bingkisan hari raya untuk warga, karyawan Summnarecon, dan karyawan Outsource. Sungguh semarak aktivitas di Summarecon di bulan Ramadhan,

Jamaah Shalat Jum’at yang kami muliakan,

Budaya Efisien, Efektif dan Cepat,

Padatnya aktivitas ibadah di buklan Ramadhan, seperti : shalat Tarawih, membaca Al Qur,an, dan bangun makan sahur membuat setiap karyawan muslim unyuk BEKERJA CERDAS untuk mensiasati hal tersebut. Pada bulan Ramadhan ini, karyawan muslim mengembangkan MANAJEMEN WAKTU, agar di satu sisi pekerjaan kantor tetap berjalan baik, tapi juga aktivititas keagamaan dapat optimal.

Situasi yang ekonomi yang suliit sekarang ini seharusnya menyadarkan kita tentang pentingnya bersikap EFISIEN.

Sikap inilah yang harus kita kembangkan untuk menerima THR atau Tunjangan Hari raya, sehingga lebih berkah.

Khotib menghimbau unyuk membayarkan lebih dulu kewajiban kita, yaitu membayar ZAKAT MAL atau zakat Harta sebesar 2,5% sebelum memakainya untuk hal-hal lain, Mari kita tunaikan kewajiban kita sepaya GAJI kita lebih BERKAH, artinya : mencukupi, tumbuha dan Berkembang

Jamaah Shalat Jum’at yang kami muliakan,

Budaya Summarecon yang terakhir adalah Komitmen, atau Kebulatan Tekad,

Ada 2 sikap, yaitu Menepati janji dan Gigih dalam Mencapai target.

Islam memberikan panduan dalam 2 hal tersebut

- Menepati janji : indikator keimanan, jangan khianat (ciri orang munafiq), jangan gampoang berjanji jika diundang mapun dalam membayar hutang : hati-hati dengan kata ”Insya Alla”

- Gigih dalam mencapai target, ternasuk target2 di bulan Ramadhan seperti khatam Al Qur’an, dsb. “Man jaddwa wa jadda”

Demikian yang dapat kami sampaiukan. Semoga khotbah jumat ini dapat menjadikan pelajaran bagi Khotib dan seluruh jamaah untuk menjadikan ahun ini sebagai RAMADHAN TERBAIK dalam hidup kita,. IT IS BEST Ramadhan sehingga melapangkan jalan bagi kita untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. AMIN

 
Aktivitas QIRSA SMB pada bulan Ramadhan 1437 H
Wednesday, 29 June 2016 16:58

 
"BUKU 10 KEUTAMAAN JUM'AT" oleh QIRSA SMB
Wednesday, 29 June 2016 15:55

Oleh : QIRSA SMB


Hari Jumat adalah hari yang mulia, dan umat Islam di seluruh penjuru dunia memuliakannya. Keutamaan yang besar tersebut menuntut umat Islam untuk mempelajari petunjuk Rasulullah dan sahabatnya, bagaimana seharusnya menyambut hari tersebut agar amal kita tidak sia-sia dan mendapatkan pahala dari Allah ta’ala.

Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: “Hari ini dinamakan Jum’at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam’u yang berarti perkumpulan, karena umat
Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di tempat yang yang sangat besar dan luas (masjid). Allah SWT memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya.

Allah SWT berfirman:
ياا أايههاا الّذِي ا ن آ ا منوُا إذِاا نوُدِيا لِلصّلةِ مِنْ ياوْم الْجُمُعاةِ فااسْعاوْا إلِاى ذِكرِْ اللّهِ واذارُوا الْبايعْا ذالِكمُْ ا خيرٌْ لاكمُْ
إنِْ كنُتْمُْ تاعْلامُو ا ن

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS. 62:9)

Maksudnya, pergilah untuk melaksanakan shalat Jum’at dengan penuh ketenangan, konsentrasi dan sepenuh hasrat, bukan berjalan dengan cepatcepat,
karena berjalan dengan cepat untuk shalat itu dilarang. Al-Hasan Al-Bashri berkata: Demi Allah, sungguh maksudnya bukanlah berjalan kaki dengan cepat, karena hal itu jelas terlarang. Tapi yang diperintahkan adalah berjalan dengan penuh kekhusyukan dan sepenuh hasrat dalam hati. (Lihat
Tafsir Ibnu Katsir : 4/385-386).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Hari Jum’at adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan
Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab padahari Jum’at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan
Ramadhan. (Zadul Ma’ad: 1/398).

Berikut ini beberapa beberapa keutamaan-keutamaan serta amalan-amalan yang disyari’atkan pada hari jum’at. Semoga dengan kita memahami
keutamaan- nya, kita bisa lebih bersemangat untuk memaksimalkan dalam melaksanakan amalan-amalan yang di- syari’atkan pada hari itu, dan agar bisa meraih keutamaan-keutamaan tersebut.

Read more...
 
Terapi Berhenti Merokok 2016
Thursday, 16 June 2016 09:50

 
JELAJAH RAMADHAN 1437 H (JERAM) 2016
Wednesday, 15 June 2016 10:34

 

 

 
Jadwal Kegiatan "IT IS BEST RAMADHAN" 1437 H
Thursday, 16 June 2016 09:47

 
Selamat Ramadhan 1437 H
Thursday, 02 June 2016 18:31

 
BERDOA DALAM DUDUK DI ANTARA DUA SUJUD
Friday, 03 June 2016 09:43

Ini adalah RAHASIA REZEKI DALAM SHALAT

Sadarilah bahwa Doa dalam Duduk di antara 2 sujud adalah : WAKTU KHUSUS yg ALLAH SEDIAKAN bagi kita utk BERDOA BAGI KITA SENDIRI (bacaan2 lain dlm shalat seluruhnya berupa pujian pada Allah, kecuali bacaan Salam di akhir Shalat yg mendoakan diri dan orang lain/lingkungan).

Segala sesuatu ada tempat dan waktunya. Demikian juga ADA WAKTUNYA utk  berdoa utk diri kita pada Shalat. Dan Waktu utk berdoa bagi diri kita MENURUT ALLAH  yg menyuruh kita Shalat adalah: ketika Duduk di antara 2 Sujud. Buktinya : lihat saja ARTI bacaan di atas. Sebaiknya SESUDAH membaca bacaan itu DILANJUTKAN dg dalam hati memunajatkan DOA PRIBADI : minta rezeki, sukses dlm bekerja, disembuhkan, serta apapun yg menjadi KEBUTUHAN kita saat itu. Jika kita Shalat sendirian, maka Doa ini dapat panjang dan terserah banyaknya kebutuhan kita. Tapi  jadi kita jadi makmum, sesuaikan dengan kecepatan Imam dengan membaca Doa pribadi secara singkat (permohonan utama saja).

Ini waktu yg paling tepat untuk Berdoa !

Sayangnya banyak orang yg tidak sadar ttg hal ini dan mengabaikan SAAT PALING AFDHOL UNTUL BERDOA DALAM SHALAT (Buktinya : Imam2 Shalat cenderung sangat cepat dlm gerakan ini).

Bagi kita yg sudah paham, silakan SEGERA  amalkan utk menggapai BERKAH dalam Shalat, Sehingga Insya Allah kita lebih banyak rezeki, makmur dan Sejahtera.  Amin. Jika kita sudah merasakan dan membuktikannya sendiri, mohon informasikan pada saudara2 kita lainnya agar merekapun meraih "bonus" dari shalat mereka. Terimakasih

 

(*Berbagi ilmu pada hari Jum'ah Berkah oleh Pandji Kiansantang)

 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

DAHSYATNYA DO'A DUDUK DIANTARA DUA SUJUD
Ketika orang ditanya 'do'a apakah yang sering dibaca
Banyak yang menjawab dengan salah
Begitu seringnya do'a itu dibaca, sehingga ketika sedang membaca do'a banyak yang tidak merasa berdo'a. Padahal do'a itu "sangat dahsyat", mencakup kebutuhan kita di dunia dan akhirat, serta dibaca minimal 17 kali setiap hari
Do'a itu adalah " DO'A DUDUK DIANTARA DUA SUJUD."
Mari kita kaji maknanya :
 
Kumpul Bareng Jelang Ramadhan 2016
Monday, 30 May 2016 19:11

 

 

 
Banyak Rezeki dengan Introspeksi, Mohon Ampun & Minta Maaf
Tuesday, 17 May 2016 06:56

oleh : Pandji Kiansantang

 

Hakekat ISTIGHFAR adalah menyadari terhadap kesalahan dan dosa kita, baik terhadap Allah SWT maupun pada sesama manusia.

Orang yg sering INTROSPEKSI (Mawas diri atau "Muhasabah" yg berasal dari kata "Hisab" : menghitung dosa diri sendiri)
akan MINTA AMPUN pada Allah maupun MINTA MAAF pada orang lain atas ucapan & tindakan kita yang - TANPA kita sadari -
telah menyakiti & merugikan (menzhalimi) orang lain.

Istighfar harus diikuti dengan TAUBAT : berjanji untuk MEMPERBAIKI akhlaqnya dgn tidak mengulangi kesalahan yg sama.

Semakin "bersih" dan baik Akhlaq seseorang, makin DISUKAI oleh Allah maupun oleh banyak orang.
Disinilah terbuka PINTU REZEKI : dengan atau tanpa meminta, Insya Allah akan DIBANTU &  DITOLONG Allah
melalui perantara orang lain dengan berbagai cara.

Sadarilah bahwa Bantuan orang lain adalah cara Tuhan untuk menolong hambaNYA.

 
KIAT SUKSES KEPEMIMPINAN NABI MUHAMMAD SAW
Saturday, 07 May 2016 12:37

oleh : Pandji Kiansantang

 

MENGAPA KITA HARUS MENJADIKAN NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI  PANUTAN?

(Inspirasi Isra Mi'raj 1437 Hijriah oleh Pandji Kiansantang)

 

Jawabannya adalah FAKTA SEJARAH yg obyektif : Nabi kita adalah PEMIMPIN PALING SUKSES sepanjang Sejarah Dunia.

Penulis buku dari Barat (non muslim) Michael Hart dalam bukunya "Seratus Tokoh Berpengaruh dalam Sejarah Dunia"  setelah meneliti pengaruh ratusan tokoh sejarah  terhadap perkembangan dunia menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW Tokoh PALING BERPENGARUH DALAM SEJARAH DUNIA. Beliau ditempatkan pada Ranking 1 mengungguli para penguasa, penakluk, ilmuwan dan tokoh-tokoh pendiri agama lainnya.

Dasar kesimpulannya adalah : Nabi Muhammad SAW adalah satu-satunya tokoh yg paling sukses sebagai PEMIMPIN AGAMA maupun PEMIMPIN NEGARA yang warisan peninggalannya masih berkembang hingga sekarang...

Sebagai PEMIMPIN AGAMA, beliau Sukses mendakwahkan Islam ke seluruh jazirah Arab. Tokoh-tokoh pemimpin agama dan Nabi-nabi lainnya ada yang wafat dibunuh umat yang menentangnya (Nabi Isa AS, dll) ataupun pengaruh agamanya baru berkembang setelah pendiri agama itu wafat (seperti Budha). Tapi Nabi Muhammad SAW sukses mendakwahkan Islam sampai tuntas SEMASA HIDUPNYA. Perjuangan beliau dalam mengajarkan Islam HARUS DITELADANI semua muslim untuk menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar, karena memulainya dari nol dan gigih menghadapi penentangan kaumnya sendiri. Strategi dakwahnya yang mumpuni mampu merangkul musuh menjadi pengikutnya, bahkan menjangkau bangsa-bangsa selain bangsa Arab. Kisah hidup dan perjuangan Nabi merupakan bukti nyata "FROM ZERO TO HERO".

Dalam sejarah sangat jarang ada pemimpin agama yang sukses sebagai pemimpin politik apalagi pemimpin negara. Pendiri agama Budha dan Kristen menjauhkan diri dari politik dan kekuasaan. Nabi Musa AS yang dipandang sebagai Pendiri agama Yahudi, memang sukses memimpin bangsa Yahudi keluar dari perbudakan di Mesir (Exodus). Namun beliau BELUM dapat membawa ke "Tanah Suci yang Dijanjikan" (Promised Land) yaitu ke wilayah Israel sekarang. Bahkan pada akhir hayatnya, bangsa Yahudi mendurhakai beliau.

Nabi Muhammad SAW sukses menyatukan suku-suku Arab yg berpecahbelah dan saling berperang. Bahkan mampu mendirikan suatu NEGARA yang berpusat di Madinah (nama lengkapnya "Madinatur-Rasul" yang artinya "Kota Rasul"). Tidak ada yang memperhitungkan bangsa Arab yang ketika itu diledek sebagai "Bangsa gembel dari padang pasir" mampu bertahan di tengah pengaruh dua kekuatan superpower saat itu : Kekaisaran Romawi Timur (Byzantium) yang beragama Kristen dengan pusat di Konstantinopel dan Kerajaan Persia Sassanid yang beragama Zoroaster (Majusi). Rivalitas kedua negara ini disebutkan Al Qur'an pada awal Surat Ar-Ruum (artinya : Bangsa Romawi).

Ketika Nabi wafat, wilayah kekuasaan Islam sudah menjangkau jazirah Arab (mencakup Arab Saudi masa kini, Yaman dan negara2 Teluk). Islam muncul sebagai kekuatan superpower baru yg hanya dalam waktu 1 abad setelah Nabi wafat,  wilayahnya secara luar biasa  meluas dari Barat di Spanyol  (Andalusia), seluruh Afrika utara, seluruh negeri Arab di Timur Tengah sampai Persia (Iran) di Timur.

Bahkan pada abad ke-7 ulama dan pedagang muslim telah sampai ke negeri Cina (zaman Dinasti Tang yang konon dibawa oleh sahabat Nabi Saad bin Waqqash RA dan diijinkan Kaisar Tang untuk mendirikan masjid di Kanton ) dan Nusantara (yang kemudian menjadi Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia sekaligus menjadi negeri muslim yang PALING JAUH jaraknya dari pusat Islam di Jazirah Arab).

Hebatnya kekuasaan Islam setelah 15 abad tetap bertahan, bahkan terus berkembang hingga saat ini. Bisa dikatakan bahwa takkan mungkin ada Kerajaan Arab Saudi dan negara-negara Teluk, jika tidak ada Negara yang didirikan Nabi Muhammad SAW.

Bagaimana nasib dua negara Superpower pada masa Nabi. Kerajaan Persia Sassanid takluk pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA pada akhir abad ke-7, sedang Byzantium mampu bertahan hingga akhirnya ditaklukkan Mahmud II dari Kesultanan Turki Usmani pada tahun 1453. Kedua peristiwa ini SESUAI dengan ucapan Nabi bahwa Persia akan dikoyakkan kaum muslimin sebagaimana raja Persia, Khisra, mengoyak-ngoyak surat ajakan Nabi untuk masuk Islam. Adapun penaklukan Konstantinopel disebut Nabi akan dilakukan oleh seeorang pemimpin shaleh yang Hafidz (Hafal Al Qur'an). Ternyata, orangnya adalah Mahmud II (dalam ucapan Turki : Mehmet II) yang kemudian dijuluki "Al Fatih (Sang Pemenang)".

Setelah mempelajari semua FAKTA SEJARAH di atas, masihkah meragukan apa Nabi pantas kita jadikan Tokoh Panutan (Role Model) atau Tokoh Idola yang menginspirasi ? KIAT SUKSES Nabi yang sudah TERBUKTI (Proven) ini sungguh layak kita TELADANI. Seperti yang Allah SWT firmankan dalam Al Qur'an, bahwa pada diri Nabi terdapat TELADAN yang Baik (Uswatun Hasanah).

Bagaimana tidak menjadi teladan? Ini adalah beberapa contoh sikap beliau (Sunnah Rasul) :

1) Meski marwahnya tinggi, Nabi tetap RENDAH HATI (low-profile). Beliau melarang para Sahabat untuk berdiri menyambutnya karena beliau tak mau terlalu dijunjung seperti Kaisar Romawi dan Khisra Persia. Beliau juga berpesan agar mewaspadai pujian berlebihan karena dapat menjadi "Tikaman dari Belakang" (membuat lupa diri dan sombong). Sikap ini kontras dengan perlakuan terhadap para raja oleh rakyatnya yang bungkuk menyembah dan memuja-muji mereka. Sikap Nabi ini adalah pesan moral agar setiap pemimpin tidak gila-hormat (megalomania) dan bawahan agar tidak menjilat.

2) Jebakan orang besar adalah dipuja berlebihan oleh pengikutnya, bahkan dikultuskan. Larangan Islam terhadap penggambaran (lukisan) Nabi Muhammad SAW membuat Nabi kita terhindar dari praktek pembuatan patung berhala (idolatry / iconoplast) yang banyak dilakukan terhadap tokoh-tokoh pendiri agama. Pengkultusan terhadap Nabi bisa dianggap sebagai syiriq (menyekutukan Allah SWT).

Kita harus meneladani ini dengan memperlakukan setiap Atasan dan Pemimpin dengan wajar dan manusia. Mereka bukan mahluk "setengah dewa" dan "tidak pernah salah" (maksum). Hilangkan praktek "Dua aturan" di bawah ini. Peraturan no. 1 : "Boss tidak pernah salah". Peraturan no. 2 : "Jika Boss salah, lihat Peraturan no. 1".

Bagi setiap Atasan, berhentilah bersikap seperti BOSS yang berorientasi pada jabatan, kekuasaan dan prestise saja. Mulailah bersikap seperti PEMIMPIN yang peduli rakyat dan memberdayakan bawahan.

3) Mau tahu bukti bahwa Al Qur-an itu otentik datangnya benar-benar dari Allah SWT dan bukan "buatan Muhammad" sebagaimana dituduhkan musuh-musuh Islam. Bukalah bagian akhir  Al Qur'an dan baca SURAH ABASA (artinya "Bermuka Masam"). Pada awal surah ini, Allah SWT MENEGUR Nabi karena  lebih mementingkan tamu bangsawan Quraisy yang sedang berkunjung daripada memenuhi permintaan minta diajari ajaran Islam dari seorang Arab Gurun (Baduwi) yang berpenampilan lusuh. Kedatangan tiba-tiba orang Baduwi yang menginterupsi dialog Nabi dan tamu Quraisy, membuat Nabi bermuka masam. Allah SWT memperingati Nabi agar jangan berlaku demikian. Coba tanya ke umat agama lain : adakah dalam kitab suci mereka, Teguran / Kritik terhadap pemimpin agama mereka? Jawabannya pasti tidak akan ada. Kalau Nabi membuat (mengarang) sendiri Al Quran, TIDAK MUNGKIN beliau akan mencantumkan ayat "SP / Surat Peringatan dari Tuhan seperti ini yang bisa jadi dipandang "Mengurangi Kemuliaannya" (bahkan bisa ditafsirkan memalukan). Pasti yang dicantumkan hanya yg baik-baik saja tentangnya.

Riwayat asal usul turunnya ayat Al Quran (Asbabun Nuzul) ini mengajarkan bahwa siapapun manusia pasti ada salahnya. Manusia terbaik adalah yang mampu mengkoreksi diri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Inilah hakekat TAUBAT.

Setiap Pemimpin tidak boleh ANTI-KRITIK, tapi justru harus legawa lapang dada terhadap segala masukan. Bukankah dunia usaha menegaskan Keluhan Pelanggan (Customer Complain) adalah feedback yang sangat berharga untuk MEMPERBAIKI DIRI. Untuk itu, Wahai para atasan, mulailah memperlakukan bawahan dan anak buah Anda sebagai CUSTOMER berharga Anda.

4) Memberi contoh dari diri sendiri dan keluarganya. Beliau menegaskan tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum. Beliau bersabda bahwa bahkan putri kesayangannya, Fatimah akan dipotong tangannya jika mencuri. Ini menunjukkan sikap Anti-Korupsi dan Anti-Nepotisme seorang pemimpin.

5) Walaupun berstatus sebagai Pemimpin negara besar, hidupnya sungguh sederhana. Ketika meninggal, tidak ada warisan harta yang melimpah bagi keluarganya. Kesederhanaan Nabi  sebagai Pemimpin negara ini kemudian dilanjutkan oleh "Dua Umar" yang legendaris, yaitu : Umar bin Khattab r.a. dari masa Khulafaur Rasyidin dan Umar bin Abdul Aziz dari masa Umayyah. Di tengah suasana ekonomi sulit sekarang ini, sudah selayaknya para pemimpin mempraktekkan hidup sederhana agar diteladani rakyat. Contoh sikap nyata ini akan jauh lebih efektif untuk membantu pemulihan ekonomi dari sekedar seruan pada rakyat untuk berhemat dan "mengencangkan ikat pinggang". Bawahan akan lebih melihat sikap daripada ucapan apalagi slogan kosong. Bagi Pemimpin sendiri, kesesuaian antara UCAPAN dan PERBUATAN, inilah yang disebut dengan INTEGRITAS.

Tunggu apa lagi? Yuk MULAI SAAT INI, kita peringati Hari Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dengan MELAKUKAN perbuatan-perbuatan yang disunnahkan Nabi.

Inilah yang dinamakan usaha kita untuk menjadi UMMAT NABI MUHAMMAD SAW YANG SEJATI.

 

***Renungan dini hari dari Wuxi, China Timur pada Isra Mi'raj, Sabtu, 7 Mei 2016

(Pandji Kiansantang : www.PandjiKiansantang.com )

 

 

 
« StartPrev12345678NextEnd »

Inspirasi Islami

DOA SEBELUM PRESENTASI/ BERBICARA DI DEPAN UMUM :
Doa Nabi Musa AS : "Ya Tuhanku, Lapangkanlah untukku urusanku, dan Lepaslah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku" (Robbisrohlii Shodrii wa-yassirlii amri, wahlul ‘uqdatam mil-lisaanii yafqohu Qoulii). QS.Thoha 25-28.


DOA KELANCARAN BEKERJA
Ya Allah, permudahkanlah urusanku, jangan dipersulitkan. Ya Allah, akhiri urusanku dengan baik. Dengan RahmatMu yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (Allahumma Yassir wala tu'assir. Robbi tammim bilkhoir. Birokhmatika Yaa Arhamarrohimin).


DOA PERLINDUNGAN DARI BAHAYA BANJIR (Dibaca Ketika Hujan Lebat Pada Musim Hujan) :
Ya Allah, jadikan hujan ini membawa manfaat
(Allaahumma Shoyyiban Naafi'an) HR. Bukhari


MANUSIA TERBAIK :
Sabda Nabi : "Sebaik-baiknya manusia adalah yang PALING BERMANFAAT bagi orang lain" (Khoirunnas Anfa ‘Uhum Linnas") HR. Tirmidzi


MENYAYANGI SEMUA :
Sabda Nabi, “Irhamu man fil ardli yarhamkum man fis samaa wati’. Sayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu.”


TUJUAN HIDUP MUSLIM :
Sabda Nabi : "HIDUPLAH DENGAN MULIA DAN MATILAH DENGAN SYAHID" (….‘Isy hamidan wa mut Syahidan) HR. Ibn Majah dari Ibn Umar


DOA SAYYIDUL ISTIGHFAR (Bacaan Istighfar yang paling utama, diantaranya disunnahkan dibaca sebelum tidur) :
"Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji-Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, Aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat. Aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan mengakui Dosaku pada-Mu maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau".
(Allahuma angta robbii Laa ilaaha ilaa angta. Kholaqtanii wa anaa 'abduka. Wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatho'tu. A'udzu bika ming syari maa shona'tu, Abuu-u laka bini'matika 'alayya. Abu'u bidzambii Faghfirlii fainnahuu laa ya'ghfirudz dzunuuba illa angta).


DOA NUR
(Dibaca Sesudah Sholat Subuh untuk Kelancaran Rizki) :
"Ya Allah, jadikanlah CAHAYA di dalam Hatiku" (Allohumaj ‘ali Nurron Fi Qolbi) HR. Bukhari


DOA MOHON NAIK HAJI :
"Ya Allah, karuniakanlah kami Rezeki untuk dapat mengunjungi 2 Kota Suci, Mekkah dan Madinah. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala Sesuatu". (Allohummar-zuqnaa ziyaa-rota al-haromayni Makkata wa Madiinata. Innaka 'alaa kulli syai'in qodiir).


Who's Online

We have 103 guests online

SERUAN ISLAMI

TSJS
TSJS
Salam Online
Alif
SO

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday135
mod_vvisit_counterYesterday239
mod_vvisit_counterThis week135
mod_vvisit_counterLast week1497
mod_vvisit_counterThis month5002
mod_vvisit_counterLast month19978
mod_vvisit_counterAll days706547

Online (20 minutes ago): 3
Your IP: 54.92.182.0
,
Today: Aug 19, 2018
Visitors Counter

Tips Islami

TIPS CARA MENGHAFAL NAMA-NAMA BULAN
DALAM PENANGGALAN ISLAM
:

Berdasarkan kata-kunci SUKU-KATA
dari Awal huruf nama bulan
(* untuk memudahkan,
hafalkan suku-kata per 2 bulan) :

Mu Sho, Rob-Rob, Jum-Jum,
Ro Sya, Rom Sya & Zul Zul


--» MUharrom SHOfar;
ROBiul awal -ROBi`ul akhir;
JUMadil awal - JUMadil akhir;
ROjab SYA`ban; ROMadhon SYAwal
& ZULqoidah ZULhijjah

@ Mudah kan?

»» Yuk Kita Hafalin (selagi kena
macet di jalan) dan
Diamalin (ajarkan teknik
hafalan ini kepada anak,
keluarga & teman2
sebagai da'wah) !

Seri Poster Islami

Jadwal Imsakiyah
2016 Qirsa

Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa - Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa

SERI DOA HARIAN RAMADHAN

 

 

Kalender Islam

Jadwal Sholat

Peringatan Ayat Quran




Powered by Pandji Kiansantang.