Inspirasi Islami

Search

Created by :

Pandji Kiansantang
Since 5 August 2010

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
PandjiKiansantang@gmail.com

Twitter :
@inspirasipanji


Other Websites

 

>> PandjiKiansantang.com <<
WebsiteTulisan Inspirasi
Pandji Kiansantang

 

>> Proklamasi1945.com <<
Segala hal tentang Proklamasi
Kemerdekaan dan Revolusi
Indonesia 1945-1950


Inspirasi Islami
MEMAHAMI MAKNA SURAT YASIN PDF Print E-mail
User Rating: / 11
PoorBest 
Inspirasi Islami - Inspirasi Islami
Written by Administrator   
Tuesday, 28 June 2011 17:57

MEMAHAMI  MAKNA SURAT YASIN

Oleh Pandji Kiansantang

Selain Al Fatihah, Surat Yaasin adalah surat yang  paling banyak dibaca oleh masyarakat muslim Indonesia. Dapat dipastikan bahwa buku kecil “Surat Yaasin dan Terjemahannya” adalah buku yang paling banyak dicetak   di Indonesia dan tersebar luas di perkotaan maupun pedesaan. Sebagian masyarakat kita mengamalkan Surat Yaasin dengan dibaca secara berjemaah, khususnya dalam tahlilan (Uniknya kebiasaan membaca Surat Yaasiin secara berjamaah justru jarang ditemui di Timur Tengah).

Yang sebaiknya perlu kita ingat dalam mengamalkan Surat Yaasin :

1. Membacanya berulang kali tapi tidak pernah berusaha memahami artinya (padahal pada setiap buku Surat Yaasin ada terjemahannya) sama saja dengan  kita hanya meng-amalkan “kulitnya” tanpa faham “isinya”. Jadi fahamilah isi Surat Yaasin, sehingga kita tahu mengapa surat ini begitu  “istimewa”.

2. Surat Yaasin hanyalah sebagian kecil dari Al Qur’an yang penuh hikmah. Jadi pengamalan Al Qur’an  jangan hanya terbatas dengan mengamalkan surat Yaasin saja sehingga mengabaikan membaca dan mendalami ke-113 surat lainnya dalam Al Qur’an. Padahal sebenarnya semua ayat yang terkandung  dalam Al Qur’an  mengandung nilai-nilai yang berharga bagi kehidupan manusia. Yang harus kita imani adalah membaca surat dan ayat apapun dari Al Qur’an akan selalu membawa pahala dan berkah.

3. Jangan menjadikan Surat Yaasin – atau ayat apapun dalam Al Qur’an -- sebagai  “mantra” atau isim, yang diyakini dengan “ritual” (tatacara tertentu) “bertuah”  untuk mengabulkan berbagai keinginan, karena hal ini bisa menjerumuskan kita pada  praktek syiriq. Yakinilah, bukan bacaan atau tulisan suratnya yang “mustajab”,  tapi segala sesuatu  hanya bisa terjadi bila Allah mengizinkan atau mengabulkan doa kita.

 

Mungkin seumur hidup, kita telah ratusan kali membaca Surat Yasiin (bahkan ada yang sudah hafal di luar kepala), karena seringnya surat ini dibaca dalam berbagai kesempatan : Tahlilan, malam Jum’atan, menjenguk orang sakit, melawat orang yang meninggal (takziyah), ziarah kubur, membuka dan menutup majelis ta’lim, atau acara-acara lain yang dianggap penting. Tapi tahukah kita makna yang terkandung dari Surat yang “istimewa” ini ?

 

Dalam Kitab Suci Al Qur’an, Surat Yaasin merupakan surat ke-36 (dari 114 surat di Al Qur’an) dan masuk dalam Juz 22. Susunan penempatan Surat Yaasin dalam Al Qur’an berada di antara Surat ke-35 Faathiir (Pencipta) dan surat ke-37 Ash-Shaffaat (Yang bershaf-shaf).

Yaasin termasuk kelompok “surat-surat Makkiyah” karena diturunkan di Mekkah, dan diwahyukan sesudah surat Al Jiin.

Surat Yaasin terdiri dari 83 ayat. Dari jumlah ayatnya, Surat Yaa Siin termasuk kelompok Surat yang sedang jumlah ayatnya (antara 50 – 100 ayat).

Dinamakan “Yaasin” karena dimulai dengan huruf Yaasin”, yang arti katanya tidak pernah diterangkan oleh Allah maupun Rasulullah. Wallahu a'lam bishshawab. Hanya Allah yang mengetahuinya artinya (3 surat lain dalam Al Qur’an yang diberi nama sesuai huruf   di awal surat, seperti halnya Yaasin, adalah: Surat Thaahaa, S. Shaad, dan S. Qaaf)

 

Pokok-pokok isi Surat Yaasin :

1. Kisah perjuangan  pendakwah dan syuhada :

Sebagai pelajaran bagi penduduk Mekkah yang ketika itu menolak kenabian  Rasulullah, secara panjang lebar dalam ayat 13-29, dikisahkan penduduk suatu kota dalam menghadapi utusan yang menyeru pada agama Allah. Pada saat pendakwah itu diancam untuk dibunuh oleh penduduk kota yang ingkar, muncullah seorang penduduk kota yang telah beriman dan secara berani membela para pendakwah.

Orang pemberani ini akhirnya menjadi syuhada setelah dibunuh dengan kejam oleh kaumnya sendiri, dan oleh Allah dimasukkan ke dalam Surga. Ketulusan orang ini untuk menyelamatkan kaumnya terlihat dari ucapannya, yang bukan mengutuk kaumnya yang telah  membunuhnya tetapi justru mendoakan  mereka  (ayat 26-27). Di sini Allah memberikan contoh nyata jihad fi sabilillah, yaitu keberanian moral     pembela kebenaran (yang berani mengatakan “yang benar walau pahit”  dan “berkata yang benar terhadap  penguasa /  masyarakat yang zhalim”)  yang bila wafat berjuang di jalan Allah akan dan mendapat   jaminan masuk Surga.  Oleh karenanya sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa tokoh ini adalah  shahibu Yaasin (fokus Surat Yasin)

 

 

2. Pokok-pokok Keimanan (Aqidah), antara lain  :

· Allah bersumpah dengan Al Qur’an bahwa Muhammad

SAW benar-benar seorang rasul yang diutusNya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul-rasul (yaitu bangsa Arab), seperti yang disebutkan dalam ayat 1-6.

· Manusia jangan “menyembah (mempertuhankan) syaithan karena mereka adalah musuh yang nyata  (ayat 60-62)

·  Kekuasaan Allah membangkitkan manusia di hari Kebangkitan (ayat 51-59) dimana penghuni Surga  akan memperoleh kebahagiaan yang kekal. Ayat Salaamun, qaulam mir rabbir rahim” (Kepada penghuni Surga, dikatakan “Salam” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang”), merupakan kata terindah dalam Surat Yaasin karena merupakan dambaan bagi semua muslim yang

sudah wafat untuk mendapat salam dari Allah SWT di Surga.

 

3. Tanda-tanda Kekuasaan Allah yang mengungkapkan sebagian “rahasia alam semesta” agar manusia  beriman pada kebesaran Allah dan bersyukur atas karuniaNya. Kandungan Surat Yaasin ini sarat dengan ilmu pengetahuan karena sepanjang ayat 33-50 terdapat sejumlah “hikmah pelajaran” bagi mereka  yang mau menggunakan akal (mengkajinya secara mendalam) :

 ·Maha suci Tuhan yang  yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya,  baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang mereka tidak  ketahui” (ayat 36)

·Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan (melampaui) bulan dan  malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya”   (ayat 40)

·Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya (tua pikun) niscaya Kami kembalikankan dia  kepada  kejadiannya (seperti bayi yang baru lahir yang lemah dan tidak tahu apa-apa). Maka apakah  mereka  tidak memikirkan? (ayat 68)

 

4. Mengingat Mati

“Ajal pasti tiba” dan bisa datang pada siapa saja – tua atau muda -- tanpa diketahui waktunya. Banyak ayat  dalam Surat Yaasin membicarakan tentang kematian dan Hari Berbangkit. Tujuannya agar manusia mau ingat mati sehingga lebih mendekatkan diri pada agama. Pemahaman pada makna Surat Yasiin ini seharusnya menyadarkan kita tentang  kematian dan Hari Kiamat, sehingga menggugah kita untuk lebih banyak beribadat dan beramal saleh serta  bertaubat sebelum terlambat.

 

Jadi seharusnya, dengan banyak membaca Surat Yaasin, kita makin mempersiapkan “bekal” kita di kehidupan  mendatang. Dengan demikian, Surat Yaasin, bukan hanya bermanfaat dibacakan pada orang yang sudah meninggal, tapi terlebih lagi bagi kita yang masih hidup untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari!

(Pandji Kiansantang)

 

Last Updated on Tuesday, 28 June 2011 19:40
 
HIKMAH ISRA MI’RAJ BAGI KITA PDF Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 
Inspirasi Islami - Inspirasi Islami
Written by Administrator   
Friday, 24 June 2011 14:49

 

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam

dari Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami

perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.

Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (

S. Al-Isra ayat 1).

 

Dengan kuasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menciptakan

perjalanan malam (Isra) bagi Nabi Muhammad Alaihi Wassalam,

dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjid Aqsha di Yerusalem,

Palestina, kemudian menaikkannya (mi’raj) ke tujuh langit

satu demi satu, sampai ke alam yang tertinggi, sampai ke

Sidratil Muntaha (tempat yang paling tinggi di atas langit yang ketujuh),

 

SHALAT : PUSAKA ISRA MI’RAJ

 

 

Perintah Shalat 5 Waktu disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad

Shalallahi Alaihi Wassalam sendiri yang dihadapkan kepada Allah di  Sidratil Muntaha, sedangkan wahyu atau perintah-perintah lainnya hanya melalui perantaraan malaikat Jibril Allah Yang Maha Kuasa tidak mewajibkan shalat itu sebagaimana cara mewajibkankewajiban-kewajiban dan rukun-rukun agama lainnya, akan tetapi Dia mewajibkannya di suatu tempat di yang tertinggi, di bawah pancaran sinar dan cahaya, untuk menunjukkan betapa penting dan mulianya shalat.

 

Maka Shalat itu adalah suatu pembersihan terhadap hati, suatu Mi’raj kepada Tuhan, suatu Isra’ menuju ke lapangan kemuliaan. Oleh karenanya, barangsiapa yang menghendaki diisra’kan oleh Tuhannya dan dimi’rajkan oleh Malaikat rahmat, maka hendaklah ia menegakkan Shalat untuk dapat terus menerus berdialog dengan Sang Maha Pencipta.

 

"Asshalatul mi'rajul mukminun" (Shalat adalah mi'raj nya orang mukmin).

Yaitu naiknya jiwa meninggalkan ikatan nafsu yang terdapat dalam fisik manusia

menuju ke hadirat Allah.

 

*Sumber : Tuntutan Islam Jilid V, Prof. Dr. Syaikh Mahmoud Syaltout (Bulan Bintang, Jakarta 1974)

 

 

MANFAAT MEMPERINGATI ISRA MI’RAJ

 

Beberapa Hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa Isra’ dan Mir’aj

Nabi Muhammad Shalallahi Alaihi Wassalam yang diperingati pada 27 Rajab, 

antara lain sebagai berikut:

 

1.      Untuk menguji, memperkuat, dan menambah iman kita kepada Allah dan Rasul-Nya.

Ketika peristiwa luar biasa ini terjadi, hal ini menimbulkan kontroversi di masyarakat Mekkah pada waktu itu.

     Di antara yang spontan percaya adalah Abubakar, sahabat terdekat

     Rasulullah. Ia sempat berucap: “Jangankan peristiwa yang demikian, yang

    lebih dari itu pun, aku tetap percaya”. Karena sikapnya itu, Abu Bakar      

     mendapat gelar “Ash-Shiddiq” (Orang Yang Benar); maksudnya, orang yang

     benar, jujur, atau lurus imannya. Sikap ini sangat bertolak belakang dengan

     sikap Abu Jahal, Abu Lahab, dan tokoh-tokoh Quraisy lainnya yang langsung

     mengingkari apa yang dialami Rasulullah lainnya yang langsung mengingkari

     apa yang dialami Rasulullah itu; bahkan mereka mengejek beliau sebagai

     orang gila, pembual, dan sebagainya.

 Adapun mereka yang ragu-ragu termasuk kaum muslimin yang masih lemah imannya;

bahkan dari mereka banyak yang murtad kembali dari Islam. Sisanya adalah

orang-orang yang bersikap masa bodoh

 

2.      Menambah pengetahuan dan wawasan kita tentang apa yang dialami, dilihat

      dan dihayati oleh Rasullah, yang semuanya menjadi I’tibar (pelajaran) bagi kita.

 

3.      Menerima dan melaksanakan perintah salat lima waktu, sebagai perintah Allah yang disampaikan kepada Rasulullah yang hakikatnya untuk umat Islam juga.

 

4.      Memahami dan menghayati kemuliaan bulan Rajab sebagai bulan yang

      mengandung banyak kebaikan atau kelebihan sebagaimana disebutkan dalam

      Surat At-Taubah ayat 36.

 

5.      Suatu kesempatan untuk lebih mengenal kelebihan Rasulullah dan kelebihan

      agama Islam.

 

*Sumber : Hari-Hari Besar Keagamaan, Sismono, Yayasan Tunas Utama, Bandung 2002

 

 

 

Mari Berdakwah :

Rasulullah SAW  bersabda “Sampaikan dariku walau satu ayat”. Nabi mengajarkan kita untuk membiasakan diri menceritakan kembali pada orang lain (khususnya keluarga dan sahabat) tentang Ilmu Agama yang baru kita peroleh, seperti :  intisari ilmu agama yang kita dengar dari khutbah Jum’at atau majelis taklim, dari buku agama yang kita baca, dari ceramah agama yang kita tonton di TV, atau dari taushiyah di internet. Bisa jadi orang yang mendengar ayat yang kita sampaikan itu ternyata dapat lebih memahami isinya dan tergugah untuk mengamalkannya.. Artinya kita telah menjadi “jalan ilmu & amal” bagi orang lain.

Jika Anda memandang taushiyah di atas bermanfaat, maka bagilah ilmu ini (“shadaqah ilmu”) kepada orang-orang yang Anda kasihi dengan memforward email ini pada relasi Anda.

Yuk berdakwah secara on-line... karena berdakwah itu mudah dan menyenangkan...

 

 

 

 

 

Last Updated on Friday, 24 June 2011 16:42
 
Makanan Halalan Thoyiban PDF Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 
Inspirasi Islami - Inspirasi Islami
Written by Administrator   
Tuesday, 14 June 2011 10:43

 

Jum’at, 3 Juni 2011                         1 Rajab 1432 H

*Sumber : Motovasi Al Qur’an : Motto Penggerak Motivasi dari Al Qur’an,
Tri Harjanto (Hanif Publications, 2011)

 

Allah SWT berfirman :

“... Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”
(Al Qur’an, Surah Al A’raf ayat 31)


Rasulullah SAW bersabda :

“Tak ada bejana yang diisi manusia yang lebih buruk dari perutnya, Cukuplah bagi manusia mengisi beberapa suap, suapan yang dapat menegakkan tulang belakangnya (menunaikan kewajibannya).

Kalau dia ingin mengisi perutnya, maka (isilah) : sepertiga untuk ruang makannya, sepertiga untuk ruang minumnya, dan sepertiga untuk ruang nafasnya”
(Hadits Riwayat Turmudzi, Ibn Majah & Ahmad)


Rasulullah SAW bersabda :

“Kita adalah suatu kaum yang tidak makan, kecuali pada saat lapar, dan ketika makan tidak sampai kenyang”

 
Umar bin Khattab r.a. berkata :

“Hendaknya kalian menjauhi kekenyangan karena kenyang itu dapat  merusak tubuh, menimbulkan penyakit dan membuat malas untuk shalat. Hendaklah kalian bersikap sederhana dalam makan karena hal itu baik bagi tubuh...”

 

*Sumber : Rahasia Kesehatan Nabi, Abdul Basith M. Said (Tiga Serangkai, 2006)

 

Pandji Kiansantang

 

 

 

 

Last Updated on Tuesday, 14 June 2011 10:53
 
Dalam kesulitan ada kemudahan PDF Print E-mail
Inspirasi Islami - Inspirasi Islami
Written by Administrator   
Tuesday, 14 June 2011 10:37

 

Jum’at, 20 Mei 2011                  17 Jumadil Akhir 1432 H

 *Sumber : Ayat-ayat Motivasi, Adi Abdillah (Qudsi Media, Jakarta, 2010)

 

Sumber : Doa-doa Kunci Rezeki, Yusuf Mansur (Intuisi Press, Depok, 2008) 

 

Last Updated on Tuesday, 14 June 2011 10:51
 
« StartPrev12345NextEnd »

Page 5 of 5

Who's Online

We have 145 guests online

SERUAN ISLAMI

TSJS
TSJS
Salam Online
Alif
SO

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday287
mod_vvisit_counterYesterday335
mod_vvisit_counterThis week4222
mod_vvisit_counterLast week4979
mod_vvisit_counterThis month16935
mod_vvisit_counterLast month22681
mod_vvisit_counterAll days659429

Online (20 minutes ago): 20
Your IP: 23.20.240.193
,
Today: May 26, 2018
Visitors Counter

Tips Islami

TIPS CARA MENGHAFAL NAMA-NAMA BULAN
DALAM PENANGGALAN ISLAM
:

Berdasarkan kata-kunci SUKU-KATA
dari Awal huruf nama bulan
(* untuk memudahkan,
hafalkan suku-kata per 2 bulan) :

Mu Sho, Rob-Rob, Jum-Jum,
Ro Sya, Rom Sya & Zul Zul


--» MUharrom SHOfar;
ROBiul awal -ROBi`ul akhir;
JUMadil awal - JUMadil akhir;
ROjab SYA`ban; ROMadhon SYAwal
& ZULqoidah ZULhijjah

@ Mudah kan?

»» Yuk Kita Hafalin (selagi kena
macet di jalan) dan
Diamalin (ajarkan teknik
hafalan ini kepada anak,
keluarga & teman2
sebagai da'wah) !

Seri Poster Islami

Jadwal Imsakiyah
2016 Qirsa

Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa - Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa

SERI DOA HARIAN RAMADHAN

 

 

Kalender Islam

Jadwal Sholat

Peringatan Ayat Quran




Powered by Pandji Kiansantang.