INILAH PERASAAN DAN SIKAP KAMI (menyikapi peristiwa bom bunuh diri di Surabaya) Print
User Rating: / 0
PoorBest 
Berita Qirsa - Berita Qirsa
Written by Administrator   
Monday, 14 May 2018 09:03
Perasaan kaget, curiga malu , prihatin dan sedih, bercampur aduk di dada kami,
ummat Islam Indonesia, ketika kemarin mendengar berita bom bunuh diri
di 3 Gereja Surabaya yang hingga kini telah menewaskan 13 orang....
Kaget kalau belum  hilang dari ingatan kasus mako brimob oleh "Napi Teroris" (Napiter),
demo besar bela Palestina di Monas, kini terjadi kasus berdarah
di Surabaya. Kaget karena serangan ini menyerang rumah ibadah agama lain yang pelakunya
adalah wanita dan melibatkan anak-anak, kejadian yang belum pernah terjadi di Indonesia.
Yang pernah kita lihat di Timur Tengah, kini terjadi tanah air, ini sungguh "mimpi buruk"...
Curiga karena di negeri kita pernah ada pengalaman kasus yang direkayasa.
Suasana politis yang memanas saat ini tak ayal menimbulkan sikap skeptis dan "Teori konspirasi"...
Malu karena ada "oknum" yang mengatasnamakan Islam melakukan tindak kejahatan kemanusiaan,
yang menguatkan citra "kekerasan" agama kami.
Tudingan ke "kelompok ekstrem Islam" dan "teroris jihadis" secara tidak langsung
menampar kehormatan kami karena membawa implikasi "ada yang salah"
dengan agama kami dan menempatkan semua muslim sebagai "tersangka"...
Prihatin karena teriakan "Allahu Akbar" yang kami ucapkan dalam shalat dan zikir kami,
kini dipandang identik dengan "yel" pembom bunuh diri...
Sedih karena jatuhnya korban tak berdosa... Sedih tak terkira karena pada saat kami
menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, terjadi peristiwa
yang menodai kesucian ini.
Pada saat kita sedang berusaha berdamai dengan diri sendiri dan saling memohon maaf
dengan sesama, terjadi peristiwa yang menghancurkan
kedamaian ini... Jika bisa, kami tak ingin peristiwa ini terjadi... peristiwa yang diam-diam
mengoyak hati nurani dan menggugat keimanan kami...
Bagai menjadi saksi peristiwa kejahatan yang pelakunya adalah kenalan kita sendiri,
di bawah sadar, peristiwa menyakitkan ini membuat kami shock
tak percaya ini terjadi, "lumpuh sesaat" dan tak tahu harus berbuat apa...
Akibat berbagai perasaan yang campur aduk ini, banyak di antara kami yang
memilih diam dan bersikap seakan-akan "tidak peduli" pada peristiwa ini...
Wahai dunia, kami tidak akan minta dimaklumi dan dipahami..
Kami jadikan peristiwa ini sebagai "ujian keimanan" kami...
Kami seharusnya menjadikan peristiwa ini sebagai momen bagi kami untuk introspeksi
mawas diri...
Pada saat kami mulai kehilangan pegangan di tengah hiruk pikuk dan kekacauan dunia,
inilah saatnya untuk
berpaling kembali pada Sang Tuhan Pemiilik Semesta Alam...
saatnya untuk mohon petunjuk Allah SWT melalui firmanNYA dalam Al Qur'an...
Di dalam kitab suci ini, kami diteguhkan bahwa....
Seseorang takkan diminta pertanggungjawaban atas perbuatan orang lain.
Artinya, kami seharusnya tak perlu memiliki "beban moral" merasa bersalah
atas perbuatan para teroris...
Tidak ada paksaan dalam agama. Artinya jika Allah menghendaki tentunya seluruh dunia akan beriman.
Manusia tak punya wewenang untuk memaksakan
agama pada umat lain, termasuk dengan  kekerasan....
Islam adalah "rahmatan lil alamin". Artinya semua muslim seharusnya membawa
kasih sayang dan menciptakan kedamaian, bukan melakukan kekerasan
apalagi teror...
Ada orang-orang yang "berbuat kerusakan di muka bumi" tapi mereka menganggapnya
"berbuat kebaikan". Kami harus menghindarkan dari dari perbuatan
"zhalim"(aniaya) itu karena itu merupakan  wujud dari sikap "tidak bersyukur" (kufur)
pada nimat Allah yang mengamanatkan kita untuk menjaga bumi ini...
Di atas segalanya, kami diyakinkan bahwa : Agama kami ISLAM itu SEMPURNA,
tapi Umat Islam seperti umat manusia lain TIDAK SEMPURNA
sehingga kami harus mau mengkoreksi diri dan memperbaiki diri....
Para teroris yang berbuat kerusakan itu sesungguhnya "membajak" agama kami,
dan kami sungguh tidak ridho dan tidak rela terhadap hal itu...
Mereka bukan kami, dan jelas Kami bukan mereka!...
Kami tak akan lagi menjadikan sikap diam kami sebagai perlindungan bagi mereka.
Kami bukan hanya mengutuk, tapi akan  melawan kebathilan (kejahatan)...
Saudara-saudaraku umat Islam, mari tidak lagi bersikap diam!
Ayo BERANI BERSIKAP !
Islam damai, Yes. Kekerasan dan Teror, No!
Bismillah,
LAWAN Terorisme dan Kekerasan yang menodai agama kita. Allahu Akbar !

 

(Pandji Kiansantang, Bekasi, 29 Sya'ban 1439 H / 14 Mei 2018)
Last Updated on Monday, 14 May 2018 09:28