Dakwah Online "Qalbu Islami Karyawan Summarecon"

Search

Created by :

Pandji Kiansantang
Since 5 August 2010

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
PandjiKiansantang@gmail.com

Twitter :
@inspirasipanji


Other Websites

 

>> PandjiKiansantang.com <<
WebsiteTulisan Inspirasi
Pandji Kiansantang

 

>> Proklamasi1945.com <<
Segala hal tentang Proklamasi
Kemerdekaan dan Revolusi
Indonesia 1945-1950


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H
Tuesday, 12 June 2018 13:20

 

 
Rangkaian Kegiatan Sinergi Keberagaman Ramadhan 1439 H
Sunday, 10 June 2018 15:42

 

 
Itikaf Bersama Karyawan di Masjid Baitul Ihsan - Bank Indonesia
Saturday, 09 June 2018 15:46

 

 
Bakti Sosial Internal QIRSA
Tuesday, 12 June 2018 16:39

 

 
Berbagi Ceria dan Semangat dengan Siswi-siswi KIS (Khadijah Islamic School)
Saturday, 09 June 2018 15:49

 

 
Jelajah Ramadhan (JERAM) 1439 H - Pesantren Daarut Tasbih
Tuesday, 12 June 2018 16:42

 

 
SJB (Shalat Jum'at Bersama) Karyawan Summarecon - Ramadhan #2, 8 Juni 2018
Tuesday, 12 June 2018 16:57

 

 
Buka Puasa Bersama Karyawan Corporate, Proyek Khusus & PDV Region VIII
Thursday, 07 June 2018 17:30

Buka Puasa Bersama Karyawan Corporate, Proyek Khusus & PDV Region VIII

* Untuk menyaksikan video rekaman ini silakan klik gambar di atas…

 

 
GOAL (Gowes Beramal) di Bekasi pada 4 Juni 2018 (19 Ramadhan 1439 H)
Monday, 04 June 2018 17:50

 

 

 
SJB (Shalat Jum'at Bersama) Karyawan Summarecon - Ramadhan #1, 18 Mei 2018
Monday, 21 May 2018 07:56

SJB (Shalat Jum'at Bersama) Karyawan Summarecon - Ramadhan #1, 18 Mei 2018
"Marhaban ya Ramadhan" oleh Bpk. M. Hidayat


* Untuk menyaksikan video rekaman ini silakan klik gambar di atas…

 

 
Selamat Puasa Ramadhan 1439 H
Wednesday, 16 May 2018 19:15

 

 
SJB (Shalat Jum'at Bersama) Karyawan Summarecon - Menjelang Ramadhan, 11 Mei 2018 "Faktur U dalam Keberhasilan Hidup" oleh Bpk. Pandji Kiansantang
Friday, 11 May 2018 00:00

SJB (Shalat Jum'at Bersama) Karyawan Summarecon - Menjelang Ramadhan, 11 Mei 2018
"Faktur U dalam Keberhasilan Hidup" oleh Bpk. Pandji Kiansantang

* Untuk menyaksikan video rekaman ini silakan klik gambar di atas…

 

 
INILAH PERASAAN DAN SIKAP KAMI (menyikapi peristiwa bom bunuh diri di Surabaya)
Monday, 14 May 2018 09:03
Perasaan kaget, curiga malu , prihatin dan sedih, bercampur aduk di dada kami,
ummat Islam Indonesia, ketika kemarin mendengar berita bom bunuh diri
di 3 Gereja Surabaya yang hingga kini telah menewaskan 13 orang....
Kaget kalau belum  hilang dari ingatan kasus mako brimob oleh "Napi Teroris" (Napiter),
demo besar bela Palestina di Monas, kini terjadi kasus berdarah
di Surabaya. Kaget karena serangan ini menyerang rumah ibadah agama lain yang pelakunya
adalah wanita dan melibatkan anak-anak, kejadian yang belum pernah terjadi di Indonesia.
Yang pernah kita lihat di Timur Tengah, kini terjadi tanah air, ini sungguh "mimpi buruk"...
Curiga karena di negeri kita pernah ada pengalaman kasus yang direkayasa.
Suasana politis yang memanas saat ini tak ayal menimbulkan sikap skeptis dan "Teori konspirasi"...
Malu karena ada "oknum" yang mengatasnamakan Islam melakukan tindak kejahatan kemanusiaan,
yang menguatkan citra "kekerasan" agama kami.
Tudingan ke "kelompok ekstrem Islam" dan "teroris jihadis" secara tidak langsung
menampar kehormatan kami karena membawa implikasi "ada yang salah"
dengan agama kami dan menempatkan semua muslim sebagai "tersangka"...
Prihatin karena teriakan "Allahu Akbar" yang kami ucapkan dalam shalat dan zikir kami,
kini dipandang identik dengan "yel" pembom bunuh diri...
Sedih karena jatuhnya korban tak berdosa... Sedih tak terkira karena pada saat kami
menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, terjadi peristiwa
yang menodai kesucian ini.
Pada saat kita sedang berusaha berdamai dengan diri sendiri dan saling memohon maaf
dengan sesama, terjadi peristiwa yang menghancurkan
kedamaian ini... Jika bisa, kami tak ingin peristiwa ini terjadi... peristiwa yang diam-diam
mengoyak hati nurani dan menggugat keimanan kami...
Bagai menjadi saksi peristiwa kejahatan yang pelakunya adalah kenalan kita sendiri,
di bawah sadar, peristiwa menyakitkan ini membuat kami shock
tak percaya ini terjadi, "lumpuh sesaat" dan tak tahu harus berbuat apa...
Akibat berbagai perasaan yang campur aduk ini, banyak di antara kami yang
memilih diam dan bersikap seakan-akan "tidak peduli" pada peristiwa ini...
Wahai dunia, kami tidak akan minta dimaklumi dan dipahami..
Kami jadikan peristiwa ini sebagai "ujian keimanan" kami...
Kami seharusnya menjadikan peristiwa ini sebagai momen bagi kami untuk introspeksi
mawas diri...
Pada saat kami mulai kehilangan pegangan di tengah hiruk pikuk dan kekacauan dunia,
inilah saatnya untuk
berpaling kembali pada Sang Tuhan Pemiilik Semesta Alam...
saatnya untuk mohon petunjuk Allah SWT melalui firmanNYA dalam Al Qur'an...
Di dalam kitab suci ini, kami diteguhkan bahwa....
Seseorang takkan diminta pertanggungjawaban atas perbuatan orang lain.
Artinya, kami seharusnya tak perlu memiliki "beban moral" merasa bersalah
atas perbuatan para teroris...
Tidak ada paksaan dalam agama. Artinya jika Allah menghendaki tentunya seluruh dunia akan beriman.
Manusia tak punya wewenang untuk memaksakan
agama pada umat lain, termasuk dengan  kekerasan....
Islam adalah "rahmatan lil alamin". Artinya semua muslim seharusnya membawa
kasih sayang dan menciptakan kedamaian, bukan melakukan kekerasan
apalagi teror...
Ada orang-orang yang "berbuat kerusakan di muka bumi" tapi mereka menganggapnya
"berbuat kebaikan". Kami harus menghindarkan dari dari perbuatan
"zhalim"(aniaya) itu karena itu merupakan  wujud dari sikap "tidak bersyukur" (kufur)
pada nimat Allah yang mengamanatkan kita untuk menjaga bumi ini...
Di atas segalanya, kami diyakinkan bahwa : Agama kami ISLAM itu SEMPURNA,
tapi Umat Islam seperti umat manusia lain TIDAK SEMPURNA
sehingga kami harus mau mengkoreksi diri dan memperbaiki diri....
Para teroris yang berbuat kerusakan itu sesungguhnya "membajak" agama kami,
dan kami sungguh tidak ridho dan tidak rela terhadap hal itu...
Mereka bukan kami, dan jelas Kami bukan mereka!...
Kami tak akan lagi menjadikan sikap diam kami sebagai perlindungan bagi mereka.
Kami bukan hanya mengutuk, tapi akan  melawan kebathilan (kejahatan)...
Saudara-saudaraku umat Islam, mari tidak lagi bersikap diam!
Ayo BERANI BERSIKAP !
Islam damai, Yes. Kekerasan dan Teror, No!
Bismillah,
LAWAN Terorisme dan Kekerasan yang menodai agama kita. Allahu Akbar !

 

(Pandji Kiansantang, Bekasi, 29 Sya'ban 1439 H / 14 Mei 2018)
 
Selamat Memperingati ISRA MI'RAJ 1439 H
Friday, 13 April 2018 17:38

 

 
Tadabbur Alam ke Kebun Raya Bogor untuk mensyukuri karunia Allah SWT, 7 April 2018
Tuesday, 10 April 2018 15:07

 

 
Persiapan Ramadhan SMART
Monday, 26 March 2018 15:56

 
PeciMas (Pecinta Masjid)
Monday, 26 March 2018 15:54

 
Belajar Taat
Monday, 26 March 2018 15:45

 
Perenungan Diri bagi Orang Islam
Friday, 23 March 2018 11:03

 
Doa Husnul Khotimah
Monday, 12 March 2018 14:14

 
Dakwah di Medsos
Friday, 16 March 2018 10:58

 

Berbagi... Dosa dan Pahala di Media Sosial

 

oleh Pandji Kiansantang

 

Adanya Medsos dan melimpahnya informasi membuat kita lebih dapat "berperan" (muncul nama pengirimnya). Tapi terkadang semangat berbagi ini  kebablasan sehingga batasan antara berbagi kebaikan dan keburukan menjadi tipis. Bagai Pisau bermata 2, Medsos bisa jadi Media Dakwah atau sebaliknya :

A. BERBAGI DOSA :

1.Memforward Hoax : berita atau tulisan yang tak dikonfirmasi kebenarannya dulu (crosscek). Jangan  jadikan diri kita sebagai penyebar kabar bohong dan fitnah.

2. Memfoward berita-berita takhayul yang mengarah pada syiriq.

3. Bagi wanita, memasang foto yang memamerkan auratnya sehingga mengundang syahwat pria yang melihat fotonya. Termasuk yang pakai jilbab, tapi pakai baju ketat sehingga memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya ("Jilboob"), ini juga berlaku bagi pria yg memposting fotonya yang tidak senonoh.

4.Sharing foto, video dan cerita-cerita porno. Dulu sebelum era internet, penyebaran pornografi masih sebatas BF, Majalah Porno dan Buku Stensilan. Tapi kini mewabah melalui  web-web porno maupun medsos. Kita harus minimalisir ZINA MATA.


B. BERBAGI PAHALA :

1. Niatkan untuk berbagi kebaikan SHADAQAH ILMU  YANG BERMANFAAT, ketika mengirim bacala Bismillah untuk menjadikan sebuah tindakan berpahala dan setelah selesai ucapakan Alhamdulillah sebagai wujud rasa syukur kita telah menjadikan medsos sebagai sarana kebaikan.

2. Seleksi yang akan kita forward. sebagaimana tidak semua apa yang kita dengar/ketahui dapat kita ceritakan pada orang lain, maka TIDAK  semua yang kita terima harus kita kirim ke orang lain. Jangan kirim INFORMASI SAMPAH (Junk). Pikirkan dulu :

a. Apa isinya dapat dipertanggungjawabkan? (benar),

b. Apa bermanfaat jika dibagi? Hanya tulisan-tulisan yang "benar dan bermanfaat" yg pantas dibagi.

3. Jika mendapat tulisan yang baik, bacalah lebih dulu dan pahami, jadikan kesempatan belajar. Jangan baru melihat judul dan beberapa baris pertama, langsung terburu-buru untuk membagikannya. Jadinya kita sendiri tak dapat manfaat dari tulisan itu.

4. Jika memforward tips kesehatan , misal pengobatan alternatif, pastikan dulu kita sudah mencobanya dan ampuh. Artinya saran kita itu dapat "dipertanggungjawabkan". Tidak asal forward. Yuk Tumbuhkan semangat berbagi Kebaikan PK , 16 Maret 2018.

 

 

 
“Kebahagiaan Dalam Islam” oleh Bima Himawan : Khutbah Sholat Jum’at Bersama (SJB) ke-89, 23 Maret 2018
Friday, 23 March 2018 10:15


Setiap manusia selalu ingin bahagia, tak ingin menderita. Kalaupun bersedia bersakit-sakit dahulu, biasanya ada
tujuan yang ingin dicapai pada akhirnya. Bagaimana Islam memandang Kebahagiaan? Dalam QS. Al-Qashash (28) : 77, dijelaskan bahwa seharusnya fokus manusia adalah mengejar kebahagiaan akhirat, tanpa meninggalkan bagiannya di dunia.

 

 

TINGKATAN KEBAHAGIAAN
Level 1 : Bahagia dengan fokus diri sendiri

· Contoh : makan enak, tidur enak, harta, pangkat, popularitas, ilmu.

· Akibat : seperti minum air laut, haus tak habis-habis. Terjebak fatamorgana. Kalau dapat bahagia, kalau tidak dapat sedih.

· Referensi : QS. Al-Araaf (7): 176 & 179

· Rumus untuk lulus: Syukur dan merasa cukup

Level 2 : Bahagia dengan fokus orang lain

· Sudah mulai tumbuh kesadaran diri, bisa membedakan haq dan bathil, namun bolak balik hati.
Makin banyak memberi (materi maupun non materi) makin bahagia.

· Referensi :QS. Al Baqarah(2) : 261

· Allah memberikan ganjaran.

· Problem : riya, menghitung2 amal

· Rumus untuk lulus : ikhlas

Read more...
 
« StartPrev12345678NextEnd »

Inspirasi Islami

DOA SEBELUM PRESENTASI/ BERBICARA DI DEPAN UMUM :
Doa Nabi Musa AS : "Ya Tuhanku, Lapangkanlah untukku urusanku, dan Lepaslah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku" (Robbisrohlii Shodrii wa-yassirlii amri, wahlul ‘uqdatam mil-lisaanii yafqohu Qoulii). QS.Thoha 25-28.


DOA KELANCARAN BEKERJA
Ya Allah, permudahkanlah urusanku, jangan dipersulitkan. Ya Allah, akhiri urusanku dengan baik. Dengan RahmatMu yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (Allahumma Yassir wala tu'assir. Robbi tammim bilkhoir. Birokhmatika Yaa Arhamarrohimin).


DOA PERLINDUNGAN DARI BAHAYA BANJIR (Dibaca Ketika Hujan Lebat Pada Musim Hujan) :
Ya Allah, jadikan hujan ini membawa manfaat
(Allaahumma Shoyyiban Naafi'an) HR. Bukhari


MANUSIA TERBAIK :
Sabda Nabi : "Sebaik-baiknya manusia adalah yang PALING BERMANFAAT bagi orang lain" (Khoirunnas Anfa ‘Uhum Linnas") HR. Tirmidzi


MENYAYANGI SEMUA :
Sabda Nabi, “Irhamu man fil ardli yarhamkum man fis samaa wati’. Sayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu.”


TUJUAN HIDUP MUSLIM :
Sabda Nabi : "HIDUPLAH DENGAN MULIA DAN MATILAH DENGAN SYAHID" (….‘Isy hamidan wa mut Syahidan) HR. Ibn Majah dari Ibn Umar


DOA SAYYIDUL ISTIGHFAR (Bacaan Istighfar yang paling utama, diantaranya disunnahkan dibaca sebelum tidur) :
"Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji-Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, Aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat. Aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan mengakui Dosaku pada-Mu maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau".
(Allahuma angta robbii Laa ilaaha ilaa angta. Kholaqtanii wa anaa 'abduka. Wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatho'tu. A'udzu bika ming syari maa shona'tu, Abuu-u laka bini'matika 'alayya. Abu'u bidzambii Faghfirlii fainnahuu laa ya'ghfirudz dzunuuba illa angta).


DOA NUR
(Dibaca Sesudah Sholat Subuh untuk Kelancaran Rizki) :
"Ya Allah, jadikanlah CAHAYA di dalam Hatiku" (Allohumaj ‘ali Nurron Fi Qolbi) HR. Bukhari


DOA MOHON NAIK HAJI :
"Ya Allah, karuniakanlah kami Rezeki untuk dapat mengunjungi 2 Kota Suci, Mekkah dan Madinah. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala Sesuatu". (Allohummar-zuqnaa ziyaa-rota al-haromayni Makkata wa Madiinata. Innaka 'alaa kulli syai'in qodiir).


Who's Online

We have 18 guests online

SERUAN ISLAMI

TSJS
TSJS
Salam Online
Alif
SO

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday538
mod_vvisit_counterYesterday704
mod_vvisit_counterThis week1950
mod_vvisit_counterLast week4031
mod_vvisit_counterThis month14513
mod_vvisit_counterLast month11772
mod_vvisit_counterAll days727830

Online (20 minutes ago): 8
Your IP: 54.92.190.11
,
Today: Sep 25, 2018
Visitors Counter

Tips Islami

TIPS CARA MENGHAFAL NAMA-NAMA BULAN
DALAM PENANGGALAN ISLAM
:

Berdasarkan kata-kunci SUKU-KATA
dari Awal huruf nama bulan
(* untuk memudahkan,
hafalkan suku-kata per 2 bulan) :

Mu Sho, Rob-Rob, Jum-Jum,
Ro Sya, Rom Sya & Zul Zul


--» MUharrom SHOfar;
ROBiul awal -ROBi`ul akhir;
JUMadil awal - JUMadil akhir;
ROjab SYA`ban; ROMadhon SYAwal
& ZULqoidah ZULhijjah

@ Mudah kan?

»» Yuk Kita Hafalin (selagi kena
macet di jalan) dan
Diamalin (ajarkan teknik
hafalan ini kepada anak,
keluarga & teman2
sebagai da'wah) !

Seri Poster Islami

Jadwal Imsakiyah
2016 Qirsa

Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa - Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa

SERI DOA HARIAN RAMADHAN

 

 

Kalender Islam

Jadwal Sholat

Peringatan Ayat Quran




Powered by Pandji Kiansantang.