Dakwah Online "Qalbu Islami Karyawan Summarecon"

Search

Created by :

Pandji Kiansantang
Since 5 August 2010

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
PandjiKiansantang@gmail.com

Twitter :
@inspirasipanji


Other Websites

 

>> PandjiKiansantang.com <<
WebsiteTulisan Inspirasi
Pandji Kiansantang


>>
CCSR.cc <<
Kreasi Tim Corporate Culture
dan Corporate Social
Responsibility


>> QIRSA.com <<
Dakwah Online "Qalbu Islami
Karyawan Summarecon"


>> WonderfulClubs.com
<<
Wadah Klub-klub Hoby
Karyawan Summarecon


>> SinergiSejarah.Com
<<
Media Komunikasi "Sejarah
Yang Mensejahterakan"


>>
Proklamasi1945.com <<
Segala hal tentang Proklamasi
Kemerdekaan dan Revolusi
Indonesia 1945-1950


>>
KeluargaPanji.com <<
Media Komunikasi Keluarga
Besar Pandjiwinata

 

>> Ramadhanology.com <<
Bahagia Bersama Ramadhan

 

>> Soeryawinangun.com <<
Khazanah Pusaka Leluhur Banten

 

>> KiSantang.com <<
Berbagi hikmah kebijaksanaan


>>
Happy-logy.com <<
Bahagia membahagiakan sesama

 

 

"MAAF TUHAN, SAYA SEDANG LIBURAN ": Bersyukur dalam Traveling
Tuesday, 02 August 2016 08:30

"MAAF TUHAN, SAYA SEDANG LIBURAN ": Bersyukur dalam Traveling
(*Sebuah renungan untuk menasehati diri saya sendiri yang semoga bermanfaat bagi orang lain)
oleh Pandji Kiansantang

Hampir jam 5 pagi suara adzan Subuh terdengar syahdu di keheningan Pulau Pahawang,. Sepagi itu sudah terlihat aktivitas dari warga setempat yang mempersiapkan buka warung. Tampak dari rumah homestay, beberapa wisatawan muda berhijab keluar untuk shalat Subuh berjamaah di musholla.

Tapi pada dini hari ini kebanyakan wisatawan masih tidur lelap terbuai mimpi. Kontras dengan pemandangan tadi malam dimana puluhan orang hangout di pantai sampai larut malam.

Pahawang, pulau kecil di Lampung Selatan , yg dalam 5 tahun menjadi buah bibir para wisatawan domestik, terutama karena lokasi2 snorkeling yg menawan. Wisatawan menjulukinya "Pahawang, "a piece of paradise", sekeping Surga".

"Surga di dunia" : pulau tropis yg indah, adalah simbol pesona Daerah Tujuan Wisata. "Pulau Dewata" Bali adalah contoh idealnya. Pahawang dan pulau2 lainnya adalah "Bali-bali kecil" yang menjadi magnet bagi "wisatawan domestik" (Wisdom) maupun "wisatawan mancanegara" (wisman).Walaupun jauh, tapi berbondong2 orang kota mendatanginya utk re-freshing, melepaskan stress dari beban kehidupan. "Escapade to Paradise"

Tapi suasana Subuh di Pahawang juga menceritakan sisi lain gaya hidup (lifestyle) wisatawan di lokasi wisata. Tanpa bermaksud menghakimi, ini juga merupakan gambaran  perilaku sebagian wisatawan muslim ketika Traveling.

Banyaknya "godaan liburan", membuat mereka yang taat beribadah  di tempat asalnya, "berlibur" juga ibadahnya ketika sampai di tempat liburan. Mereka meninggalkan shalat dengan alasan musafir. Dengan alasan keakraban, ada yang ikut2an teman perjalanan yg nonmuslim utk minum bir dan makan masakan yang tak halal. Bisa dibilang,  kecuali yang memakai hijab, terlepas identitas mereka sebagai seorang muslim.

Padahal sebelumnya Kita rajin berdoa agar kita dikarunai rezeki, termasuk untuk traveling. Sesaat sebelum berangkat traveling, kita masih berdoa utk keselamatan. Semua ibadah dilaksanakan sampai...  tiba di lokasi traveling. Kita bukan hanya liburan dari bekerja, tapi juga "liburan dari Ibadah." Seakan-akan Doa  diganti dengan foto narsis dan selfie, sajadah berganti tongsis, zikir berganti tawa canda dengan teman-teman. Tiada yang salah dengan bersenang-senang. Yang salah adalah ketika kita melupakan yang mengkaruniakan kita kesempatan dan rezeki untuk bersenang-senang, yaitu Tuhan.

"Hidup adalah Perjalanan", tentunya kita semua tahu itu. Yang sering kita tidak sadar, bahwa kita-lah SANG MUSAFIR dalam perjalanan itu. Kita ambil contoh bahwa perjalanannya adalah MENDAKI GUNUNG seperti yang banyak dilakukan oleh pecinta alam ke Gunung Semeru, Gunung Gede, Gunung Rinjani sampai puncak tertinggi di Jayawijaya, Papua.

Perjalanan kita sebagai "Pendaki" (Climber) akan diwarnai suka-duka serta akan mengalami banyak hambatan selama perjalanan, seperti cuaca dingin yang membeku,  hujan deras, angin besar, jalan yang curam dan terjal, jurang yang menghadang dan sebagainya. Selalu ada resiko untuk cedera dan celaka. Tapi setelah tiba di Puncak gunung, semua jerih payah akan terbayar lunas. Melihat matahari terbit dan alam sekeliling dari puncak gunung adalah pemandangan spektakuler yang takkan dapat digambarkan dengan kata-kata.

Kalau kita anggap bahwa "Puncak Gunung" adalah lokasi tujuan wisata, seperti Bali atau Pahawang, layakkah kita berperilaku seperti ini : sepanjang pendakian kita berdoa untuk keselamatan kita. Tapi setelah sampai di Puncak, justru kita LUPA DIRI dan LUPA TUHAN. Lupakah kita bahwa setelah menikmati puncak gunung, kita harus pulang, yang artinya harus turun gunung dengan perjalanan yang juga memiliki resiko cedera dan celaka? Masihkan kita berani tidak berdoa untuk keselamatan kita? Kadang-kadang turun gunung lebih berbahaya dari mendakinya  karena stamina sudah drop karena keletihan,apalagi jika hujan deras yang menyebabkan jalan licin yang dapat membuat kita terpeleset jatuh. Masih kita berani melupakan Tuhan dengan tidak berdoa?

Gambaran di atas menunjukkan bahwa seharusnya kita selalu bersyukur, berdoa dan beribadah di setiap waktu dan di setiap tempat... di mana saja dan kapan saja... termasuk ketika liburan.

Justru di tempat wisata, kita harus LEBIH BANYAK BERSYUKUR bahwa kita termasuk "orang beruntung" yang dikaruniai Tuhan dalam Kesehatan, Waktu luang dan Rezeki uang untuk dapat Traveling. Alhamdulillah bisa dapat Traveling !

(*Renungan Pandji Kiansantang di Pulau Pahawang, Lampung Selatan, Ahad 31 Juli 2016 jam 7 pagi)

 
Dunia Pesantren dan Dunia Bisnis : Sharing Pandji Kiansantang
Monday, 01 August 2016 09:03

 
Fokus pada Persamaan, bukan Perbedaan : Mewujudkan Umat Islam yang lebih kuat
Sunday, 17 July 2016 09:22

Oleh : Pandji Kiansantang

 

Mengutip tulisan : menjawab pertanyaan "Manakah Kelompok Islam yang lebih baik di antara umat Islam?  Salafy yang berjuang dengan fokus Tholabul Ilmi, atau Jamaah Tabligh yang menyeru orang untuk sholat di Masjid, atau Hizbut Tahrir yang memperjuangkan Kekhalifahan, atau PKS yang berjuang di Parlemen, atau NU yang Islam kultural, atau Muhammadiyah yang berjuang di sektor pendidikan"?

Pertanyaan itu sama dengan menanyakan manakah yang lebih baik, apakah tangan lebih baik dari kaki, apakah mata lebih baik dari pada mulut, apakah telinga lebih baik dari pada hidung? "Bukankah Rasulullah SAW mengatakan  : "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim)

Seperti anggota tubuh, umat Islam ini diberi ilham oleh Allah SWT untuk cenderung fokus menjalankan fungsi yang berbeda beda sehingga mereka punya medan jihad (perjuangan) yang berbeda pula.
Namun sayangnya sebagian umat Islam ini ada yang membanggakan kelompoknya masing-masing dan lupa bahwa sebenarnya mereka adalah satu tubuh.

Logikanya kalau satu tubuh, mana mungkin tangan kanan itu memukul tangan kirinya, mana mungkin kaki kiri menendang kaki kanannya. Kalaupun ada anggota tubuh itu merugikan tubuh yang lain, yaa itu namanya Kanker yang harus diamputasi dibuang dari tubuh. Anggota tubuh itu selayaknya saling bekerja sama. Coba kalau mulut mau makan, kan tangan yang mengambil makanan. Lihat kalau mau ambil barang yang tinggi letaknya, kan kaki yang melompat supaya tangannya sampai.

Bukankah indah, kalau kita saling melengkapi. Umat Islam ini seperti sebuah "Puzzle" yang kalau digabungkan bagian demi bagiannya maka barulah menjadi satu gambaran yang utuh dan saling melengkapi.

Sudah saatnya umat Islam bersinergi dan bersatu...
Hormati perbedaan, utamakan ukhuwah jangan sampai kita terpecah belah.
STOP menjelekkan/menyalahkan/menghasut sesama umat Islam, kebenaran hakiki hanya milik Allah SWT semata.


Ini adalah "Pesan persaudaraan Islam" yang penting.
Harus disadari bahwa yang menyebabkan umat Islam sekarang LEMAH dan dipandang remeh umat lain walau mayoritas adalah TERPECAH BELAH dalam berbagai aspek/ kelompok. Ada kecenderungan masing-masing kelompok menganggap diri "PALING BENAR" dan mencela kelompok lain. Gejala ini dapat disebut "FANATISME GOLONGAN" (Ashabiyah). Padahal Allah SWT sudah secara tegas memperingati hal ini :

1) Dan janganlah kalian termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah (kaum musyrikin), yaitu orang-orang yang MEMECAH BELAH agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa BANGGA dengan apa yang ada pada golongan mereka. [QS. ar-Rum/30: 31-32].

2) "Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kalian saling BERBANTAH-BANTAHAN, yang akan menyebabkan kalian LEMAH dan hilangnya kekuatan kalian dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. [QS. Al-Anfal/ 8: 46].

3) Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki MENCELA sekelompok yang lain, boleh jadi yang dicela itu LEBIH BAIK dari mereka.
Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung EJEKAN. Seburuk-buruk PANGGILAN adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim “ (QS. Al Hujuraat :11)

Suatu hal yang IRONIS, terkadang umat Islam LEBIH TOLERAN pada umat agama-agama lain dibanding terhadap "kelompok" muslim lain yang "BERBEDA".

Padahal menurut Islam, sesama muslim adalah "BERSAUDARA" (Ikhwanul Muslimin berdasarkan Ukhuwah Islamiyah)
Ibaratnya, mengapa bisa bersikap damai dan menerima perbedaan dengan "tetangga", tapi bersikap gontok-gontokan dan bermusuhan dengan "Kakak/ Adik sendiri" yang tidak sependapat dengan kita?

KEBERAGAMAN (istilah positif untuk "perbedaan") dalam masyarakat muslim adalah FAKTA dan harus dapat kita terima. SIKAP KUNCI  yang harus ditekankan untuk menyikapi keberagaman adalah melihat/ menekankan/ FOKUS pada KESAMAAN yang pastinya lebih banyak daripada "mencari-cari PERBEDAAN"  yang sesungguhnya "tidak seberapa". Kalau kita sadar bahwa kita sama-sama beragama Islam, percaya rukun Iman, menjalankan rukun Islam dan berbagai persamaan lainnya, maka kita akan sadar bahwa PADA DASARNYA kita SAMA dan Bersaudara.

Ayo kita latih mempraktekkan pola pikir (mindset) FOKUS pada "Apa yang SAMA di antara kita" dan bukan pada pada "Apa yang BERBEDA di antara kita". Insya Allah, dalam hubungan sosial apapun akan LEBIH HARMONIS, termasuk dalam hubungan perkawinan (suami-istri) maupun HUBUNGAN KERJA (pengusaha-karyawan, atasan-bawahan, sesama rekan kerja). Ini akan menciptakan lingkungan yang BERKAH.

Sebaliknya kalau kita masih saja memakai pola pikir lama yaitu FOKUS pada PERBEDAAN dan menganggap diri PALING BENAR, maka yang ada adalah KONFLIK rumah tangga (yang berujung pada perceraian dan broken-home) dan konflik dalam  hubungan kerja (dari demo dan mogok kerja sampai "klik-klikan" dan "politik kantor").  Dalam ruang lingkup yang lebih besar, pola pikir inilah yang menimbulkan saling-menghujat, konflik sosial, kerusuhan, terorisme dan Perang. Pola pikir inilah yang bertanggungjawab pada terciptanya penderitaan dan "Neraka Dunia".

Sebagaimana pernyataan Allah SWT bahwa "Tidak akan BERUBAH Nasib suatu kaum sampai kaum itu MERUBAH Nasibnya sendiri", Yuk mulai dengan MERUBAH Pola pikir (Mindset) kita dengan men-setelnya pada "Default" fokus pada Persamaan, bukan pada Perbedaan.

Sadarilah bahwa ternyata masing-masing kita BISA BERPERAN untuk merubah keadaan umat Islam menjadi LEBIH BAIK dengan merubah pola pikir kita masing-masing. Alhamdulillah

 
Terimakasih untuk Kegiatan "IT IS BEST Ramadhan" & "Shadaqah Ramadhan" 1437 H
Friday, 15 July 2016 18:56

 
KUNCI SUKSES ZIARAH WALISONGO
Wednesday, 13 July 2016 13:57

oleh Pandji Kiansantang :

 

1) Pemilihan waktu yg tepat : yang terbaik adalah sesudah Lebaran dimana peziarah tidak membludak dan jalanan relatif sepi : nyaman dalam perjalanan,

2) Awali dengan Luruskan Niat untuk Ziarah Wali : lillahi ta'ala, jangan "ngalap berkah" dan minta dari manusia sekalipun Wali atau 'makam keramat",
yg akan jatuh pada syiriq : suatu dosa maha besar. Waspadalah!

3) Pelajari dulu sejarah dan info ttg tempat yg akan dikunjungi sehingga kita lebih paham dan apresiatif,

4) Selain ke Makam2 para Wali, harus kunjungi dan shalat di Masjid Demak sebagai Masjid jami pertama di Pulau Jawa  yang dibangun para Wali. Di luar Demak, sempatkan Shalat di Masjid yg ada di sekitar komplek makam (Tahiyatul Masjid dan Shalat Wajib} : Cinta Masjid, jangan tinggalkan Shalat utk ziarah,

5) Abadikan momen penting ini dg Berfoto secukupnya 1-2 X saja TANPA Blitz/Flash dan suara (Perhatikan : ada larangan berfoto/mengambil gambar di Masjid Demak dan makam2 tertentu). Di Menara Kudus ada jasa foto sekali jadi cetak. Mintalah softcopy-nya dg bawa USB sendiri,

6) Rencanakan apa yg akan kita lakukan ketika berziarah di makam : jangan ikut2an peziarah yg tahlil dan berdoa berjamaah karena bisa makan banyak waktu. Bacalah Doa utk mendoakan sang Wali dan agar kita dapat meneladani perilaku sang Wali, seperti Sunan Drajat yg menekankan membantu kaum dhuafa,

7) Bersikaplah hormat dan jaga perilaku di antara lingkungan makam (banyak nisan) : ucapkan "Assalamualaikum ya Ahli Qubur" dan jangan injak batu nisan sembarangan,

8) Bersikaplah khidmat dan khusyu : esenzi ziarah kubur adalah Ingat Mati & meminimalkan Cinta Dunia serta Bersyukur pada Nikmat karunia Kehidupan,  Umur, Kesehatan dan Rezeki yg memungkinkan kita berziarah),

9) Belilah "memorabilia" suvenir cenderamata (seperti gantungan kunci, kaos) dari SETIAP lokasi yg dikunjungi : khas yg takkan bisa dibeli di tempat lain,

10) Bawa perlengkapan shalat, kantung plastik utk bawa sandal yg harus dilepas (kalau ditaruh di depan pintu makam beresiko hilang). Jika ramai peziarah, jagalah dompet dan barang2 berharga Anda. Di beberapa tempat dipasang papan peringatan tentang resiko pencopetan dan pencurian. Janganlah jadi korban kejahatan,

11) Siapkan uang Shadaqah karena pada hampir pada semua makam Wali ada Kotak Amal bagi Peziarah. Di beberapa tempat, banyak pengemis, jika ingin derma siapkan uang receh, tapi ada resiko akan dikerubungi dan dikejar2 pengemis,

12) Catat Inspirasi dari setiap makam yg diziarahi dan buat RENCANA TINDAKAN seperti Perilaku para Wali yg akan diteladani utk memperbaiki hidup kita --> Jadikan Ziarah Wali Songo ini sebagai Perjalanan yang Insya Allah dapat "mengubah hidup" (Life-changing journey).



*** "Wisata Ziarah Lebaran" Hari ke-4 (Terakhir) oleh Pandji Kiansantang & Amalia, Surabaya, Selasa 12 Juli 2016 (7 Syawal 1437 Hijriah).

 
Selamat Menuntaskan Ibadah Puasa Ramadhan & Merayakan «Hari Kemenangan» Idul Fitri 1 Syawal 1437 H
Thursday, 30 June 2016 17:27

 
Buka Puasa Bersama Panitia QIRSA 2016
Thursday, 30 June 2016 17:44

 
“SEMANGAT RAMADHAN 210”
Thursday, 30 June 2016 11:27

Taushiyah Buka Puasa Bersama Karyawan Summarecon Unit Corporate
pada Jum’at 24 Juni 2016 (19 Ramadhan 1437 H)

 

“SEMANGAT RAMADHAN 210”

 

Oleh : Pandji Kiansantang

 

Arti 2-1-0 : Kami (We) - Anda (You) – Saya (I)

MAKNA ANGKA 2 : KAMI

Segala sesuatu diciptakan Berpasang2an : Langit-Bumi, Siang-Malam, Hidup-Mati, Pria-Wanita, dll.

Firman Allah SWT : “Dan dari tiap-tiap sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat kebesaran Allah.”

(Al-Qur'an, Surah Az-Zaariyaat : 49)

Habluminannas (Hubungan antara sesama manusia)

 

Kesadaran pada Kebersamaan "TEMAN Bicara" (bukan "LAWAN Bicara") yang sederajat : Suami-Istri, Orangtua-Anak, Atasan-Bawahan)

--> WE = TEAMWORK

- gotong royong

- kebersamaan

- silaturrahim

Budaya Summarecon :

a) Mengutamakan kepentingan tim dan perusahaan

b) Rendah hati, saling menghargai dan komunikatif

yang diutamakan adalah team-player.

Bersama.. KAMI Bisa !

TEAM: Together Everyone Achieve More

Bersama Semua Mencapai Lebih

 

MAKNA ANGKA 1 : ANDA (KAMU)

Angka 1 (SATU): dalam perspektif Barat yg individualis :

I (Saya) dalam Bahasa Inggris : orientasi ke-AKu-an (Ego sentris).

Berbeda dlm perspektif Agama dan Budaya Timur :

Angka 1 melambangkan sesuatu di luar kita yang

kita pentingkan "VVIP" :

a) Tuhan

b) VVIP(Very Very Important Person) : 1 orang yang kita anggap sangat penting bagi kesuksesan dan kebahagiaan kita :

- Customer

- Atasan

- Orang tua

- Suami, Istri

Cara memperlakukan VVIP :

Jangan "Duakan"

Fokus perhatikan ketika sedang berbicara

Berusaha untuk mengerti sebelum dimengerti

 

MAKNA ANGKA 0 : SAYA

Angka 0 (NOL) atau kosong : Angka ISTIMEWA dalam Matematika :

a) Angka sebesar apapun kalau dikalikan Nol pasti akan melebur dengannya : HABIS alias kembali lagi jadi Nol

b) Angka sebesar apapun kalau dibagi Nol menjadi besar tak terhingga. Sebaliknya jika angka 0 dibagi angka lainnya hasilnya PASTI NOL

c) Angka 0 kalau ditambahkan atau dikurangi, tidak akan mempengaruhi angka tsb (tetap sama: Netral)

--> HEBAT, Tidak ada yg bisa seperti itu selain angka 0.

Angka 0 bukanlah angka sepele yg tidak bernilai

karena sangat dibutuhkan dalam matematika :

kadang menguatkan, melemahkan, atau netral

--> Filosofi angka 0 dalam kehidupan sehari-hari : Simbol "Angka Istimewa" yg LOW PROFILE.

Fakta : Angka sebesar apapun kalau

di-PANGKATkan 0 pasti jadi 1.

Misal : 100 milyar dipangkatkan 0 hasilnya pasti angka 1

--> Filosofinya : janganlah kita SOMBONG dengan pangkat yang kita miliki, karena sesungguhnya kita 1 (sesama manusia)

*Bentuk angka 0 : SEPERTI telur (asal usul kehidupan "fitrah manusia")

Maknanya "Hampa, kosong, tapi punya nilai" --> Hilangkan Ego kesombongan pribadi : Rendah hati sebagai hamba Tuhan yg tak ada apa2nya.

Dihadapan Tuhan, kita bukanlah siapa2, we are NOTHING :

*Nol dlm bahasa Inggris khususnya dalam pertadingan Tennis disebut : LOVE = Cinta Kasih

*Angka 0 adalah Satu2nya ANGKA yg bentuknya sama dg HURUF, yaitu huruf O

ucapan Ooo : lambang ketidaktahuan kita

0 CELCIUS : titik beku (frozen) yang membuat semuanya tak bergerak.

Ada yang mengatakan “Angka 1-9 adalah milik manusia, sedangkan angka 0 adalah milik Tuhan

 

Perspektif Spritual angka 0:

Dalam beribadah, seharusnya manusia MENGOSONGKAN alam pikirannya dari berbagai hal agar FOKUS ditujukan semata-mata pada Tuhan : TITIK NOL

Pada pikiran yang Nol, manusia tidak lagi memikirkan angan-angan dan hawa nafsu sehingga mampu melepaskan diri dari belenggu keduniaan untuk BERSERAH DIRI sepenuhnya pada Allah SWT.

 caranya dengan : shalat, zikir, merenung, dll

 

GOOD – GOD = 0

(Kebaikan tanpa Tuhan = NOL)

Semua perbuatan baik harus karena Tuhan

(Lillahi ta’ala), jika tidak akan sia sia.

Ramadhan menjadikan Manusia kembali TITIK NOL :

mulai dari awal - Idul Fitri : kembali ke Fitrah

Puasa : Menghapus Dosa Bagaikan Lahir Kembali

ibadah yang sempurna pada bulan puasa akan menjadikan seorang muslim

suci kembali bagaikan bayi yang baru lahir.

Sesuai Hadist Shahih:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan introspeksi,

maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)

“Shalat lima waktu, dari jumat ke jumat, Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

Setelah 1 bulan berpuasa, umat Islam merayakan Hari Raya IDUL FITRI yang artinya "kembali ke fitrah kesucian Ulama salaf lainnya mengatakan kepada sebagian saudaranya ketika melaksanakan shalat ‘iedul fitri :

“Hari ini suatu kaum telah kembali dalam keadaan

sebagaimana ibu mereka melahirkan mereka.”

 

KESIMPULAN

Mari kita manfaatkan bulan suci Ramadhan ini dengan “semangat 210” :

2 : Semangat TEAMWORK dengan menyadari bahwa kita merupakan bagian dari tim dan harus meningkatkan kebersamaan dan silaturrahim.

1 : Semangat PEDULI dan memperhatikan orang lain termasuk orang tua dan suami/istri.

0 : Semangat untuk MENGECILKAN EGO: merendahkan diri di hadapan Tuhan dan rendah hati pada sesama manusia

 

 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Inspirasi Islami

DOA SEBELUM PRESENTASI/ BERBICARA DI DEPAN UMUM :
Doa Nabi Musa AS : "Ya Tuhanku, Lapangkanlah untukku urusanku, dan Lepaslah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku" (Robbisrohlii Shodrii wa-yassirlii amri, wahlul ‘uqdatam mil-lisaanii yafqohu Qoulii). QS.Thoha 25-28.


DOA KELANCARAN BEKERJA
Ya Allah, permudahkanlah urusanku, jangan dipersulitkan. Ya Allah, akhiri urusanku dengan baik. Dengan RahmatMu yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (Allahumma Yassir wala tu'assir. Robbi tammim bilkhoir. Birokhmatika Yaa Arhamarrohimin).


DOA PERLINDUNGAN DARI BAHAYA BANJIR (Dibaca Ketika Hujan Lebat Pada Musim Hujan) :
Ya Allah, jadikan hujan ini membawa manfaat
(Allaahumma Shoyyiban Naafi'an) HR. Bukhari


MANUSIA TERBAIK :
Sabda Nabi : "Sebaik-baiknya manusia adalah yang PALING BERMANFAAT bagi orang lain" (Khoirunnas Anfa ‘Uhum Linnas") HR. Tirmidzi


MENYAYANGI SEMUA :
Sabda Nabi, “Irhamu man fil ardli yarhamkum man fis samaa wati’. Sayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu.”


TUJUAN HIDUP MUSLIM :
Sabda Nabi : "HIDUPLAH DENGAN MULIA DAN MATILAH DENGAN SYAHID" (….‘Isy hamidan wa mut Syahidan) HR. Ibn Majah dari Ibn Umar


DOA SAYYIDUL ISTIGHFAR (Bacaan Istighfar yang paling utama, diantaranya disunnahkan dibaca sebelum tidur) :
"Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji-Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, Aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat. Aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan mengakui Dosaku pada-Mu maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau".
(Allahuma angta robbii Laa ilaaha ilaa angta. Kholaqtanii wa anaa 'abduka. Wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatho'tu. A'udzu bika ming syari maa shona'tu, Abuu-u laka bini'matika 'alayya. Abu'u bidzambii Faghfirlii fainnahuu laa ya'ghfirudz dzunuuba illa angta).


DOA NUR
(Dibaca Sesudah Sholat Subuh untuk Kelancaran Rizki) :
"Ya Allah, jadikanlah CAHAYA di dalam Hatiku" (Allohumaj ‘ali Nurron Fi Qolbi) HR. Bukhari


DOA MOHON NAIK HAJI :
"Ya Allah, karuniakanlah kami Rezeki untuk dapat mengunjungi 2 Kota Suci, Mekkah dan Madinah. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala Sesuatu". (Allohummar-zuqnaa ziyaa-rota al-haromayni Makkata wa Madiinata. Innaka 'alaa kulli syai'in qodiir).


Who's Online

We have 8 guests online

SERUAN ISLAMI

TSJS
TSJS
Salam Online
Alif
SO

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday417
mod_vvisit_counterYesterday317
mod_vvisit_counterThis week3475
mod_vvisit_counterLast week1872
mod_vvisit_counterThis month11092
mod_vvisit_counterLast month12815
mod_vvisit_counterAll days454329

Online (20 minutes ago): 6
Your IP: 54.146.18.183
,
Today: Aug 26, 2016
Visitors Counter

Tips Islami

TIPS CARA MENGHAFAL NAMA-NAMA BULAN
DALAM PENANGGALAN ISLAM
:

Berdasarkan kata-kunci SUKU-KATA
dari Awal huruf nama bulan
(* untuk memudahkan,
hafalkan suku-kata per 2 bulan) :

Mu Sho, Rob-Rob, Jum-Jum,
Ro Sya, Rom Sya & Zul Zul


--» MUharrom SHOfar;
ROBiul awal -ROBi`ul akhir;
JUMadil awal - JUMadil akhir;
ROjab SYA`ban; ROMadhon SYAwal
& ZULqoidah ZULhijjah

@ Mudah kan?

»» Yuk Kita Hafalin (selagi kena
macet di jalan) dan
Diamalin (ajarkan teknik
hafalan ini kepada anak,
keluarga & teman2
sebagai da'wah) !

Seri Poster Islami

Jadwal Imsakiyah
2016 Qirsa

Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa - Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa Jadwal Imsakiyah 2015 Qirsa

SERI DOA HARIAN RAMADHAN

 

 

Kalender Islam

Jadwal Sholat

Peringatan Ayat Quran




Powered by Pandji Kiansantang.